Kisah Para Sopir di Balik Mudik Gratis Jateng yang Mengantar Pemudik Pulang Kampung

- Reporter

Senin, 16 Maret 2026 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Di balik ribuan pemudik yang bersiap pulang kampung melalui program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah 2026, ada para sopir bus yang bekerja dalam senyap. Mereka bukan hanya mengemudikan kendaraan ratusan kilometer, tetapi juga ikut mengantar harapan, rindu, dan kebahagiaan para perantau menuju kampung halaman.

Sore itu, Minggu sore (15/3/2026), suasana di area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, tampak lebih sibuk dari biasanya. Ratusan bus berjajar rapi, sementara para kru dan sopir hilir mudik memeriksa kendaraan masing-masing.

Di tengah kesibukan tersebut, Sugio, seorang sopir bus asal Sukoharjo, terlihat memeriksa kondisi armadanya sebelum keberangkatan. Ia memastikan semua dalam kondisi baik, sebelum mengantar pemudik menuju Karanganyar.

Menurutnya, seluruh armada yang terlibat dalam program mudik gratis telah melalui berbagai tahapan pemeriksaan untuk memastikan perjalanan berlangsung aman.

“Unit sudah dicek semua. Dari mesin, kaki-kaki sampai ramp cek juga sudah. Kru juga sudah cek kesehatan. Kalau unitnya sudah di jalan siap,” ujar Sugio.

Dalam satu bus, terdapat dua kru yang akan bergantian mengemudi selama perjalanan. Hal itu dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kondisi fisik pengemudi selama menempuh perjalanan panjang. Menjelang keberangkatan, Sugio memilih fokus menjaga stamina.

Baca Juga :  Bacakan Gurindam Dua Belas, Menko Polkam Tekankan Kepemimpinan dan Kolaborasi Lawan Terorisme

“Persiapannya paling istirahat yang cukup supaya besok bisa mengemudi dengan prima,” katanya.

Bagi Sugio, program mudik gratis bukan hanya membantu masyarakat yang ingin pulang kampung dengan biaya lebih ringan, tetapi juga memberi manfaat bagi para sopir dan perusahaan otobus. Ia menjelaskan, selama Ramadan biasanya perjalanan wisata atau trip reguler cenderung menurun.

“Kalau Ramadan biasanya sepi trip. Jadi kegiatan seperti ini bisa membantu juga,” ujarnya.

Cerita serupa disampaikan sopir lainnya, Ginanjar Aji (36), asal Cilacap. Ia mengaku hampir setiap tahun terlibat dalam program pengangkutan pemudik seperti ini. Sebelum keberangkatan, ia memastikan semua komponen kendaraan dalam kondisi baik.

“Armada dicek semua, mulai kampas rem, oli, dan lain-lain. Driver juga sudah cek kesehatan dan tes narkoba, jadi semuanya siap,” kata Ginanjar.

Bagi Ginanjar, ada kebanggaan tersendiri bisa terlibat dalam perjalanan mudik ribuan orang.

“Senang bisa ikut membantu masyarakat mudik. Rasanya senang juga melihat mereka bisa pulang ke kampung halaman,” tuturnya.

Baca Juga :  Pengelolaan Air Jadi Prioritas, Komisi Irigasi Jateng Diperkuat dengan 40 Anggota

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Risturino, mengatakan, program Mudik Lebaran Gratis merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Paguyuban Jawa Tengah serta sejumlah mitra. Pada 2026, program ini menggunakan dua moda transportasi darat, yakni bus dan kereta api.

Untuk moda bus, Pemprov Jawa Tengah menyiapkan 325 unit dengan kapasitas 16.186 penumpang yang akan diberangkatkan menuju 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Selain itu, terdapat pula 23 bus yang diberangkatkan dari Lanud Sastranegara Bandung.

Para pemudik dijadwalkan berangkat pada Senin, 16 Maret 2026, dari area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi TMII dan Masjid At-Tin, Jakarta Timur. Pelepasan ribuan pemudik tersebut rencananya akan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Bagi para sopir seperti Sugio dan Ginanjar, perjalanan itu bukan sekadar tugas mengemudi. Di balik kemudi, mereka ikut menjadi bagian dari perjalanan panjang para perantau yang menjemput hangatnya kampung halaman saat Lebaran.**

Berita Terkait

Ribuan Warga Tumplek Blek Tonton Alma Esbeye, Bikin Gebyar MTQ di Semarang Makin Meriah
Kabar Baik! Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 28 Desember 2026
Sekda Jateng Usulkan RUU Kabupaten/Kota Disesuaikan dengan Karakteristik Daerah
Kafilah MTQ Nasional hingga Pelajar Ramai-Ramai Cukur Gratis Stan Baznas Jateng
Jokowi dan Sejumlah Tokoh Solo Terima Anugerah BAMAGNAS 2026
Dengarkan Suara Warga, Proyek PLTP Gunung Ungaran Pastikan Tak Akan Sentuh Cagar Budaya dan Perhatikan Lingkungan
Cegah Jerat Judol dan Pinjol Ilegal, Ning Nawal Ajak Kader PKK Jadi Agen Literasi Keuangan
Ahmad Luthfi: JTAB Bikin Petani Jateng Digaji Panen Dibeli

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:11 WIB

Ribuan Warga Tumplek Blek Tonton Alma Esbeye, Bikin Gebyar MTQ di Semarang Makin Meriah

Jumat, 18 September 2026 - 18:14 WIB

Kabar Baik! Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 28 Desember 2026

Jumat, 18 September 2026 - 15:24 WIB

Sekda Jateng Usulkan RUU Kabupaten/Kota Disesuaikan dengan Karakteristik Daerah

Jumat, 18 September 2026 - 15:17 WIB

Kafilah MTQ Nasional hingga Pelajar Ramai-Ramai Cukur Gratis Stan Baznas Jateng

Jumat, 18 September 2026 - 07:44 WIB

Dengarkan Suara Warga, Proyek PLTP Gunung Ungaran Pastikan Tak Akan Sentuh Cagar Budaya dan Perhatikan Lingkungan

Berita Terbaru