Tak Hanya Bangun Pabrik, Investor Singapura Siapkan Kerja Sama Pendidikan Vokasi di Jateng

- Reporter

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Jawa Tengah kembali menjadi magnet investasi asing. Perusahaan asal Singapura, Impact of Asia (IOA) Global Pte Ltd, mulai menjajaki investasi jangka panjang dengan membawa jaringan investor dari China dan Eropa.

Tak hanya membangun industri manufaktur berteknologi tinggi, kerja sama yang disiapkan juga mencakup pengembangan pendidikan vokasi, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga peningkatan kualitas tenaga kerja.

Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan Executive Chairman IOA Global Pte Ltd, Daryl Tan Chen Ming, dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur, Selasa (14/7/2026).

Daryl mengatakan, kunjungan tersebut merupakan tahap awal untuk memetakan peluang kerja sama sebelum delegasi investor dari Fujian dan Xiamen, China, datang ke Jawa Tengah pada Oktober mendatang.

“Pertemuan ini masih merupakan kunjungan awal. Mitra-mitra kami akan datang pada Oktober sehingga kita bisa memfinalisasi berbagai kerja sama yang akan dijalankan,” ujar Daryl.

Salah satu perusahaan yang dipastikan ikut dalam kunjungan berikutnya merupakan produsen sepatu berteknologi tinggi dari China yang tengah mempertimbangkan pembangunan fasilitas produksi di Jawa Tengah.

Selain itu, IOA Global juga akan mengajak investor dari China dan sejumlah negara Eropa untuk meninjau langsung kawasan industri, kesiapan tenaga kerja, dukungan pemerintah, hingga iklim investasi di Jawa Tengah.

“Ini adalah komitmen jangka panjang. Tidak hanya investasi, tetapi juga pendidikan,” kata Daryl.

Menurutnya, Provinsi Fujian memiliki basis industri manufaktur berteknologi tinggi yang berpotensi dikembangkan di Jawa Tengah. Kehadiran industri tersebut diharapkan tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga mempercepat transfer teknologi kepada tenaga kerja lokal.

Baca Juga :  Kapulaga di Lereng Sumbing, Batik Kalikajar Jadi Penggerak Ekonomi Perempuan

Kerja sama yang ditawarkan IOA Global tidak berhenti pada pembangunan industri. Daryl mengungkapkan pihaknya juga ingin membangun kemitraan pendidikan dengan perguruan tinggi di Jawa Tengah.

Generasi muda Jawa Tengah berpeluang memperoleh pendidikan maupun pelatihan teknologi di China. Sebaliknya, tenaga ahli dari China akan didatangkan untuk memberikan pelatihan teknologi dan peningkatan kompetensi bagi tenaga kerja lokal.

Daryl mengatakan, keluarganya telah mengembangkan sekitar 120 sekolah dan perguruan tinggi di Xiamen selama lebih dari satu abad. Pengalaman tersebut menjadi modal untuk membangun kerja sama pertukaran mahasiswa, dosen, riset, hingga pengembangan sumber daya manusia.

“Saya percaya kerja sama pendidikan akan membawa kedua wilayah berkembang ke tingkat yang lebih tinggi. Ini merupakan agenda jangka panjang,” katanya.

Ia juga menilai Jawa Tengah memiliki daya tarik kuat karena didukung infrastruktur, kawasan industri, serta ekosistem investasi yang semakin matang.

“Saya melihat lebih banyak investasi akan masuk ke Jawa Tengah, bukan hanya dari China, tetapi juga Singapura dan negara-negara lainnya,” ujarnya.

Chief Executive IOA Global Pte Ltd, Razali Ramli, menambahkan, kedekatan budaya antara masyarakat Jawa Tengah dengan pelaku usaha dari Fujian menjadi nilai tambah yang mempercepat peluang kerja sama.

Baca Juga :  Tol Bawen-Ambarawa Dibuka Fungsional Mulai 13 Maret, Gubernur Luthfi Pastikan Arus Mudik Lancar

“Kesamaan budaya membuat masyarakat maupun pengusaha dari Fujian lebih mudah beradaptasi ketika berinvestasi di Jawa Tengah,” kata Razali.

Gubernur Ahmad Luthfi yang memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin, menegaskan, pemerintah provinsi siap memberikan kepastian hukum, keamanan investasi, pendampingan, serta percepatan perizinan bagi setiap investor yang masuk ke Jawa Tengah.

Pemprov, kata dia, juga telah menyiapkan berbagai kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.

Menurut Luthfi, investasi yang masuk harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja.

Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat kesiapan sumber daya manusia melalui hampir 1.500 sekolah vokasi, politeknik, dan Balai Latihan Kerja (BLK) yang diselaraskan dengan kebutuhan industri.

“BLK kita menjamin keterampilan tenaga kerja agar siap diterima perusahaan. Investasi sebesar Rp110 triliun pada 2025 mampu menyerap hampir 257 ribu tenaga kerja,” kata Luthfi.

Data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan Singapura masih menjadi salah satu mitra strategis investasi. Sepanjang 2022 hingga Triwulan I 2026, realisasi investasi Singapura mencapai Rp 32,158 triliun, menjadikannya investor terbesar kedua di Jawa Tengah.

Pada Triwulan I 2026 saja, Singapura menempati posisi pertama penanaman modal asing dengan nilai Rp 3,333 triliun atau sekitar 25,8 persen dari total investasi asing yang masuk ke Jawa Tengah.***

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru