Warga Demak Terima Bantuan 30 Kilogram Beras, Bulog Targetkan Penyaluran Tuntas September

- Reporter

Minggu, 13 September 2026 - 22:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEMAK – Perum Bulog Kantor Cabang Semarang mulai mendistribusikan bantuan pangan beras untuk masyarakat Kabupaten Demak. Penyaluran kali ini sekaligus mencakup kebutuhan tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.

Sebanyak 198.757 penerima bantuan pangan (PBP) tercatat mendapatkan bantuan tersebut. Total beras yang disiapkan mencapai 5.962 ton 710 kilogram.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah, mengatakan pola penyaluran tiga bulan sekaligus membuat setiap penerima mendapatkan 30 kilogram beras.

“Jadi bantuan ini diberikan sekaligus untuk tiga bulan. Kalau setiap bulannya masyarakat menerima 10 kilogram, maka dalam penyaluran kali ini masing-masing PBP mendapatkan 30 kilogram beras,” jelas Rendy saat memantau pembagian bantuan di Balai Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Demak.

Penyaluran telah dimulai sejak awal September dan ditargetkan seluruhnya rampung pada pekan ketiga bulan ini. Setelah itu, Bulog akan melakukan evaluasi untuk memastikan tidak ada masyarakat yang masuk daftar penerima namun belum memperoleh bantuan.

“Penyalurannya baru berjalan sejak awal September, tetapi sampai sekarang sudah sekitar 47 persen yang tersalurkan. Artinya hampir setengah dari total alokasi sudah dibagikan. Kami optimistis seluruhnya dapat diselesaikan pada pekan ketiga September,” ujarnya.

Baca Juga :  Marak Penipuan Mengatasnamakan CPI, Konsumen Diimbau Bertransaksi di Gerai Resmi

Menurut Rendy, waktu evaluasi setelah penyaluran juga diperlukan untuk mencermati administrasi serta menindaklanjuti apabila ditemukan penerima yang belum mendapatkan bantuan.

Dari sisi mutu, Bulog memastikan beras yang dibagikan telah memenuhi ketentuan kualitas beras medium. Standarnya mencakup butiran patah maksimal 25 persen, menir maksimal 2 persen, serta derajat sosoh 95 persen.

Rendy juga menegaskan beras bantuan pangan berasal dari hasil pengadaan dalam negeri. Untuk Demak, pasokan yang digunakan sebagian besar berasal dari hasil produksi petani lokal.

“Kami mengutamakan beras hasil pengadaan dalam negeri. Khusus di Demak, sebagian besar beras yang disalurkan juga berasal dari petani Demak,” katanya.

Sementara itu, data penerima bantuan bersumber dari Kementerian Sosial. Bulog hanya menjalankan distribusi berdasarkan data dan mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.

“Data penerima kami mengikuti yang ditetapkan Kemensos. Kalau ada yang perlu dilakukan penggantian, sudah tersedia mekanismenya, termasuk melalui data cadangan dan penyisiran desil 1 sampai 4,” terang Rendy.

Baca Juga :  Taj Yasin: Gerakan Pangan Murah Efektif Jaga Pasokan dan Harga Pangan

Ia menambahkan, seluruh proses penyaluran dilakukan berdasarkan petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

“Jadi pelaksanaannya tidak bisa dilakukan sembarangan, karena seluruh proses sudah diatur dalam juknis dan mekanisme penyaluran,” imbuhnya.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Hindun Annisah, turut melakukan pemantauan pembagian bantuan pangan di Desa Sayung. Pengawasan dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak serta kualitas beras sesuai ketentuan.

“Kami ingin memastikan bantuan ini sampai kepada penerima yang tepat. Selain persoalan ketepatan sasaran, kualitas beras juga menjadi bagian penting yang harus kami awasi,” ujar Hindun.

Legislator dari Dapil Demak, Kudus, dan Jepara itu bahkan melihat langsung kondisi beras yang diterima warga.

“Saya sudah melihat dan mengecek berasnya secara langsung. Kualitasnya bagus, masih segar, rasanya juga enak, dan tidak ada bau apek,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru