Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP

- Reporter

Selasa, 3 November 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pencegahan korupsi tidak cukup dilakukan dengan menindak pelanggaran setelah terjadi. Perbaikan sistem dan pengawasan sejak tahap perencanaan menjadi kunci agar anggaran negara tidak disalahgunakan dan program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat.

Prinsip itu yang didorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan memperkuat sistem pengawasan terintegrasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta jajaran inspektorat pemerintah daerah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pengawasan harus menjadi bagian dari seluruh proses pemerintahan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan program, hingga evaluasi. Dengan demikian, potensi penyimpangan dapat dideteksi dan dicegah sedini mungkin.

Hal itu disampaikan Luthfi saat menghadiri Gelar Pengawasan Daerah Provinsi Jawa Tengah di Gedung Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (3/11/2026). Hadir pula Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, perwakilan lembaga pengawasan, para bupati dan wali kota, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurut Luthfi, penyatuan fungsi pengawasan antarlembaga diperlukan agar pengawasan berjalan lebih efektif dan tidak terkotak-kotak. Sinergi tersebut juga diharapkan memperkuat pencegahan tindak pidana korupsi maupun berbagai bentuk penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Baca Juga :  Wagub Taj Yasin Siap Kawal Aspirasi Mahasiswa hingga Pemerintah Pusat

Pengawasan, kata dia, bukan semata-mata mencari kesalahan, melainkan memastikan setiap program pemerintah berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Inspektur Provinsi Jawa Tengah, Endro Hudiyono, memaparkan sejumlah capaian tata kelola dan pengawasan di lingkungan Pemprov Jateng. Salah satunya, keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama 15 kali berturut-turut.

Indikator lainnya, Indeks Reformasi Birokrasi mencapai 97,58 dengan predikat A, indeks integritas 82,85 dengan predikat A, serta capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK sebesar 96,00.

Kepatuhan pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) oleh 1.515 wajib lapor dan pelaporan SPT Tahunan oleh 47.577 wajib lapor juga tercatat mencapai 100 persen.

Meski demikian, Endro mengingatkan bahwa capaian administratif tersebut belum cukup. Kualitas pengawasan tetap harus ditingkatkan, terutama melalui penguatan kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), dan manajemen risiko.

Ia menilai, keberhasilan pengawasan tidak semestinya hanya diukur dari berapa banyak rekomendasi pemeriksaan yang ditindaklanjuti atau aset yang berhasil dikembalikan. Lebih penting dari itu adalah memastikan kesalahan yang sama tidak kembali terulang.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Siapkan Disabilitas dan Anak Muda Jateng Masuk Dunia Industri

“Yang paling utama adalah supaya tidak terjadi lagi temuan yang berulang. Kalau ada temuan berulang, dapat diartikan rekomendasi hanya diselesaikan, tetapi tidak menyentuh hakikat pengawasan, yaitu adanya perbaikan sistem dan manajemen,” jelasnya.

Dengan kata lain, tindak lanjut hasil pemeriksaan harus berujung pada perubahan tata kelola, bukan sekadar menyelesaikan kewajiban administratif.

Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Jateng juga memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota dengan kinerja pengawasan terbaik 2026. Kabupaten Banyumas menempati peringkat pertama, disusul Kabupaten Wonogiri dan Kota Magelang.

Adapun penghargaan perangkat daerah dengan indeks tata kelola kinerja terbaik diraih Dinas ESDM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Penguatan pengawasan ini menjadi bagian penting dari upaya memastikan setiap rupiah anggaran pemerintah dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Sebab, keberhasilan pengawasan bukan hanya terlihat dari laporan pemeriksaan yang baik, tetapi juga dari manfaat anggaran yang benar-benar dirasakan masyarakat.*

Berita Terkait

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:08 WIB

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Berita Terbaru