Dari Kedisiplinan Militer, Lahir Ketekunan Seorang Peternak

- Reporter

Rabu, 1 April 2026 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – Di tengah padatnya aktivitas sebagai prajurit TNI AL dan hiruk pikuk Kota Semarang, Kapten Laut (E) Ichsan Mujahidin justru menemukan ketenangan di kandang sederhana di samping rumahnya.

Dari lahan terbatas, ia membuktikan bahwa disiplin militer dapat menjelma menjadi ketekunan merawat ratusan ternak, sekaligus menumbuhkan harapan baru dari hobi yang lama terpendam.

Sore itu, di sebuah sudut padat Kota Semarang, tepatnya di Jalan Teuku Umar Nomor 140, suasana terasa sedikit berbeda. Di tengah riuh kendaraan yang nyaris tak pernah berhenti, seorang pria berseragam TNI AL baru saja tiba di rumahnya.

Kapten Laut (E) Ichsan Mujahidin tak langsung merebahkan tubuhnya. Usai melepas seragam dinas, ia berganti pakaian santai. Bukan untuk beristirahat, melainkan bergegas menuju halaman samping rumahnya, tempat puluhan hingga ratusan ternak menunggu.

Di lahan yang tak begitu luas, sekitar 2 x 10 meter, Ichsan memulai rutinitas keduanya hari itu. Tangannya cekatan menabur pakan, mengganti air minum, sekaligus membersihkan kandang ayam dan bebek peliharaannya.

Aktivitas itu ia lakukan dengan santai, bahkan sesekali menikmati suasana, seolah melepas penat setelah seharian bertugas.

Rutinitas ini bukan hanya dilakukan sore hari. Setiap pagi, selepas salat subuh, ia sudah lebih dulu menyambangi kandang. Memberi makan katul, memastikan air minum tersedia, hingga membersihkan kandang menjadi bagian dari kebiasaan yang tak pernah terlewat.

Baca Juga :  Penipuan: Ini Dia “Malinda Dee” Penipu Versi Lokal Purwokerto

“Ini ternak ayam kampung KUB, Mas. Ayam kampung unggul dari Balitbang,” ujarnya sambil memberi makan ayam dan bebek di kandang.

Saat ini, jumlah ayamnya mencapai sekitar 350 ekor. Selain itu, ia juga mulai beternak mentok jumbo, meski masih dalam tahap awal dengan populasi sekitar 30 ekor.

Ketertarikan pada dunia ternak bukanlah hal baru bagi Ichsan. Sejak kecil, ia sudah memiliki keinginan memelihara ayam. Namun, kesibukan sebagai prajurit membuat hobi itu lama terpendam. Hingga akhirnya, awal tahun 2026 menjadi titik awal ia merealisasikan keinginannya.

“Karena ada lahan kosong, sayang kalau tidak dimanfaatkan,” tuturnya.

Dari situlah ia mulai mencari tahu, belajar secara otodidak melalui internet dan YouTube, hingga akhirnya menemukan jenis ayam KUB yang dianggap cocok untuk dibudidayakan.

Perjalanan awal tentu tak selalu mulus. Salah satu tantangan terbesarnya adalah mencari bibit ayam. Ia sempat kesulitan hingga akhirnya menemukan solusi melalui Dinas Peternakan di Ungaran, Kabupaten Semarang.

Dari sana, ia mendapatkan bibit pertama sebanyak 150 ekor, disusul 200 ekor pada periode berikutnya.

Baca Juga :  Tersisa Satu Titik Api di Gunung Lawu, Ahmad Luthfi Perintah kan Penyisiran

Kini, dari total 350 ekor ayam, tingkat keberhasilan hidup mencapai sekitar 90 persen.

“Yang mati hanya beberapa saja, itu pun karena faktor teknis seperti terinjak,” katanya.

Menariknya, di tengah kesibukan sebagai anggota TNI AL, Ichsan tetap mampu mengatur waktu. Ia hanya membutuhkan sekitar satu jam di pagi hari dan satu jam di sore hari untuk mengurus seluruh ternaknya.

Bahkan, pemberian pakan hanya memakan waktu sekitar 10–15 menit, sementara sisanya digunakan untuk membersihkan kandang.

Rutinitas tersebut sama sekali tidak mengganggu pekerjaannya. Setelah urusan ternak selesai di pagi hari, ia langsung bersiap berangkat dan sudah tiba di kantor pukul 07.00 WIB.

Bagi Ichsan, beternak bukan sekadar aktivitas tambahan. Ini adalah cara menyalurkan hobi yang lama tertunda. Namun, di balik itu, ia juga menyimpan harapan sederhana.

“Ya, selain hobi, semoga bisa menghasilkan juga. Minimal buat tambah-tambah beli kopi,” ujarnya sambil tersenyum.

Di tengah hiruk pikuk kota, Ichsan membuktikan bahwa keterbatasan lahan dan kesibukan bukan halangan untuk memulai. Dari halaman sederhana di samping rumah, ia merawat ratusan harapan, yang tumbuh dari hobi, disiplin, dan ketekunan.***

Berita Terkait

Gus Yasin Ingin Gerakan Ekonomi SGN Menjangkau Seluruh Jateng
Kasus Ponpes Sukorharjo, Ahmad Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Ketenteraman
Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP
Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:25 WIB

Gus Yasin Ingin Gerakan Ekonomi SGN Menjangkau Seluruh Jateng

Selasa, 3 November 2026 - 18:39 WIB

Kasus Ponpes Sukorharjo, Ahmad Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Ketenteraman

Selasa, 3 November 2026 - 17:08 WIB

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi

Berita Terbaru