Wagub Taj Yasin Ajak Generasi Muda Meneladani Jejak Pengabdian Prof Erfan Soebahar

- Reporter

Senin, 6 Juli 2026 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan generasi muda, meneladani sosok ulama sekaligus akademisi yang mampu mengabdikan ilmu bagi kemajuan pendidikan dan kehidupan beragama.

Hal tersebut disampaikan Gus Yasin saat menghadiri peluncuran buku Biografi 70 tahun Prof Erfan Soebahar: Jejak Langkah Pendidik, Pendakwah, dan Pemimpin Inspirarif, di Universitas Islam Negeri (UIN), Semarang, Senin, 6 Juli 2026.

Gus Yasin, sapaan akrabnya mengatakan, pengabdian Prof Erfan tidak hanya tercermin dari kiprahnya sebagai dosen, akademisi, dan penulis. Tetapi juga dari dedikasinya dalam membina kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

“Beliau selama 70 tahun pengabdiannya menjadi dai, menjadi kiai, menjadi akademisi, profesor, hingga guru besar di kampus. Pengabdiannya luar biasa, bukan hanya dalam dunia akademik, tetapi juga dalam kehidupan keagamaan masyarakat,” kata Gus Yasin, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Menurutnya, keteladanan menjadi nilai utama yang harus diwariskan kepada generasi penerus. Bahkan, lanjutnya, di usia 70 tahun, tokoh tersebut masih dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang.

Baca Juga :  Pesantren Diminta Benahi Pola Senioritas, Wagub: Hukuman Harus Mendidik

“Ini yang harus kita teladani. Bukan hanya ilmu yang beliau sampaikan, tetapi juga karya-karya dan tinta yang beliau tuliskan. Semua itu menjadi warisan yang sangat berharga,” ujarnya.

Gus Yasin berharap, semangat menulis, membaca, dan mengembangkan ilmu pengetahuan tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi juga menginspirasi masyarakat luas.

“Jangan sampai hanya selesai di kampus. Semangat ini harus disampaikan kepada masyarakat agar memotivasi generasi penerus untuk gemar membaca dan gemar menulis,” tuturnya.

Menurutnya, Prof Erfan telah memadukan keilmuan pesantren dengan tradisi akademik di perguruan tinggi. Perpaduan tersebut melahirkan pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.

“Beliau mampu menggabungkan ilmu keagamaan pesantren dengan keilmuan akademik di kampus. Kesabaran beliau dalam mengajar juga menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” ucapnya.

Lebih lanjut, Gus Yasin menegaskan, dunia pendidikan saat ini membutuhkan figur-figur teladan. Bukan sekadar orang yang memiliki kecerdasan intelektual.

“Banyak orang pintar, tetapi belum tentu menjadi teladan. Untuk sampai pada derajat uswah itu tidak mudah. Rasulullah disebut sebagai uswah karena bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga memberikan contoh dalam perilaku. Di era seperti sekarang, yang kita butuhkan bukan hanya ilmuwan, tetapi juga sosok yang menjadi teladan bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Jateng Borong Anugerah Data Pendidikan 2025, Diapresiasi atas Pemanfaatan Data yang Konsisten

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Mokh. Sya’roni menyampaikan, buku profil tersebut merekam perjalanan panjang Prof. Erfan dalam dunia akademik. Mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Meskipun telah memasuki masa purnatugas sebagai akademisi, dedikasi Prof. Erfan tidak berhenti. Hingga saat ini, ia masih mengemban amanah sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang untuk masa bakti hingga 2030.

“Pengabdian beliau tidak berhenti ketika purna dari kampus. Masih banyak ruang pengabdian yang dapat terus beliau jalankan sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, forum penghormatan tersebut merupakan tradisi yang didedikasikan bagi para guru besar yang telah menuntaskan masa pengabdiannya di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora maupun UIN Walisongo Semarang.***

Berita Terkait

Pemprov Jateng Revitalisasi Dua SD Roboh, Gubernur Luthfi Minta Sekolah Rawan Dipetakan
942 Orang Daftar Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng, 15 Orang Lolos Kuliah Luar Negeri
Sekda Jateng Tekankan Kolaborasi Orang Tua, Guru, dan Pemerintah Kunci Pendidikan Anak Berkualitas
Sekolah Rakyat Jateng Siap Dibuka 31 Juli, Pemprov Pastikan Fasilitas Tak Ala Kadarnya
PAUD EMAS Jawa Tengah Segera Diluncurkan, Posyandu Ikut Jadi Ruang Belajar Anak
Gus Yasin Ingin Pendidikan Vokasi Berkesinambungan dari SMP hingga Perguruan Tinggi
Dialog Bareng Siswa, Wagub Taj Yasin Beri Hadiah Sepeda dan Soroti Kekurangan Guru
Taj Yasin Perluas Kerja Sama Internasional, Pesantren Jateng dan Malaka Siap Berkolaborasi

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:19 WIB

Pemprov Jateng Revitalisasi Dua SD Roboh, Gubernur Luthfi Minta Sekolah Rawan Dipetakan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:11 WIB

942 Orang Daftar Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng, 15 Orang Lolos Kuliah Luar Negeri

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sekda Jateng Tekankan Kolaborasi Orang Tua, Guru, dan Pemerintah Kunci Pendidikan Anak Berkualitas

Senin, 20 Juli 2026 - 15:20 WIB

Sekolah Rakyat Jateng Siap Dibuka 31 Juli, Pemprov Pastikan Fasilitas Tak Ala Kadarnya

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:58 WIB

PAUD EMAS Jawa Tengah Segera Diluncurkan, Posyandu Ikut Jadi Ruang Belajar Anak

Berita Terbaru