Warga Korban Banjir Manfaatkan Water Treatment Mobile Bantuan Kemenko Polkam

- Reporter

Selasa, 27 Januari 2026 - 07:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Sebanyak 20 unit mobil Water Treatment (penjernih air) berteknologi Reverse Osmosis bantuan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) telah beroperasi optimal di lokasi bencana banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Keberadaan fasilitas penjernih air bergerak ini menjadi solusi krusial bagi masyarakat yang masih berada di pengungsian dan mengalami keterbatasan akses air bersih. Mobil Water Treatment tersebut mampu mengolah air keruh dan tercemar menjadi air bersih yang layak konsumsi, sekaligus mendukung kebutuhan sanitasi warga terdampak.

Dengan kapasitas produksi yang memadai, setiap unit mampu melayani kebutuhan air bersih bagi ratusan hingga ribuan warga setiap harinya.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menegaskan bahwa pengadaan mobil penjernih air ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat saat terjadi bencana.

“Yang terpenting dari bantuan mobil penjernih air ini adalah kemampuannya memberikan solusi sementara bagi kehidupan dasar masyarakat di lokasi terdampak. Saya berharap 20 unit mobil ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu warga yang terdampak banjir,” ujar Menko Polkam saat berada di Dermaga Satuan Angkutan Perairan TNI AD, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi Kemenko Polkam.

Baca Juga :  Irma Suryani Ajak Semua Elemen Bersama Mengawal Kinerja SPPG dalam Program MBG

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam percepatan penanganan bencana, khususnya dalam penyediaan layanan dasar bagi masyarakat.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Setmenko Polkam, Honi Havana, MMDS, dalam keterangannya kepada wartawan pada Senin (26/1/2026), menjelaskan bahwa penyaluran dan pengoperasian fasilitas Water Treatment dilakukan melalui kerja sama erat dengan TNI Angkatan Darat.

“Dalam pelaksanaan bantuan ini, Kemenko Polkam bekerja sama dengan TNI AD, khususnya satuan teritorial di wilayah terdampak. Seluruh unit telah disalurkan dan dioperasionalkan secara optimal, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelas Honi.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, fasilitas penjernih air tersebut telah berfungsi efektif di berbagai titik lokasi bencana. Di Tanjung Raya dan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, warga memanfaatkan air hasil pengolahan dengan menggunakan galon yang didistribusikan dan dibantu oleh personel Kodim setempat.

Baca Juga :  Hujan Belum Merata, Pemerintah Siagakan Ribuan Personel Tangani Karhutla

Fasilitas serupa juga beroperasi dengan baik di Paya Jeget, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, serta sejumlah titik pengungsian lainnya. Kehadiran personel TNI AD dalam mendukung operasional, distribusi, dan pengamanan fasilitas turut memastikan layanan air bersih berjalan berkelanjutan.

“Dari hasil pantauan kami, masyarakat sangat terbantu. Proses pengambilan air berjalan tertib, terorganisasi, dan melibatkan aparat kewilayahan. Ini menjadi bukti sinergi pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah berjalan dengan baik,” tambah Honi.

Kemenko Polkam memastikan pemantauan operasional bantuan Water Treatment akan terus dilakukan secara berkala guna menjamin keberlanjutan layanan air bersih selama masa tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.

Melalui bantuan ini, Kemenko Polkam berharap masyarakat terdampak dapat memperoleh akses air bersih yang memadai, sehingga risiko penyakit, gangguan kesehatan, dan permasalahan sanitasi dapat diminimalkan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana alam.***

Berita Terkait

Sinergi Kuat Manajemen dan SP PLN: Perjuangkan Kesejahteraan Pegawai Pelosok Negeri dan Tegas Kawal Penolakan Power Wheeling
Rapat Akbar SP PLN Tolak Privatisasi Terselubung dan Dominasi Swasta di Sektor Kelistrikan
Wapres Gibran Dengarkan Keluhan Warga Cilacap, Sekda Jateng Siap Tindak Lanjuti Aspirasi
Ketua INTI Jateng Apresiasi Program Pasti Ada Solusi Kementerian Hukum RI
Buka Kongres Pendeta, Gibran Minta Maaf soal Kasus Intoleransi
BULOG Torehkan Sejarah, Pengadaan Beras 2026 Lampaui Target Capai 4 Juta Ton
Insiden KA Argo Bromo Anggrek: Aliansi Desak Audit Total, Soroti Sistem Persinyalan
Menko Polkam Tegaskan Karhutla Harus Segera Dipadamkan, Kesehatan Warga Diperhatikan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Sinergi Kuat Manajemen dan SP PLN: Perjuangkan Kesejahteraan Pegawai Pelosok Negeri dan Tegas Kawal Penolakan Power Wheeling

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Rapat Akbar SP PLN Tolak Privatisasi Terselubung dan Dominasi Swasta di Sektor Kelistrikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Wapres Gibran Dengarkan Keluhan Warga Cilacap, Sekda Jateng Siap Tindak Lanjuti Aspirasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Ketua INTI Jateng Apresiasi Program Pasti Ada Solusi Kementerian Hukum RI

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Buka Kongres Pendeta, Gibran Minta Maaf soal Kasus Intoleransi

Berita Terbaru