Antusiasme Tinggi, Peserta Pameran MTQ Serambi Nusantara Kewalahan Layani Pengunjung

- Reporter

Selasa, 15 September 2026 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pameran Serambi Nusantara yang menjadi rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat yang ingin melihat dan membeli produk khas berbagai daerah.

Pameran yang digelar di Kawasan Parkir Plaza Simpanglima Kota Semarang pada 12-19 September 2026 itu ramai dikunjungi pengunjungi sejak pertama kali dibuka.

Salah satu peserta pemaran dari Mimika, Papua Tengah, Lintje Siwabessy Paiman, mengatakan keikutsertaan dalam pameran tersebut menjadi kesempatan berharga untuk mengenalkan potensi perajin dan pelaku UMKM di daerahnya.

“Kami sangat antusias karena mendapat kesempatan untuk mempromosikan produk-produk Kabupaten Mimika secara khusus, Provinsi Papua Tengah secara umum, serta Papua secara keseluruhan,” kata Lintje di lokasi pameran, Senin, 14 September 2026.

Produk yang dibawa cukup beragam. Selain kopi, terdapat mahkota khas Papua, tas noken, ukiran, dan anyaman hasil karya masyarakat Amungme dan Kamoro. Sejumlah noken dibuat menggunakan serat pohon melinjo yang disebut nemo oleh masyarakat setempat serta serat batang anggrek.

Baca Juga :  Kepercayaan Investor Tinggi, Obligasi Berkelanjutan Bank Mandiri Laku 3,10 Kali

Beragam olahan pangan khas Papua juga ikut dipamerkan, seperti mi sagu, stik mangrove, keripik tambelo, sarang semut, dan buah merah. Menurut Lintje, produk-produk tersebut menunjukkan kekhasan sekaligus daya saing UMKM Mimika.

Antusiasme pengunjung terhadap produk Papua Tengah cukup tinggi. Pada hari pertama pameran, rombongan Dekranasda Mimika bahkan sampai kewalahan melayani masyarakat yang penasaran dengan produk-produk dari Papua.

“Kami berusaha memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan produk, menjelaskan keunikannya, dan menarik sebanyak mungkin masyarakat agar mengunjungi stan Papua Tengah,” ujarnya.

Lintje juga mengapresiasi kesiapan panitia serta pelayanan yang diberikan sejak rombongan tiba di Semarang. Kondisi arena yang bersih dan kemudahan berkoordinasi membuat para peserta merasa nyaman selama mengikuti pameran.

“Tempat pamerannya bersih dan setiap hari ada petugas yang membersihkan. Sejak pertama tiba dan melihat stand, kami juga langsung dilayani oleh perwakilan dinas perdagangan dan Kementerian Agama,” jelasnya.

Menurutnya, pelayanan tersebut memudahkan peserta dari luar daerah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan panitia. Dukungan itu sekaligus menambah semangat mereka untuk mempromosikan produk unggulan daerahnya.

Baca Juga :  Gubernur Luthfi: Backlog Rumah Jateng Turun, Tersisa 1,05 Juta Unit

Respons positif juga disampaikan Wiwit, pelaku UMKM asal Nusa Tenggara Barat. Ia membawa kain, sarung, baju, celana, serta berbagai produk tenun khas Lombok yang dijual dengan harga berkisar Rp200 ribu hingga Rp500 ribu.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat di Semarang sangat tinggi. Banyak yang datang berkunjung dan berbelanja. Kami juga mendapat stand gratis serta fasilitas makan siang dan makan malam,” kata Wiwit.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin, mengatakan keterlibatan UMKM dari berbagai provinsi menunjukkan bahwa MTQ turut membuka ruang promosi dan pertumbuhan ekonomi antardaerah.

“Melalui MTQ, UMKM dari seluruh provinsi ikut menampilkan kearifan lokal masing-masing, baik makanan, kerajinan, fesyen, maupun produk lainnya,” ujarnya.

Pameran tersebut diramaikan 150 stan dari unsur provinsi, kabupaten/kota, kuliner, kementerian, mitra, dan peserta mandiri.

“Per hari sekitar Rp500 juta pendapatan yang dihasilkan oleh mereka. Kalau satu minggu sudah berapa?. Bagus sekali ini,” Luthfi seusai meninjau pameran tersrbut.*

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru