Dosen USM Edukasi Karang Taruna soal Etika Konten Digital dan Jurnalisme Warga

- Reporter

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Peningkatan Kapasitas Komunikasi Publik melalui Pelatihan dan Pendampingan Produksi Konten Digital Beretika dan Sensitif Gender bagi Karang Taruna Bangetayu Wetan”, Minggu (17/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam bentuk sosialisasi tersebut diikuti anggota Karang Taruna Kelurahan Bangetayu Wetan. Program ini bertujuan meningkatkan wawasan dan kesadaran peserta dalam memproduksi konten media sosial yang informatif mengenai aktivitas karang taruna, dengan tetap memperhatikan etika komunikasi publik dan etika bermedia digital.

Lima dosen Ilmu Komunikasi Universitas Semarang yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Hilda Rahmah, Dr. Sri Syamsiyah Lestari Sjafiie, Dr. Yuliyanto Budi Setiawan, Kharisma Ayu Febriana, dan Yoma Bagus Pamungkas.

Ketua kegiatan, Hilda Rahmah, membuka acara dengan memaparkan pentingnya pendidikan tinggi bagi generasi muda. Menurutnya, pendidikan di perguruan tinggi dapat mempertajam pola pikir sekaligus meningkatkan peluang karier di masa depan.

“Banyak orang yang memilih untuk bekerja terlebih dahulu, baru kemudian kuliah setelah merasa cukup. Hal ini dilakukan karena mereka merasa bahwa kuliah itu penting untuk memperluas pola pikir dan meningkatkan peluang karier mereka di dunia kerja,” ujar Hilda.

Baca Juga :  Wujudkan Ketahanan Pangan, Wagub Taj Yasin Dorong Lahan Tidur Bisa Digarap

Selain itu, Hilda juga memberikan materi mengenai etika produksi konten digital. Ia menekankan pentingnya mematuhi etika dalam membuat konten media sosial, seperti menghindari hoaks, menjaga privasi orang lain, serta mempertahankan kredibilitas dalam bermedia sosial.

Materi berikutnya disampaikan Yoma Bagus Pamungkas yang membahas prinsip dan etika dalam bermedia digital. Menurutnya, konten yang menarik harus relevan, jelas, singkat, memiliki visual yang baik, serta mengandung unsur ajakan atau call to action.

“Konten yang menarik pasti memiliki gabungan visual, audio, serta caption yang menarik. Hook atau tarikan pada awal konten juga sangat penting agar audiens tertarik menonton secara utuh,” kata Yoma.

Sementara itu, Sri Syamsiyah Lestari Sjafiie menyoroti pentingnya etika jurnalisme, termasuk konsep jurnalisme warga. Ia menjelaskan bahwa media sosial karang taruna dapat menjadi wadah penyebaran informasi aktual dan faktual dari masyarakat.

Baca Juga :  Program MBG dan Revitalisasi SMAN 1 Cilacap Dapat Apresiasi Siswa

“Dalam membuat jurnalisme warga, pemberian informasi harus tetap menganut etika jurnalistik. Berita yang diberikan harus faktual, orisinal, serta memperhatikan unsur 5W+1H agar kualitasnya setara dengan berita profesional,” jelas Sri Syamsiyah.

Berbeda dengan materi sebelumnya, Yuliyanto Budi Setiawan membahas isu komunikasi gender di media sosial. Ia menilai ruang digital saat ini semakin mengkhawatirkan karena maraknya kejahatan siber berbasis gender, seperti doxing, sextortion, revenge porn, hingga child grooming.

Menurut Yuliyanto, praktik objektifikasi perempuan dalam konten promosi di media sosial turut memperburuk situasi dan membuat ruang digital menjadi tidak aman bagi perempuan.

Adapun materi penutup disampaikan Kharisma Ayu Febriana mengenai manajemen risiko dalam komunikasi organisasi. Ia menjelaskan bahwa risiko komunikasi dapat muncul dalam bentuk keterlambatan pesan, informasi yang tidak lengkap, maupun ambiguitas dalam penyampaian pesan.

“Dalam komunikasi organisasi, risiko dapat berupa pesan yang terlambat, tidak lengkap, serta ambiguitas,” ungkap Kharisma.***

Berita Terkait

Pemprov Jateng Revitalisasi Dua SD Roboh, Gubernur Luthfi Minta Sekolah Rawan Dipetakan
942 Orang Daftar Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng, 15 Orang Lolos Kuliah Luar Negeri
Sekda Jateng Tekankan Kolaborasi Orang Tua, Guru, dan Pemerintah Kunci Pendidikan Anak Berkualitas
Sekolah Rakyat Jateng Siap Dibuka 31 Juli, Pemprov Pastikan Fasilitas Tak Ala Kadarnya
PAUD EMAS Jawa Tengah Segera Diluncurkan, Posyandu Ikut Jadi Ruang Belajar Anak
Gus Yasin Ingin Pendidikan Vokasi Berkesinambungan dari SMP hingga Perguruan Tinggi
Dialog Bareng Siswa, Wagub Taj Yasin Beri Hadiah Sepeda dan Soroti Kekurangan Guru
Taj Yasin Perluas Kerja Sama Internasional, Pesantren Jateng dan Malaka Siap Berkolaborasi

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:19 WIB

Pemprov Jateng Revitalisasi Dua SD Roboh, Gubernur Luthfi Minta Sekolah Rawan Dipetakan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:11 WIB

942 Orang Daftar Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng, 15 Orang Lolos Kuliah Luar Negeri

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sekda Jateng Tekankan Kolaborasi Orang Tua, Guru, dan Pemerintah Kunci Pendidikan Anak Berkualitas

Senin, 20 Juli 2026 - 15:20 WIB

Sekolah Rakyat Jateng Siap Dibuka 31 Juli, Pemprov Pastikan Fasilitas Tak Ala Kadarnya

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:58 WIB

PAUD EMAS Jawa Tengah Segera Diluncurkan, Posyandu Ikut Jadi Ruang Belajar Anak

Berita Terbaru