Pesantren Diminta Benahi Pola Senioritas, Wagub: Hukuman Harus Mendidik

- Reporter

Jumat, 12 Desember 2025 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEMAK – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mengingatkan, bahwa isu mengenai perlindungan anak di lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren, tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan sepele.

Ia menyebut, masih ditemukannya puluhan kasus kekerasan, terutama perundungan dan tekanan mental, dalam beberapa tahun terakhir, menjadi peringatan serius, agar pesantren memperkuat sistem pengasuhan yang aman, nyaman, dan ramah anak.

“Bentuk kekerasan itu tidak selalu fisik. Yang paling tinggi justru bullying dan tekanan mental. Ini menimbulkan ketidakpercayaan anak-anak didik kita untuk tumbuh dan menjadi pemimpin,” ujar Taj Yasin disela acara halaqah bertema Pesantren Aman, Nyaman, dan Ramah Anak yang digelar di Pondok Pesantren Girikesumo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak pada Jumat, 12 Desember 2025.

Baca Juga :  1.488 Pramuka Jateng ke Jamnas XII, Luthfi Tekankan Kemandirian dan Kepemimpinan

Sejak 2019 hingga 2025, beber tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini, tercatat ada puluhan kasus kekerasan di lingkungan pesantren. Namun, angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya, karena banyak santri tidak berani menyampaikan persoalan tersebut ke pihak yang berwenang.

“Sering kali santri berasumsi, kalau mereka bicara, harus menjaga nama pesantren dan kiai, sehingga tidak berani menyampaikan,” katanya.

Menurut Taj Yasin, pondok pesantren sejatinya merupakan lembaga pendidikan yang bersifat inklusif. Karena itu, pesantren harus menjadi ruang aman bagi seluruh santri, termasuk mereka yang sedang menghadapi persoalan psikologis.

Ia juga menyoroti pentingnya penataan pembinaan dan pengawasan, terutama mengenai pola senioritas di pesantren. Penugasan santri senior sebagai pengurus merupakan bagian dari pendidikan, namun Yasin menandaskan, perlu pendampingan agar tidak berubah menjadi tekanan.

Baca Juga :  Manfaatkan Lonjakan Penumpang, Nawal Yasin Usulkan Buku Bacaan di Trans Jateng

“Pemberian ta’zir (hukuman) harus bersifat mendidik,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikam Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Fatkhurronji menegaskan, untuk mewujudkan pesantren ramah anak, membutuhkan sistem dan jejaring yang saling terhubung.

“Pesantren yang aman dan nyaman tidak cukup dilihat dari sisi fisik. Harus ada kenyamanan dalam proses pendidikan, dengan jejaring antara pengasuh, orang tua, santri, masyarakat, serta dukungan pemerintah,” terang Fatkhurronji.

Halaqah tersebut menjadi ruang penguatan komitmen para ustadz dan ustadzah, untuk menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan ramah anak, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai keilmuan dan akhlakul karimah, sebagai ciri khas pesantren.*

Berita Terkait

Sekda Jateng Dorong Peduli Lingkungan Sejak Dini, Pemprov Tetapkan 52 Sekolah dan Madrasah Layak Adiwiyata
Wagub Taj Yasin Berbagi Ilmu Kepemimpinan Kepada Santri, Butuh Riyadhah
Taj Yasin Ajak Pelajar dan Mahasiswa Jadikan Museum Ruang Belajar Peradaban
Manfaatkan Lonjakan Penumpang, Nawal Yasin Usulkan Buku Bacaan di Trans Jateng
Pemprov Jateng Salurkan Bisyaroh Buat Hafiz-Hafizah Tanpa Ribet Proposal
Pemprov Jateng dan Undip Edukasi Mahasiswa tentang Relasi Sehat
Khatmil Quran di Wonosobo, Taj Yasin Ajak Santri Jaga dan Amalkan Nilai Al-Qur’an
Ahmad Luthfi Turun Temui Mahasiswa NTT, Pastikan Biaya Kuliah dan Kos Aman

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 14:05 WIB

Sekda Jateng Dorong Peduli Lingkungan Sejak Dini, Pemprov Tetapkan 52 Sekolah dan Madrasah Layak Adiwiyata

Rabu, 16 September 2026 - 16:58 WIB

Wagub Taj Yasin Berbagi Ilmu Kepemimpinan Kepada Santri, Butuh Riyadhah

Rabu, 16 September 2026 - 13:11 WIB

Taj Yasin Ajak Pelajar dan Mahasiswa Jadikan Museum Ruang Belajar Peradaban

Jumat, 11 September 2026 - 18:38 WIB

Manfaatkan Lonjakan Penumpang, Nawal Yasin Usulkan Buku Bacaan di Trans Jateng

Kamis, 10 September 2026 - 15:48 WIB

Pemprov Jateng Salurkan Bisyaroh Buat Hafiz-Hafizah Tanpa Ribet Proposal

Berita Terbaru