Gubernur Minta Bank Jateng Maksimalkan Kinerja dan CSR untuk Rakyat

- Reporter

Jumat, 27 Februari 2026 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Bank Jateng mencatatkan kinerja gemilang sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di antara Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia (BPDSI), sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai BPD paling sehat secara nasional.

Capaian itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat memimpin Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Bhimasena Hall, Kantor Pusat Bank Jateng, Kota Semarang, Jumat, 27 Februari 2026.

“Bank Jateng itu bank paling sehat di seluruh Indonesia,” ujar Ahmad Luthfi.

Menurut dia, laba usaha tersebut telah didistribusikan dalam bentuk dividen kepada para pemegang saham, yakni Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah, serta sebagian dialokasikan sebagai cadangan umum untuk memperkuat struktur permodalan.

Baca Juga :  Pariwisata dan Ekonomi Syariah Jadi Lokomotif Baru Pertumbuhan Jateng

Sebagai pemegang saham pengendali (PSP), Ahmad Luthfi meminta jajaran direksi terus meningkatkan kinerja pada 2026. Ia juga menekankan pentingnya peran Bank Jateng dalam mendukung program strategis pemerintah daerah, termasuk pengentasan kemiskinan, penanganan kebencanaan, serta penyaluran tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Jawa Tengah sangat menarik untuk sentral pembangunan nasional. Saya ingin kekompakan bupati dan wali kota tetap kita jaga dan pertahankan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah sekaligus Dewan Komisaris Bank Jateng, Sumarno, menyampaikan, sepanjang 2025 perseroan mampu mempertahankan predikat sebagai bank sehat dengan kinerja bisnis yang solid.

Total aset Bank Jateng tercatat menembus Rp 100,066 triliun. Selain itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit juga menunjukkan kinerja positif. Adapun laba usaha sebelum pajak tercatat sebesar Rp 1,871 triliun.

Baca Juga :  Jateng Mantapkan KITB sebagai Magnet Investasi Berbasis Energi Terbarukan

Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro, menambahkan capaian tersebut diraih di tengah dinamika perekonomian global. Laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun pada 2025 tumbuh 11,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Aset Bank Jateng juga baru tahun ini bisa tembus Rp 100 triliun. Mudah-mudahan Bank Jateng semakin besar dan terus berkembang,” ujarnya.

Dengan kinerja tersebut, Bank Jateng dinilai semakin memperkuat posisinya sebagai motor penggerak ekonomi daerah dan mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan di Jawa Tengah maupun nasional.*

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru