Jateng Kembangkan Aglomerasi Wisata Borobudur untuk Dongkrak Ekonomi Daerah

- Reporter

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEMANGGUNG – Kawasan Candi Borobudur diproyeksikan menjadi pusat pengembangan wisata berkelanjutan yang menghubungkan destinasi unggulan di Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Purworejo, Kebumen, dan Temanggung (Keburejo-Gelangmanggung).

Melalui penguatan konektivitas antardestinasi, pengembangan desa wisata, serta integrasi kalender event, kawasan aglomerasi diharapkan mampu menciptakan pergerakan wisatawan yang lebih merata, sekaligus memperbesar dampak ekonomi bagi masyarakat.

Gagasan konektivitas wisata lima daerah tersebut menjadi bahasan penting dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah yang digelar di Pendopo Kabupaten Temanggung, Rabu (3/6/2026).

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, uang memimpin Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menegaskan, Borobudur tidak boleh berdiri sebagai destinasi tunggal, melainkan harus menjadi hub yang menghubungkan berbagai objek wisata unggulan di sekitarnya.

Menurutnya, konsep tersebut telah diterapkan di sejumlah negara tujuan wisata dunia, di mana wisatawan yang datang ke satu destinasi utama langsung diarahkan untuk mengunjungi berbagai kawasan penyangga yang saling terhubung.

“Di Turki, begitu masuk ke sana langsung ditawari destinasi ke beberapa tempat. Semua sudah terkoneksi. Di wilayah eks Karesidenan Kedu juga harus begitu. Borobudur bisa dirasakan oleh Kebumen, dan pantai-pantai Kebumen yang bagus juga bisa dirasakan oleh Borobudur,” kata Ahmad Luthfi.

Ia menilai konektivitas antarwilayah perlu segera dirumuskan secara detail sebagai panduan pengembangan wisata berkelanjutan. Integrasi tersebut mencakup kawasan Borobudur-Kopeng-Rawa Pening, destinasi wisata di Purworejo, hingga kawasan Geopark dan wisata pantai di Kebumen.

Baca Juga :  Pipa Cisem 2 Beroperasi, Pasokan Gas Stabil Dukung Ekspansi Industri dan Investasi

Selain konektivitas, Luthfi juga menyoroti pentingnya pengembangan desa wisata sebagai penguat ekosistem pariwisata.

Saat ini, masing-masing daerah telah menyiapkan target pengembangan desa wisata baru, yakni 50 desa wisata di Kabupaten Magelang, 45 di Purworejo, 35 di Kebumen, 30 di Temanggung, dan lima di Kota Magelang.

“Kita siapkan sekarang agar tahun 2027 tinggal pelaksanaan. Infrastruktur menuju destinasi wisata juga harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Luthfi juga meminta pemerintah kabupaten/kota memperbanyak penyelenggaraan event sebagai daya tarik wisatawan. Menurutnya, kalender event yang ada saat ini masih perlu ditingkatkan, baik dari sisi jumlah maupun skala kegiatan.

“Kalau setahun baru 100 event, itu masih kurang. Tambah lagi. Pariwisata ini sektor yang tidak mengenal resesi,” tegasnya.

Untuk memperkuat sinergi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga akan berkoordinasi dengan pengelola kawasan Candi Borobudur guna menyusun pola pengembangan yang tetap menjaga nilai warisan budaya dunia.

“Saya tertarik dengan Borobudur. Segera undang TWC, termasuk bupati dan wali kota Magelang. Ada sesuatu yang harus dibahas bersama tanpa mengurangi heritage. Pemda melakukan apa, masyarakat melakukan apa, pemerintah pusat apa, dan UNESCO apa, sehingga ada keterpaduan,” kata Luthfi.

Baca Juga :  Taj Yasin Dorong Mustahik Naik Kelas Lewat Bantuan Modal dan Pendampingan

Sejumlah kepala daerah yang hadir dalam forum tersebut menyampaikan dukungannya terhadap upaya integrasi kawasan wisata tersebut.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menilai manfaat ekonomi Borobudur masih perlu diperluas agar lebih dirasakan masyarakat sekitar. Salah satu gagasan yang sedang didorong adalah pembukaan kawasan Borobudur pada malam hari.

“Kami berupaya agar Borobudur bisa dibuka malam hari. Dengan begitu potensi okupansi perhotelan di Magelang bisa ikut terangkat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Temanggung, Agus Setyawan, berharap promosi Borobudur dapat dikolaborasikan dengan pengembangan destinasi wisata Sindoro-Sumbing yang saat ini tengah digarap bersama komunitas lokal.

Di sisi lain, Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah, mengusulkan penyusunan kalender event terpadu untuk seluruh wilayah aglomerasi guna menghindari benturan jadwal sekaligus memperkuat promosi kawasan secara kolektif.

“Kami ingin ada koordinasi dan kolaborasi untuk kalender event agar tidak bentrok. Bila memungkinkan dibuat kalender event bersama yang mencakup seluruh wilayah,” katanya.

Melalui penguatan konektivitas destinasi, kolaborasi antardaerah, dan integrasi promosi wisata, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan Borobudur tidak hanya menjadi ikon pariwisata dunia, tetapi juga lokomotif pertumbuhan ekonomi yang mampu menggerakkan seluruh kawasan Keburejo-Gelangmanggung secara berkelanjutan.***

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru