Longsor di Cilibur Brebes, Ahmad Luthfi Dorong Percepatan Perbaikan Jalan dan Fasilitas Sekolah

- Reporter

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta percepatan penanganan dampak tanah longsor di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Saat meninjau langsung lokasi pada Rabu (11/3/2026), Gubernur menegaskan akses jalan yang ambrol dan bangunan sekolah yang terdampak, harus segera ditangani agar tidak mengganggu aktivitas warga dan proses belajar siswa.

Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi didampingi Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, serta Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin.

Longsor terjadi akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak awal Maret 2026. Debit Sungai Longkrang meningkat dan menggerus tebing sungai, hingga memicu kejenuhan tanah dan longsor pada 1 Maret 2026.

Kondisi memburuk setelah hujan deras kembali turun pada 8 Maret 2026. Tebing sungai kembali tergerus dan menyebabkan longsor yang menghilangkan badan jalan penghubung antardesa dan antarkecamatan, serta merusak bangunan di SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut.

Baca Juga :  KAI Imbau Pelanggan Perhatikan Perubahan Jadwal KA di Daop 4 Semarang

Meninjau langsung lokasi longsor, Ahmad Luthfi menegaskan, akses jalan harus segera dipulihkan karena menjadi jalur vital bagi mobilitas warga.

“Jalan harus segera dibikin. Teknisnya nanti didiskusikan dulu karena ini jalan kabupaten. Kabupaten menyiapkan alternatif, provinsi akan melakukan intervensi,” kata Ahmad Luthfi saat memimpin rapat tindak lanjut penanganan di lokasi.

Selain infrastruktur jalan, Gubernur juga meminta percepatan penanganan sekolah yang terdampak. Longsor menyebabkan bangunan kamar mandi roboh dan sebagian bangunan lain di sekolah tersebut terancam runtuh. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar untuk sementara dipindahkan ke gedung Madrasah Diniyah Muhammadiyah yang berjarak sekitar 200-300 meter dari lokasi.

“Anak-anak sekolah tidak boleh berhenti. Kepala sekolah segera melapor ke dinas terkait jika ada kekurangan. Meskipun SMP menjadi kewenangan kabupaten, provinsi akan ikut membantu,” ujar Ahmad Luthfi.

Kepala DPUPR Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan, saat ini terdapat dua opsi penanganan akses jalan yang ambrol. Pertama, merelokasi jalan dengan memanfaatkan tanah bengkok di sekitar lokasi. Kedua, tetap menggunakan jalur eksisting dengan membangun talud atau penahan tebing sungai yang longsor.

Baca Juga :  Gerakan Santri Menulis Dapat Dukungan Wagub untuk Perkuat Kompetensi Literasi

“Untuk alternatif kedua, kemungkinan gedung paling depan harus dibongkar agar akses jalan bisa dibuka kembali. Setelah itu penanganan dilanjutkan di tikungan jalan yang terdampak longsor,” katanya.

Sementara itu, Kepala SM Muhammadiyah 3 Paguyangan, Ahmad Najib, memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal meski dipindahkan sementara.

“Jumlah siswa kami ada 108 orang. Untuk sementara menggunakan gedung Madrasah Diniyah Muhammadiyah sekitar 200 meter dari lokasi. Kegiatan belajar masih berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak sekolah bersama Amal Usaha Muhammadiyah telah menyiapkan lokasi alternatif untuk relokasi sekolah. Usulan tersebut sudah dilaporkan kepada dinas terkait dan tinggal menunggu proses pengecekan. Relokasi sekolah dinilai penting agar proses pendidikan dapat berlangsung aman dan tidak terdampak risiko longsor susulan.*

Berita Terkait

Kendala Deposit Rp200 Juta, Pemprov Jateng Dorong ASN Jadi Penopang
Nawal Yasin Tekankan Peran Majelis Ilmu dalam Pendidikan Anak
Nawal Yasin Ajak Pelajar Asah Berpikir Kritis Melalui Literasi
Guru PAUD di Kendal Dapat Pesan Khusus dari Nawal Yasin
Nawal Yasin: Pesantren dan Literasi Tak Terpisahkan, Santri Harus Berkarya
Gus Yasin Ajak ITHLA Hidupkan Arab Pegon untuk Perkuat Diplomasi Internasional
Vokasi Jateng Cetak Tenaga Kerja Terampil, 90 Persen Lulusan Langsung Bekerja
Kuliah Ramadan di UNS, Wagub Taj Yasin dan Ning Nawal Bahas Kepemimpinan Nabi Muhammad

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 15:14 WIB

Kendala Deposit Rp200 Juta, Pemprov Jateng Dorong ASN Jadi Penopang

Sabtu, 11 April 2026 - 08:56 WIB

Nawal Yasin Tekankan Peran Majelis Ilmu dalam Pendidikan Anak

Jumat, 10 April 2026 - 19:00 WIB

Nawal Yasin Ajak Pelajar Asah Berpikir Kritis Melalui Literasi

Rabu, 8 April 2026 - 10:44 WIB

Guru PAUD di Kendal Dapat Pesan Khusus dari Nawal Yasin

Selasa, 7 April 2026 - 20:03 WIB

Nawal Yasin: Pesantren dan Literasi Tak Terpisahkan, Santri Harus Berkarya

Berita Terbaru