Harga Plastik Naik Drastis, Pemprov Jateng Turun Tangan Jaga Distribusi

- Reporter

Jumat, 10 April 2026 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin Gubernu Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), memastikan tidak akan ada praktik penimbunan plastik di tengah lonjakan harga bahan baku plastik. Di saat yang sama, Pemprov mulai mendorong penggunaan bioplastik sebagai solusi jangka menengah dan panjang yang lebih ramah lingkungan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, July Emmylia, mengatakan, kenaikan harga plastik dipicu gangguan pasokan global akibat ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz. Kondisi tersebut berdampak langsung pada lonjakan harga naphta, bahan baku utama plastik.

“Harga naphta naik signifikan dari sekitar 600 dolar AS per ton menjadi 900 dolar AS per ton. Ini yang kemudian mendorong kenaikan harga plastik di tingkat industri,” ujar Emmy saat ditemui di kantornya, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, dampak paling besar dirasakan pelaku usaha sektor makanan dan minuman, khususnya industri kecil dan menengah (IKM) serta UMKM. Hal ini karena plastik digunakan sebagai kemasan utama dalam proses produksi.

Baca Juga :  Buruh Apresiasi Keberanian Ahmad Luthfi Tetapkan Alfa 0,9% UMP 2026

“Tekanan paling berat dirasakan IKM maupun UKM sektor pangan, karena penggunaan plastik sangat intens sebagai kemasan utama. Sektor lain seperti furnitur dan tekstil tetap terdampak, namun tidak sebesar itu,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemprov Jawa Tengah menyiapkan langkah cepat dengan memperketat pengawasan distribusi plastik di lapangan. Pengawasan akan dilakukan bersama aparat kepolisian guna mencegah praktik penimbunan oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan.

“Dalam jangka pendek kami akan turun bersama kepolisian untuk memastikan tidak ada penimbunan plastik, sekaligus menjaga stabilitas distribusi,” tegas Emmy.

Selain itu, Pemprov juga akan kembali menguatkan kampanye pengurangan plastik sekali pakai di masyarakat. Edukasi penggunaan alternatif seperti tumbler, tas belanja pakai ulang, dan pengurangan konsumsi plastik menjadi fokus utama.

Di sisi lain, untuk jangka menengah hingga panjang, Pemprov Jawa Tengah mulai mendorong penggunaan bioplastik berbahan baku lokal, seperti pati singkong. Meski harganya relatif lebih tinggi, langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari transisi menuju industri yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga :  Sumarno: Kesiapan Dini Kunci Sukses Pelaksanaan APBD Jateng 2026

“Substitusi bisa dimulai bertahap, sekitar 20 hingga 30 persen, sebelum nantinya beralih lebih luas ke bahan ramah lingkungan,” ujarnya.

Pemprov juga mendorong pelaku industri untuk bertransformasi menuju konsep industri hijau. Salah satunya melalui pemanfaatan energi terbarukan, seperti panel surya yang dinilai mampu menekan biaya produksi hingga 20 persen.

“Efisiensi energi ini diharapkan bisa menutup kenaikan biaya akibat penggunaan bahan ramah lingkungan,” tambahnya.

Emmy pun mengajak masyarakat dan pelaku UMKM untuk mulai beradaptasi dengan perubahan tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat dan UMKM untuk mulai beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan. Tantangan ini justru bisa menjadi peluang untuk bertransformasi,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru