Menko Polkam: Generasi Muda Jangan Sampai Terpapar Disinformasi dan Ujaran Kebencian

- Reporter

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam – Penyebaran disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian di ruang digital menjadi tantangan serius yang perlu diwaspadai seluruh elemen bangsa. Arus informasi yang semakin masif tidak hanya berpotensi mengganggu persatuan nasional, tetapi juga memengaruhi cara berpikir generasi muda sehingga diperlukan peran aktif semua pihak untuk menghadirkan informasi yang benar dan membangun.

Demikian disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago dalam kegiatan “Silaturahmi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Tokoh Masyarakat Kepulauan Riau” yang diselenggarakan di Markas Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, Kota Batam, Jumat (03/07/2026).

“Kalau boleh saya katakan, perang kita sekarang sudah bukan perang di medan biasa lagi, tetapi perang di medan digital. Kita harus banyak memberikan informasi kepada rakyat kita, jangan sampai ruang digital diisi oleh disinformasi, fitnah, dan kebencian,” ujar Menko Polkam.

Ia menilai, penyebaran informasi yang tidak benar menjadi ancaman serius apabila terus dikonsumsi oleh generasi muda tanpa kemampuan menyaring informasi secara kritis.

“Yang saya khawatirkan adalah kalimat-kalimat yang ada di situ diserap oleh anak-anak kita sebagai penerus bangsa, tentunya ini yang bisa merusak. Kita tidak bisa menitipkan bangsa ini kepada generasi muda yang mudah terhasut konten disinformasi, fitnah, dan kebencian,” tegasnya.

Baca Juga :  Perkuat Gizi Anak Papua, Sosialisasi Modul Program MBG Digelar di Jayapura

Menko Polkam pun mengajak seluruh unsur pemerintah, Forkopimda, dan tokoh masyarakat untuk aktif memenuhi ruang digital dengan informasi yang benar, akurat, dan membangun. “Kita harus banyak dan rajin memberikan informasi kepada rakyat kita,” ujar Menko Polkam.

Selanjutnya, Menko Djamari juga menyampaikan apresiasi atas capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau yang mencapai lebih dari tujuh persen dan menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan keberhasilan para pimpinan daerah dan rakyatnya dalam menciptakan stabilitas keamanan dan kepastian yang mampu meningkatkan kepercayaan investor.

“Ini adalah suatu penciptaan kondisi yang memungkinkan dan memberikan kenyamanan sehingga para investor mau datang. Saya memuji dan menghargai itu,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi yang sangat kondusif bagi investor bukan pekerjaan satu kelompok atau satu pemerintahan, tetapi merupakan akumulasi kerja sama seluruh pihak.

Meski demikian, Menko Polkam mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat termasuk diantaranya mengurangi tingkat kemiskinan.

Baca Juga :  Cek Kesiapan Mudik di Yogyakarta, Menko Polkam Tekankan Disiplin dan Respons Cepat

“Pertumbuhan ekonomi tersebut harus juga dirasakan oleh rakyat kita, karena (pertumbuhan ekonomi) setinggi apa pun tetap tujuannya adalah untuk menyejahterakan rakyat dan menurunkan angka kemiskinan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Polkam menekankan kepada forum untuk terus menjaga kekompakan agar iklim investasi yang telah terbangun dengan baik di Kepulauan Riau.

“Tidak ada persoalan yang sulit apabila pekerjaan kita lakukan bersama-sama. Di sinilah peran Forkopimda, kepala daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh warga. Jaga betul kekompakan di antara kita agar kondisi yang baik ini tetap terpelihara,” pungkas Menko Polkam.

Hadir dalam kegiatan tersebut para pejabat dari Kepulauan Riau yaitu Gubernur, Kapolda, ⁠Pangkogabwilhan I, ⁠Pangdam XIX/Tuanku Tambusai,Pangkoarmada I, ⁠Dankodaeral IV, ⁠Kajati, ⁠Kepala dan Wakil Kepala BP Batam, ⁠Kabinda, ⁠Kepala Zona Bakamla Wilayah Barat, ⁠Kepala BNN, Danlanud Hangnadiem, ⁠Para Bupati dan Walikota Se-Provinsi Kepulauan Riau, ⁠Para Rektor Universitas, ⁠Para Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat Se-Provinsi Kepuluan Riau. Menko Polkam turut didampingi oleh Sesmenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, para Deputi II, III, dan IV, serta Staf Khusus Menko Polkam.***

Berita Terkait

Sinergi Kuat Manajemen dan SP PLN: Perjuangkan Kesejahteraan Pegawai Pelosok Negeri dan Tegas Kawal Penolakan Power Wheeling
Rapat Akbar SP PLN Tolak Privatisasi Terselubung dan Dominasi Swasta di Sektor Kelistrikan
Wapres Gibran Dengarkan Keluhan Warga Cilacap, Sekda Jateng Siap Tindak Lanjuti Aspirasi
Ketua INTI Jateng Apresiasi Program Pasti Ada Solusi Kementerian Hukum RI
Buka Kongres Pendeta, Gibran Minta Maaf soal Kasus Intoleransi
BULOG Torehkan Sejarah, Pengadaan Beras 2026 Lampaui Target Capai 4 Juta Ton
Insiden KA Argo Bromo Anggrek: Aliansi Desak Audit Total, Soroti Sistem Persinyalan
Menko Polkam Tegaskan Karhutla Harus Segera Dipadamkan, Kesehatan Warga Diperhatikan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Sinergi Kuat Manajemen dan SP PLN: Perjuangkan Kesejahteraan Pegawai Pelosok Negeri dan Tegas Kawal Penolakan Power Wheeling

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Rapat Akbar SP PLN Tolak Privatisasi Terselubung dan Dominasi Swasta di Sektor Kelistrikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Wapres Gibran Dengarkan Keluhan Warga Cilacap, Sekda Jateng Siap Tindak Lanjuti Aspirasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Ketua INTI Jateng Apresiasi Program Pasti Ada Solusi Kementerian Hukum RI

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Buka Kongres Pendeta, Gibran Minta Maaf soal Kasus Intoleransi

Berita Terbaru