Kisah Unik Gus Yasin: Nama Diganti Ayah Tepat Jelang Nikah

- Reporter

Kamis, 9 April 2026 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEPARA – Suasana Halal Bihalal Alumni dan Santri Ponpes Al-Anwar Sarang Rembang, se-Jawa Tengah, yang digelar di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum, Jepara, Kamis, 9 April 2026, mendadak penuh tawa dan haru.

Ini terjadi saat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), membagikan kisah personal yang jarang diketahui publik. Yakni rahasia di balik pergantian namanya oleh sang ayah, Almaqfurlah KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen). Seorang ulama kharismatik, yang juga pendiri Ponpes Al Anwar Sarang.

Di hadapan ribuan alumni yang memadati lokasi, tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menceritakan selama belasan tahun menempuh pendidikan, namanya bukanlah Taj Yasin.

“Sejak sekolah Ibtidaiyah sampai Aliyah, bahkan di rapor dan ijazah saya, namanya tertulis Muhammad Yasin. Mbah Moen sendiri yang menandatangani rapor-rapor itu dan beliau tidak pernah protes,” kenang Gus Yasin disambut rasa penasaran para alumni.

Nama “Muhammad Yasin” terus melekat bahkan saat ia berangkat menuntut ilmu ke Suriah. Namun, sebuah kejadian unik terjadi justru saat Gus Yasin hendak melangsungkan pernikahan.

Baca Juga :  Banjir Pekalongan Berangsur Surut, Gus Yasin Evakuasi Dua Lansia Lemas dari Pengungsian

Mbah Moen tiba-tiba memanggilnya dan menanyakan hal yang mengejutkan.

“Begitu mau nikah, saya ditanya, ‘Namamu siapa?’. Saya jawab Muhammad Yasin. Lalu beliau dawuh, ‘Nama Muhammad-nya dibuang, ganti jadi Taj Yasin saja’,” cerita Gus Yasin menirukan dawuh sang ayah.

Perubahan nama yang terkesan mendadak itu ternyata bukan tanpa alasan. Menurut Gus Yasin, Mbah Moen memiliki pertimbangan mendalam atau “itungan” tersendiri terhadap setiap santri dan anak-anaknya.

Mbah Moen mengembalikan nama “Taj Yasin” tepat di momen penting transisi hidupnya menuju jenjang pernikahan.

Kisah ini menjadi simbol betapa seorang guru dan orang tua memiliki pandangan batin (bashirah) yang jauh ke depan untuk masa depan muridnya.

“Mbah Moen itu tahu porsi masing-masing. Ada santri yang diijazahi wirid berat, ada yang biasa saja. Saya termasuk yang ‘gampang-gampang’ saja, karena beliau tahu kalau saya wirid terus, kapan saya sempat mengurusi masyarakat sebagai wakil gubernur?” selorohnya yang kembali memicu tawa hangat para hadirin.

Baca Juga :  Jelang Musim Ziarah, Pemprov Jateng Pastikan Akses Wisata Colo Pulih Lewat Dana Rp10 Miliar

Selain berkisah soal nama, Gus Yasin juga menekankan pentingnya menjaga hubungan spiritual (Robithoh) dengan guru.

Wagub yang mendampingi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, ini, mengajak ribuan alumni yang hadir untuk terus memegang teguh apa yang telah diajarkan di pesantren, terlepas dari apa pun profesi yang mereka jalani saat ini.

Acara Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga momentum penguatan sanad keilmuan. Ribuan alumni yang hadir dari berbagai daerah tampak antusias menyimak setiap pesan. Seolah kembali merasakan suasana mengaji langsung di bawah asuhan Mbah Moen di Sarang.

“Harapan kita hanya satu, semoga kita semua tetap diakui sebagai murid, tetap ‘dicangking’ (digandeng) oleh Mbah Moen hingga hari kiamat kelak,” tutup Gus Yasin.**

Berita Terkait

Dari Makkah ke Jawa Tengah, Kepulangan Jemaah Haji Penuh Syukur dan Kebahagiaan
Jawa Tengah Kembangkan Wisata Ramah Muslim untuk Tarik Wisatawan Timur Tengah
Gubernur Luthfi: Penyandang Disabilitas Berhak atas Kesempatan Kerja Setara
Jateng Siaga Kekeringan, Infrastruktur Air Diperkuat Demi Produksi Pangan
Pemprov Jateng Percepat Penanganan Jalan Randublatung–Cepu yang Rusak
Ahmad Luthfi: Pancasila Jadi Perekat Keberagaman dan Arah Pembangunan Jawa Tengah
Perayaan Waisak di Vihara Mahavira Graha Semarang Gaungkan Kebijaksanaan dan Cinta Kasih
Pemprov Jateng Perkuat Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:05 WIB

Dari Makkah ke Jawa Tengah, Kepulangan Jemaah Haji Penuh Syukur dan Kebahagiaan

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:23 WIB

Jawa Tengah Kembangkan Wisata Ramah Muslim untuk Tarik Wisatawan Timur Tengah

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:56 WIB

Gubernur Luthfi: Penyandang Disabilitas Berhak atas Kesempatan Kerja Setara

Senin, 1 Juni 2026 - 16:15 WIB

Pemprov Jateng Percepat Penanganan Jalan Randublatung–Cepu yang Rusak

Senin, 1 Juni 2026 - 12:38 WIB

Ahmad Luthfi: Pancasila Jadi Perekat Keberagaman dan Arah Pembangunan Jawa Tengah

Berita Terbaru