Respons Cepat BPBD Jateng Hadapi Banjir Solo Raya, Pengungsi Terus Bertambah

- Reporter

Kamis, 16 April 2026 - 06:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Banjir yang melanda wilayah Solo Raya sejak Selasa (14/4) sore memicu respons cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah.

Menjalankan perintah Gubernur Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), BPBD melakukan evakuasi warga, distribusi logistik, hingga upaya percepatan surutnya genangan dikebut di tengah tingginya debit Sungai Bengawan Solo.

BPBD Jawa Tengah langsung bergerak begitu banjir merendam sejumlah wilayah di Solo Raya. Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan terintegrasi.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan, pihaknya langsung koordinasi lintas sektoral begitu banjir terjadi. Penyelamatan warga menjadi prioritas utama dalam situasi darurat ini. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD kabupaten/kota, relawan, PMI, TNI, dan Polri dikerahkan ke titik-titik terdampak.

“Evakuasi menjadi prioritas. Kami terus bergerak menyelamatkan warga di lokasi yang terdampak banjir,” ujarnya di Semarang, Rabu (15/4).

Baca Juga :  Ketahanan Pangan Jadi Tema PKN, Sekda Dorong Lahirnya Pemimpin Akseleratif

Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung seiring meningkatnya permintaan dari masyarakat. BPBD juga telah menyiapkan sejumlah lokasi pengungsian di fasilitas umum, seperti masjid, balai warga, dan gedung sosial.

Di Kota Surakarta, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 109 jiwa. Sementara di Kabupaten Sukoharjo, warga terdampak mencapai sekitar 1.900 jiwa.

“Permintaan evakuasi masih terus berjalan. Meskipun hujan mulai reda, air masih bergerak ke wilayah yang lebih rendah,” kata Bergas.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, BPBD Jateng menggandeng Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan dalam penyaluran bantuan. Bantuan yang diberikan meliputi makanan siap saji, air bersih, serta layanan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

Selain fokus pada evakuasi, BPBD juga melakukan langkah teknis berupa pompanisasi di sejumlah titik genangan. Namun, upaya ini belum dapat dilakukan secara maksimal karena tingginya muka air Sungai Bengawan Solo.

Baca Juga :  Zakat Jadi Andalan, Pemprov Jateng Gandeng Baznas Tekan Kemiskinan

“Pompa sudah kami operasikan di beberapa lokasi, tetapi belum bisa optimal karena kondisi sungai utama masih tinggi,” jelasnya.

BPBD juga berkoordinasi dengan instansi teknis, seperti PUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), guna mengendalikan aliran air dan mempercepat penanganan banjir secara menyeluruh.

Menurut Bergas, banjir yang terjadi dipicu tingginya intensitas hujan serta meningkatnya debit Sungai Bengawan Solo dan anak sungainya, seperti Sungai Jenes dan Sungai Pepe.

Ke depan, BPBD mendorong langkah jangka panjang berupa normalisasi sungai serta pembangunan kawasan penampungan air untuk mengurangi risiko banjir berulang.

“Harapannya ada tempat penampungan air, sehingga aliran hujan tidak langsung masuk ke sungai. Ini penting untuk mengurangi beban saat debit tinggi,” tuturnya.

BPBD Jawa Tengah menegaskan seluruh personel dan sumber daya tetap disiagakan, mengingat potensi banjir susulan masih terbuka. Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan hingga kondisi benar-benar aman.*

Berita Terkait

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak
Tiga Insiden di Porprov Jateng, KONI Evaluasi SOP Keselamatan Atlet
Tak Perlu Jauh ke Rumah Sakit, Warga Lereng Lawu Terbantu Layanan Speling

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Senin, 2 November 2026 - 17:27 WIB

Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos

Minggu, 1 November 2026 - 17:31 WIB

Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi

Berita Terbaru