Stunting Jateng Turun ke 9,66 Persen, Kematian Ibu-Bayi Ikut Menyusut

- Reporter

Sabtu, 18 April 2026 - 06:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Sejumlah program strategis Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jawa Tengah, terutama program penguatan kesehatan ibu dan anak mulai menunjukkan hasil positif. Hal itu ditandai dengan penurunan stunting serta kematian ibu dan bayi di Jateng.

Hal itu dikatakan Ketua TP- PKK Provinsi Jateng, Hj. Nawal Arafah Yasin, M. S. I,
saat Rapat Pleno Pengurus TP PKK, di Aula Kantor PKK Jawa Tengah, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) 2025, jumlah balita stunting di Jawa Tengah tercatat sebanyak 181.030 anak atau sebesar 9,66 persen. Angka itu menurun sekitar 3,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Penurunan ini merupakan hasil berbagai upaya intensif semua pihak, termasuk kader-kader PKK di desa-desa/kelurahan,” kata Ning Nawal, panggilan akrab, isteri Wagub Jateng Taj Yasin tersebut.

Dalam upaya percepatan penurunan stunting, pihaknya bersinergi dengan Badan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program itu mendorong keterlibatan masyarakat, untuk bergotong royong membantu keluarga berisiko stunting.

“Dan Genting ini insyaallah di tahun 2026 akan kita gerakan lagi, karena ternyata target BKKBN lebih naik dari tahun sebelumnya,” ungkap Bunda Forum Anak Jateng tersebut.

Baca Juga :  Lindungi Peternak, SPPG di Jateng Wajib Serap Telur dan Ayam Lokal

Selain itu, bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), TP PKK terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat. Upaya tersebut tidak hanya difokuskan pada pemenuhan gizi, tetapi juga pada peningkatan kualitas tumbuh kembang anak, termasuk kemampuan kognitif.

“Sehingga upaya-upaya ini harus dilakukan untuk menjamin bagaimana gizi yang baik, kemampuan otak anak juga akan baik,” beber Ketua Tim Pembina Posyandu Jateng ini.

Tidak hanya pada aspek stunting, imbuh Nawal, capaian positif juga terlihat pada penurunan kematian ibu dan bayi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, kematian ibu tercatat sebanyak 337 kasus pada 2025, menurun dari 427 kasus pada 2024.

Sementara itu, kematian bayi juga mengalami penurunan, dari 4.376 kasus pada 2024 menjadi 3.650 kasus pada 2025. Penurunan serupa juga terjadi pada kematian balita (usia 1–5 tahun), dari 4.898 kasus pada 2024 menjadi 4.101 kasus pada 2025.

Meski menunjukkan tren positif, bebernya, TP PKK Jateng terus memperkuat intervensi. Salah satunya melalui program Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil), yang mendorong kader PKK untuk aktif memantau kondisi ibu sejak fase prahamil, kehamilan, persalinan, hingga masa nifas.

Nawal mengatakan, program itu juga dilengkapi dengan layanan pemeriksaan Ultrasonografi (USG), yang terintegrasi dalam program Layanan Dokter Spesialis Keliling serta Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Baca Juga :  Pemprov Jateng Bergerak, Satgas Pandawa Siap Sulap Aset Terbengkalai Jadi Produktif

“Di Kencan Bumil ini kita melakukan pelayanan seperti USG gratis untuk yang memiliki jaminan kesehatan, dan mungkin ada yang program UHC. Ketika tidak memiliki jaminan kesehatan bisa dibantu pelayanan Spelling,” terang dia.

Dalam Rapat Pleno, Nawal bersama empat Kelompok Kerja (Pokja) PKK Jateng juga menyepakati program unggulan 2026. Seluruh program diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin.

Dikatakan, Pokja I akan fokus pada penyusunan modul Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (Paaredi) berbasis visual sebagai pedoman bagi para ibu. Pokja II mengembangkan program pendampingan Kapulaga (Kelompok Usaha Berbasis Keluarga) dengan pengelompokan jenis usaha.

Sementara itu, Pokja III mengusung Gerakan Ibu/Perempuan Menanam Pohon (Rabu Pon) yang diarahkan untuk penguatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, serta mitigasi bencana. Adapun Pokja IV akan memperkuat implementasi program Kencan Bumil, sebagai bagian dari intervensi penurunan stunting serta AKI/AKB di Jawa Tengah.

“Mari kita berkolaborasi dan berdampak, agar PKK semakin jaya dengan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” tandas Nawal.*

Berita Terkait

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri
Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari
Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan
Undian Tabungan Bima, Dua Nasabah Bank Jateng Boyong Hadiah Toyota Innova Zenix Hybrid
Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi
Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam
Hadir di Juwana, Samsat Corner dan Samkesdel Permudah Akses Layanan Pajak Kendaraan
Jateng Juara Nasional Realisasi KUR Perumahan, Salurkan Rp 4,96 Triliun untuk 28.275 Debitur

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:31 WIB

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Undian Tabungan Bima, Dua Nasabah Bank Jateng Boyong Hadiah Toyota Innova Zenix Hybrid

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:45 WIB

Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam

Berita Terbaru