Pameran Uang Kuno hingga TCG di Semarang Diserbu Kolektor dari Berbagai Daerah

- Reporter

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pameran terbesar uang kuno, logam mulia, dan Trading Card Games (TCG) bertajuk Java Numismatic Fair 2026 sukses menyedot antusias ratusan pengunjung di Atrium Queen City Mall Semarang, 15-17 Mei 2026. Event berskala internasional tersebut menjadi ajang berkumpulnya kolektor, komunitas, pelaku usaha, hingga pecinta numismatik dari berbagai daerah dan mancanegara.

Ketua Panitia Java Numismatic Fair 2026, Eggiansyah El Islamy mengatakan, kegiatan itu digelar untuk mempertemukan para kolektor dari berbagai negara dalam satu wadah untuk berinteraksi, bertransaksi, sekaligus memperluas jejaring.

“Tujuan acara ini untuk mengumpulkan para kolektor bukan hanya dari Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara di dunia untuk berkumpul, jual beli, bersilaturahmi, dan networking,” ujar pria yang akrab disapa Egi, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, Java Numismatic Fair 2026 tidak hanya menghadirkan koleksi uang kuno dan logam mulia, tetapi juga kartu TCG yang kini semakin digemari generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, panitia berharap dapat mendorong perputaran ekonomi sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap dunia numismatik.

Selain menjadi ajang transaksi koleksi, pameran juga membawa misi edukasi kepada masyarakat terkait maraknya hoaks mengenai harga uang kuno di media sosial.

Baca Juga :  Kerajinan Khas Jateng Unjuk Gigi di Inacraft 2026 Jakarta

Egi menegaskan, banyak informasi menyesatkan yang menyebut sejumlah koin lama seperti koin kelapa sawit, karapan sapi, melati, komodo, hingga angklung bernilai ratusan juta rupiah.

“Padahal koin-koin itu sebenarnya tidak langka. Kalau mau tahu uang atau koin yang benar-benar mahal biasanya berbahan emas atau perak karena punya nilai intrinsik,” jelasnya.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa seluruh koin berwarna kuning mengandung emas. Menurutnya, sebagian besar koin tersebut hanya berbahan campuran tembaga dan kupronikel.

“Tidak semua koin berwarna kuning itu emas. Banyak yang hanya campuran tembaga dan nikel,” katanya.

Dalam pameran tersebut, Egi turut memamerkan koleksi pribadinya, termasuk koin emas dari era Kesultanan Samudra Pasai abad ke-13 yang disebut sebagai salah satu koleksi tertuanya.

Sementara itu, Pembina kegiatan Andre Julian menyebut Java Numismatic Fair 2026 merupakan pameran numismatik pertama berskala besar yang digelar di Semarang.

Sebanyak 62 stan meramaikan pameran tersebut. Sekitar 70 persen diisi koleksi uang dan koin, sedangkan sisanya menghadirkan kartu koleksi dan berbagai produk terkait.

Baca Juga :  PAD dan BUMD Dioptimalkan Pemprov Jateng Jaga Keseimbangan Fiskal 2026

“Kita ingin mengenalkan sejarah melalui mata uang, baik kertas maupun koin. Selain itu juga menjadi ajang silaturahmi antara kolektor, UMKM, penjual, dan pembeli dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Andre menambahkan, peserta pameran tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga melibatkan perwakilan dari delapan negara. Semarang dipilih sebagai lokasi perdana karena memiliki nilai historis sebagai salah satu pusat perdagangan penting di masa lalu bersama Batavia dan Surabaya.

“Semarang punya potensi besar, penggemarnya banyak, dan secara geografis berada di tengah Pulau Jawa sehingga mudah dijangkau,” katanya.

Harga koleksi yang dipamerkan pun bervariasi, mulai ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah tergantung kelangkaan dan kondisi barang.

Salah satu pengunjung asal Pekalongan, Hadiwibowo, mengaku tertarik mengoleksi uang kertas lama karena memiliki nilai sejarah dan nostalgia masa kecil.

“Saya beli uang kertas kuno pecahan Rp1.000, Rp500, sampai Rp100. Jadi teringat waktu kecil dulu dipakai beli jajan, bakso, dan permen,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Sumarno Minta Pemda Cermat Hitung Manfaat Sebelum Terbitkan Obligasi Daerah
Kemenko Pangan dan Bulog Pastikan Stok dan Harga Sembako Stabil Jelang Idul Adha di Semarang
Jelang Idul Adha, Bulog Semarang Maksimalkan Distribusi SPHP dan Minyakita ke Pedagang Pasar
Dekranasda Jateng Promosikan Produk UMKM Unggulan di Expo Dekranas Makassar
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Tujuh Proyek Energi Hijau di Jateng
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Tujuh Proyek Energi Hijau di Jateng
Ratusan Peternak Ramaikan Kontes Ternak Piala Gubernur Jawa Tengah 2026
VIP Room Adi Soemarmo Diperluas Lima Kali Lipat, Layani Haji hingga VVIP

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 18:47 WIB

Sumarno Minta Pemda Cermat Hitung Manfaat Sebelum Terbitkan Obligasi Daerah

Senin, 25 Mei 2026 - 13:47 WIB

Kemenko Pangan dan Bulog Pastikan Stok dan Harga Sembako Stabil Jelang Idul Adha di Semarang

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:11 WIB

Jelang Idul Adha, Bulog Semarang Maksimalkan Distribusi SPHP dan Minyakita ke Pedagang Pasar

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:20 WIB

Dekranasda Jateng Promosikan Produk UMKM Unggulan di Expo Dekranas Makassar

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:05 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Tujuh Proyek Energi Hijau di Jateng

Berita Terbaru