Gus Yasin Minta Pengusaha SPPG Tingkatkan Sanitasi dan Hindari Pencemaran Lingkungan

- Reporter

Rabu, 10 Desember 2025 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menginginkan Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) memperhatikan sanitasi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Baik kebersihan dapur, pengelolaan limbah makanan, hingga air cuci piring yang masih dibuang di lingkungan sekitar.

Sanitasi di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau SPPG dan lingkungan sekitar menjadi penting. Setiap pemilik usaha SPPG harus segera mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), dan menerapkannya dengan baik

“Nanti kita awasi. Dengan adanya Gapembi ini akan lebih mudah untuk mengawasi. Apalagi mereka pemilik (dapur) SPPG,” katanya usai menghadiri pelantikan pengurus Gapembi Provinsi Jateng periode 2025-2030, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa, 9 Desember 2025.

Baca Juga :  GIIAS Semarang 2026, Potensi Dongkrak Pasar Otomotif dan Pendapatan Daerah

Pada arah yang sama, pengusaha juga didorong untuk sertifikasi halal untuk tiap dapur MBG yang dimiliki. Hal itu menjadi wajib, sebagai jaminan untuk masyarakat penerima manfaat.

Dengan terbentuknya Gapembi di Jawa Tengah, diharapkan mampu menguatkan koordinasi dan melakukan perbaikan-perbaikan pelayanan kedepannya.

“Karena program ini belum ada setahun. Tentu masih banyak PR-nya yang perlu kita perbaiki,” kata pria asal Kabupaten Rembang tersebut

Taj Yasin mengatakan, saat ini jumlah dapur SPPG yang telah beroperasi di Jawa Tengah mencapai 2.683. Adapun penerima manfaatnya mencapai angka 9,6 juta orang atau hampir 10 juta.

Baca Juga :  Wisata Halal Jadi Prioritas Baru Jateng, Pemprov Siapkan Ekosistem Industri Halal

Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN), Tengku Syahdana, mengatakan, lahirnya Gapembi merupakan wadah bersama. Ini menjadi wadah komunikasi, kolaborasi antara kementerian/lembaga dengan pemerintah daerah.

Dirinya berharap Pemerintah Provinsi Jateng dan kabupaten/kota membantu persiapan-persiapan kelengkapan sertifikasi SPPG. Di antaranya seperti SLHS, Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), jaminan produk halal dan sebagainya.

“Kita kolaborasi. Dengan Pemda, dengan BGN kita turun bareng agar SPPG-nya semakin naik kelas, dan berkualitas,” katanya.*

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru