Sekda Jateng: BUMD dan BLUD Harus Lebih Profesional Dongkrak PAD

- Reporter

Kamis, 5 Maret 2026 - 06:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Sekda Jawa Tengah Sumarno, berharap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui BUMD dan BLUD mampu mendongkrak kemandirian pendapatan daerah.

Hal itu disampaikan Sumarno saat membuka Pra Rapat Koordinasi Pendapatan Tahun 2026 , Penyusunan Rencana Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2027, di Lantai 4 Gedung B Kantor Bapenda Jateng, Rabu, 4 Maret 2026.

“Pak Gubernur punya harapan besar dari kemandirian ini yaitu kontribusi dari BUMD dan dari BULD,” ujar Sekda.

Mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin). Sumarno menjelaskan, dari segi instrumen, strata pengelolaan BUMD dan BLUD lebih maju dibandingkan OPD. Jika OPD paling rendah, BLUD berada di tengah-tengah dan tertinggi adalah BUMD.

Baca Juga :  1.750 Pelaku Usaha Mikro di Jateng Dapat Modal Produktif Rp 5,25 Miliar

“BUMD ini tertinggi, karena konsepnya adalah bisnis. Sehingga kami berharap BUMD dan BLUD terus meningkatkan profesionalisme dalam mengembangkan BUMD dan BLUD sehingga berkembang dengan baik,” ujarnya.

Dia menegaskan, direksi BUMD telah menerima mandat dalam pengelolaan manajemen. Harapan besar terhadap BUMD dan BLUD karena kedua lembaga ini memiliki konsep dan instrumen yang sama. Dua- duanya memiliki Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA), dan memiliki dewan pengawas. Sedangkan di OPD tidak ada RBA.

“Konsepnya sudah jauh lebih profesional. Sehingga kami berharap bahwa pengelolaan yang lebih maju akan bisa berkontribusi untuk peningkatan PAD di Jawa Tengah,” tandasnya.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Mohamad Masrofi mengatakan, Bapenda sebagai koordinator pendapatan pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan sinergitas baik dengan pemerintah Kabupaten Kota maupun dengan OPD di lingkungan pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga :  Upah Minimum Provinsi hingga Sektoral Jateng 2026 Ditetapkan Bersamaan pada 24 Desember

“Kami menyadari bahwa untuk mencapai target pendapatan yang ditetapkan tahun anggaran 2026 masih diperlukan upaya dan kerja lebih keras,” ujarnya.

Terlebih, dengan adanya kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat yang menyebabkan perubahan asumsi digunakan untuk penentuan target pendapatan di tahun 2026.

Pihaknya tetap akan berupaya lebih kreatif dan inovatif dalam mendayagunakan menggunakan seluruh sarana-prasarana maupun sumber daya manusia yang ada di tahun yang ada.

“Di tahun 2027 diharapkan akan ada terobosan-terobosan baru dalam mencapai target pendapatan yang ditetapkan,”pungkas Masrofi.*

Berita Terkait

KEK Batang Kembali Dilirik Investor Global, Pabrik Baterai Rp 5,7 Triliun Segera Dibangun
Jawa Tengah – Fujian Tiongkok Makin Mesra! Teken Dua Kesepakatan Strategis
Kerja Sama Jateng-Iran Dibuka, Investasi hingga Pariwisata Jadi Fokus
Luthfi: Tegal Business Forum Harus Hasilkan Investasi, Bukan Sekadar Seremoni
Gubernur Luthfi Resmikan Investasi Rp480,6 Miliar asal Tiongkok, Serap 500 Tenaga Kerja di Kendal
Jateng Mulai Bangun Peternakan Sapi Perah Terbesar di Indonesia, Investasi Rp1,2 Triliun
Tak Hanya Bangun Pabrik, Investor Singapura Siapkan Kerja Sama Pendidikan Vokasi di Jateng
Sekda Sumarno Ajak Semua Pihak Bangkitkan Koperasi Lewat Semangat Kolaborasi

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:42 WIB

KEK Batang Kembali Dilirik Investor Global, Pabrik Baterai Rp 5,7 Triliun Segera Dibangun

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:32 WIB

Jawa Tengah – Fujian Tiongkok Makin Mesra! Teken Dua Kesepakatan Strategis

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Kerja Sama Jateng-Iran Dibuka, Investasi hingga Pariwisata Jadi Fokus

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:36 WIB

Luthfi: Tegal Business Forum Harus Hasilkan Investasi, Bukan Sekadar Seremoni

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:40 WIB

Gubernur Luthfi Resmikan Investasi Rp480,6 Miliar asal Tiongkok, Serap 500 Tenaga Kerja di Kendal

Berita Terbaru