Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Tujuh Proyek Energi Hijau di Jateng

- Reporter

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kembali agresif memburu investasi asing. Di hadapan puluhan pengusaha asal Tiongkok, ia menawarkan peluang investasi besar di sektor energi baru terbarukan (EBT) hingga pengolahan sampah menjadi energi listrik di Jawa Tengah.

Promosi itu dilakukan Ahmad Luthfi saat menghadiri Pertukaran Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok-Indonesia dalam rangka Program DBA Entrepreneur Scholar Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) Angkatan 12 di Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (22/5/2026) malam.

Forum ini dihadiri sejumlah investor dan pimpinan perusahaan besar asal Tiongkok yang telah menanamkan modal di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi yang memimpin Jateng duet Wagub Taj Yasin, menegaskan Jawa Tengah terus membuka diri terhadap investasi global. Menurutnya, posisi geografis, kesiapan kawasan industri, dan pertumbuhan ekonomi menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini. Tiongkok dan seluruh negara kami undang ke Provinsi Jawa Tengah karena dari segi geologi, strategi, dan tipologi menjadi hub ekonomi,” kata Luthfi.

Ia memaparkan, realisasi investasi di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai Rp 110,02 triliun. Nilai tersebut terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 50,86 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 37,64 triliun, serta UMKM Rp 21,52 triliun.

Baca Juga :  Touring Vespa Sambil Pantau SPBU, Gus Yasin Pastikan Stok BBM Jateng Aman Saat Lebaran

Sementara pada triwulan I 2026, investasi di Jawa Tengah telah menembus Rp 23,02 triliun dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,89 persen.

Menurut Luthfi, saat ini Jawa Tengah memiliki tujuh kawasan industri dan ekonomi khusus yang telah berjalan. Selain itu, sebanyak 12 daerah tengah menyiapkan kawasan industri dan ekonomi khusus baru untuk mendukung pemerataan investasi dan pertumbuhan ekonomi.

“Tiongkok menjadi salah satu negara asal investasi tertinggi di Jawa Tengah, nilainya mencapai sekitar Rp 10,13 triliun,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Ahmad Luthfi juga menawarkan sedikitnya tujuh proyek energi baru terbarukan yang siap dikerjasamakan dengan investor. Proyek itu meliputi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), mikrohidro, biogas, biomassa, gas rawa, waste to energy, hingga panas bumi atau geothermal.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serius mengembangkan energi ramah lingkungan sekaligus menyelesaikan persoalan sampah melalui investasi teknologi pengolahan modern.

Baca Juga :  Mandiri Investasi, BSI, Mandiri Sekuritas, Pegadaian dan Deutsche Bank Hadirkan Reksa Dana Bursa Emas Syariah Pertama di Indonesia

“Kami membuka peluang lebar-lebar bagi investasi pengolahan sampah di Jawa Tengah sehingga akan membantu kami dalam rangka energi terbarukan,” katanya.

Sementara itu, CEO PT WOOK Global Technology, Cu Longhua, mengatakan, forum tersebut mempertemukan banyak pengusaha lintas sektor dengan potensi kerja sama yang besar antara Indonesia dan Tiongkok.

Menurutnya, perusahaan-perusahaan yang hadir memiliki keunggulan di bidang perlindungan lingkungan, pengolahan limbah padat, energi baru, teknologi digital, manufaktur berteknologi tinggi, hingga pertanian modern.

“Saat ini Presiden Prabowo sangat serius mendorong pengelolaan sampah menjadi pembangkit listrik. Kami adalah perusahaan terkemuka di industri ini di Tiongkok,” ujarnya.

Hal senada disampaikan CEO AAC Technologies Holdings, Benjamin Pan. Ia menilai Indonesia, khususnya Jawa Tengah, memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan industri dan manufaktur di Asia Tenggara.

Menurut Benjamin, pengusaha Tiongkok siap membawa teknologi, modal, dan sumber daya industri untuk dikolaborasikan dengan potensi pasar Indonesia.

“Kami melihat kemungkinan kolaborasi yang tak terbatas. Kami ingin bersama-sama mendukung pembangunan industri berkualitas tinggi di Indonesia,” katanya.***

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru