Luthfi Tegaskan BUMD dan BLUD Tak Boleh Tekor, Evaluasi Menyeluruh Disiapkan

- Reporter

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengultimatum Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang belum mencapai target pendapatan pada semester I 2026.

Evaluasi khusus akan dilakukan terhadap unit yang masuk kategori “rapor merah” karena kinerja BUMD dan BLUD dinilai berpengaruh langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pembiayaan pembangunan.

Ultimatum itu disampaikan Luthfi usai memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi Direksi dan Dewan Komisaris dalam Meningkatkan Kinerja dan Tata Kelola BUMD di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, kemarin.

“BUMD kita harus punya daya dobrak untuk mengembangkan pendapatan di wilayah. Termasuk beberapa evaluasi rumah sakit (BLUD) mana yang saya beri garis merah, kemudian BUMD di mana yang garis merah untuk saya peringatkan rapat tersendiri dengan pengawasnya di bawah kendali Pak Sekda,” kata Luthfi.

Berdasarkan hasil evaluasi, PT PRPP menjadi satu-satunya BUMD Provinsi Jawa Tengah yang masih berstatus rapor merah. Sementara itu, empat rumah sakit milik Pemprov Jateng yang berstatus BLUD juga belum memenuhi target pendapatan hingga semester I 2026. Yakni RSJD Dr Amino Gondohutomo, RSUD dr Rehatta, RSUD Dr Adhyatma, dan RSJD Dr Arif Zainuddin.

Baca Juga :  Kedubes Inggris dan Jateng Bahas Akselerasi Infrastruktur Penopang KEK Batang

Menurut Luthfi, persoalan yang dihadapi masing-masing BUMD dan BLUD akan dibahas melalui rapat tertutup bersama jajaran pengawas dan pemerintah daerah agar solusi yang diambil lebih tepat sasaran.

“Maka perlu adanya rapat-rapat tertutup berkaitan tentang taktis dan teknis yang harus kita sampaikan kepada mereka sehingga mereka bisa berdaya guna dalam rangka memberikan pendapatan daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan, BUMD dan BLUD harus dikelola secara profesional karena memiliki peran strategis dalam memperkuat keuangan daerah. Di tengah keterbatasan fiskal dan ketidakpastian ekonomi global, kontribusi kedua sektor tersebut terhadap PAD mencapai sekitar 4,5 persen atau sekitar Rp 707 miliar.

Khusus PT PRPP, Luthfi meminta pembenahan dilakukan secara serius. Pasalnya, perusahaan daerah tersebut masih menjadi satu-satunya BUMD yang terus mencatatkan kerugian setiap tahun.

Baca Juga :  Sekda Jateng: BUMD dan BLUD Harus Lebih Profesional Dongkrak PAD

Pemprov Jateng, kata dia, juga tengah menyiapkan langkah pengembangan kawasan PRPP agar menjadi salah satu ikon baru Jawa Tengah melalui pembangunan kawasan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Sejumlah investor juga sedang dijajaki untuk mendukung pengembangan tersebut.

“Mereka saya ajak musyawarah untuk membahas kendalanya di mana. Kita juga berupaya mencarikan investor. Dirutnya saya tantang untuk bisa mengembangkan,” katanya.

Selain mengejar peningkatan pelayanan kesehatan, Luthfi mengingatkan rumah sakit berstatus BLUD juga harus mampu menjaga kesehatan keuangan institusi. Menurutnya, pengelolaan anggaran yang tidak seimbang hanya akan membebani keuangan daerah.

“Misalkan pendapatan rumah sakit itu Rp 94 miliar, tetapi belanjanya Rp 96 miliar, itu namanya tekor. Maka saya minta untuk evaluasi dan meningkatkan kinerja,” tegasnya.

Luthfi yang didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno memastikan evaluasi terhadap BUMD dan BLUD akan terus dilakukan.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kontribusi keduanya terhadap PAD sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.***

Berita Terkait

KEK Batang Kembali Dilirik Investor Global, Pabrik Baterai Rp 5,7 Triliun Segera Dibangun
Jawa Tengah – Fujian Tiongkok Makin Mesra! Teken Dua Kesepakatan Strategis
Kerja Sama Jateng-Iran Dibuka, Investasi hingga Pariwisata Jadi Fokus
Luthfi: Tegal Business Forum Harus Hasilkan Investasi, Bukan Sekadar Seremoni
Gubernur Luthfi Resmikan Investasi Rp480,6 Miliar asal Tiongkok, Serap 500 Tenaga Kerja di Kendal
Jateng Mulai Bangun Peternakan Sapi Perah Terbesar di Indonesia, Investasi Rp1,2 Triliun
Tak Hanya Bangun Pabrik, Investor Singapura Siapkan Kerja Sama Pendidikan Vokasi di Jateng
Sekda Sumarno Ajak Semua Pihak Bangkitkan Koperasi Lewat Semangat Kolaborasi

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:53 WIB

Luthfi Tegaskan BUMD dan BLUD Tak Boleh Tekor, Evaluasi Menyeluruh Disiapkan

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:42 WIB

KEK Batang Kembali Dilirik Investor Global, Pabrik Baterai Rp 5,7 Triliun Segera Dibangun

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:32 WIB

Jawa Tengah – Fujian Tiongkok Makin Mesra! Teken Dua Kesepakatan Strategis

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Kerja Sama Jateng-Iran Dibuka, Investasi hingga Pariwisata Jadi Fokus

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:36 WIB

Luthfi: Tegal Business Forum Harus Hasilkan Investasi, Bukan Sekadar Seremoni

Berita Terbaru