Taj Yasin: Gerakan Pangan Murah Efektif Jaga Pasokan dan Harga Pangan

- Reporter

Jumat, 19 Desember 2025 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah telah menyelenggarakan kegiatan Gerakan Pangan Purah (GPM) sebanyak 2.436 kali sejak Januari – 19 Desember 2025. Program strategis yang sudah menjangkau semua daerah di provinsi ini, omzetnya bahkan mencapai Rp45,7 miliar.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, upaya yang telah dilakukan ini dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan di wilayahnya.

“Melalui kegiatan ini, total omsetnya Rp45,7 miliar,” kata Taj Yasin dalam kegiatan ‘Penjualan Pangan Murah bagi Komunitas Ojek Online’ bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Gudang Perum Bulog, Pedurungan, Kota Semarang, Jumat 19 Desember 2025.

Baca Juga :  97,25 Persen Desa di Jateng Punya BUMDes, Wagub Dorong Kolaborasi dengan Koperasi Merah Putih

Komoditas yang dijual dalam GPM, antara lain beras, jagung, minyak, daging, dan bahan pokok lain yang harganya di atas harga pasarnya.

Taj Yasin mengatakan, upaya GPM ini guna memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok yang terjangkau. Di sisi yang lain, bahan pokok yang dibeli oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dari petani ini juga bisa memberikan harga yang layak.

Melalui program ini, harapannya bisa mengintervensi harga-harga yang berpotensi melonjak di pasaran. “Tentu penyaluran subsidi pangan ini sangat bermanfaat,” ucap pria asal Kabupaten Rembang tersebut.

Baca Juga :  Investasi Jateng Tembus Rp 72,54 Triliun, Serap 340.334 Tenaga Kerja

Terlebih, kata Taj Yasin, GPM penting menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Melalui program itu, pemerintah menyiapkan skema untuk mengendalikan inflasi di wilayahnya maupun harga-harga bahan pokok.

Lebih lanjut, dia mengajak masyarakat untuk menyambut nataru dengan rasa aman, tenang, dan penuh sukacita tanpa kekhawatiran sama sekali terhadap ketersediaan dan harga bahan pangan.

“Kita bisa melihat Gudang (Perum) Bulog kita, masih aman terkendali. Insyaallah ketersediaan pangan mencukupi,” kat Taj Yasin.

Dikatakannya, sejauh ini, produksi pangan di Jawa Tengah tetap surplus. Provinsi ini mampu menyumbang ketahanan pangan nomor dua terbesar secara nasional.*

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru