Pemprov Jateng Bergerak, Satgas Pandawa Siap Sulap Aset Terbengkalai Jadi Produktif

- Reporter

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin membentuk Satgas Pandawa untuk memburu potensi pendapatan dari ribuan aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Langkah tersebut menjadi strategi memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah keterbatasan fiskal dan ketidakpastian ekonomi global.

Peluncuran Satgas Pandawa dilakukan dalam Focus Group Discussion (FGD) Transformasi Tata Kelola Aset Pemerintah Daerah untuk Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Tengah di Gedung Merah Putih, Semarang, Selasa (21/7/2026).

Ahmad Luthfi menegaskan, pemerintah daerah tidak bisa lagi hanya bergantung pada transfer dari pemerintah pusat. Seluruh potensi daerah, termasuk aset yang selama ini menganggur, harus diubah menjadi sumber penerimaan yang produktif.

“Satgas Pandawa ini bertugas memberdayakan aset agar bisa dimanfaatkan, baik melalui kerja sama maupun penyewaan kepada pihak ketiga, sehingga memberikan nilai ekonomi bagi daerah,” kata Luthfi.

Menurutnya, aset daerah tidak boleh berhenti hanya sebagai daftar inventaris. Aset harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi pengungkit pendapatan daerah.

Baca Juga :  Dari Penerima Bansos Menjadi Mandiri, 2.596 KPM PKH Klaten Diwisuda

“Jangan sampai aset hanya didata, tetapi bahkan lokasinya sudah tidak diketahui. Aset yang produktif adalah aset yang dimanfaatkan, bukan sekadar dimiliki,” tegasnya.

Berdasarkan data Pemprov Jateng, saat ini pemerintah mengelola 8.866 bidang tanah dan 24.098 unit bangunan. Dari jumlah tersebut, masih terdapat potensi besar yang belum dimanfaatkan, yakni 17 bidang tanah dan delapan bangunan pada Pengelola Barang, serta 76 bidang tanah dan 14 bangunan pada Pengguna Barang.

Luthfi mengatakan, pengelolaan aset ke depan akan diperkuat melalui kolaborasi dengan dunia usaha, pemerintah daerah, hingga organisasi pengusaha agar aset yang selama ini tidak terawat dapat kembali produktif.

“Banyak aset kita yang belum terawat. Nanti kita branding kembali sesuai potensi daerahnya, lalu kita tawarkan kepada pemerintah daerah, pelaku usaha, Kadin, HIPMI, dan pihak lain yang mampu mengelolanya,” ujarnya.

Asisten Administrasi Setda Jawa Tengah, Dhini Widianto, menjelaskan, optimalisasi aset sebenarnya telah berjalan. Hingga kini, Pemprov telah menjalin kerja sama pemanfaatan terhadap 9 bidang tanah dan 31 unit bangunan milik Pengelola Barang, serta 88 bidang tanah dan 288 unit bangunan milik Pengguna Barang.

Baca Juga :  Jateng Fair 2026 Jadi Panggung UMKM dan Inovasi, Ribuan Warga Memadati PRPP

Menurut Dhini, pembentukan Satgas Pandawa diharapkan mempercepat pemanfaatan aset yang masih menganggur sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD.

Sebelum Satgas dibentuk, pemanfaatan aset melalui mekanisme sewa menunjukkan peningkatan signifikan, dari dua objek pada Januari-Mei 2026 menjadi 13 objek pada Juni-Juli 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Pemprov Jawa Tengah juga menandatangani perjanjian sewa satu aset di Kabupaten Cilacap serta komitmen pemanfaatan tiga aset lainnya yang berada di Kabupaten Banyumas, Sragen, dan Jepara.

Melalui Satgas Pandawa, Pemprov Jawa Tengah menargetkan semakin banyak aset daerah yang tidak lagi menjadi beban pemeliharaan, melainkan berubah menjadi aset produktif yang mampu meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat

Berita Terkait

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak
Tiga Insiden di Porprov Jateng, KONI Evaluasi SOP Keselamatan Atlet
Tak Perlu Jauh ke Rumah Sakit, Warga Lereng Lawu Terbantu Layanan Speling

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Senin, 2 November 2026 - 17:27 WIB

Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos

Minggu, 1 November 2026 - 17:31 WIB

Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi

Berita Terbaru