Dari Jateng, MTQ Nasional Gaungkan Perdamaian ke Dunia

- Reporter

Senin, 14 September 2026 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah tak berhenti sebagai ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menjadikan perhelatan nasional tersebut sebagai panggung untuk menggaungkan pesan perdamaian, toleransi, dan persatuan dari Jawa Tengah kepada Indonesia, bahkan dunia.

Menurut Ahmad Luthfi, semangat itu tercermin dari keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam penyelenggaraan MTQ. Perguruan tinggi, tokoh agama, masyarakat, pelajar, hingga pelaku UMKM ikut mengambil bagian sehingga MTQ tidak terasa sebagai kegiatan eksklusif kelompok tertentu.

“MTQ Nasional XXXI ini merupakan kebanggaan tidak hanya bagi insan kampus, tetapi juga masyarakat dan para tokoh. Bahkan, seluruh provinsi ikut merasa memiliki,” kata Luthfi seusai meninjau pelaksanaan sejumlah cabang MTQ di UIN Walisongo dan Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Senin, 14 September 2026.

Luthfi secara khusus mengapresiasi keterlibatan perguruan tinggi sebagai lokasi perlombaan. Kampus, menurut dia, tidak sekadar menyediakan ruang dan fasilitas, tetapi turut menjadi bagian dari syiar Al-Qur’an sekaligus membangun ruang perjumpaan masyarakat.

“Tadi di UIN sudah saya cek pelaksanaan Fahmil Al-Qur’an. Hari ini kami juga meninjau perlombaan cabang kaligrafi di Undip. Saya menyampaikan terima kasih kepada Rektor UIN Walisongo dan Rektor Undip yang telah memberikan fasilitas,” ujar Luthfi yang memimpim Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin.

Baca Juga :  Menko Polkam: Jangan Lelah Mengabdi, Forkopimda Garda Stabilitas dan Pembangunan

Ia menilai keterlibatan masyarakat lintas agama dalam rangkaian MTQ menjadi pesan penting bahwa Al-Qur’an dapat hadir sebagai sumber nilai yang memperkuat kehidupan bersama, bukan menjadi sekat di tengah keberagaman.

Semangat tersebut terlihat dalam pembukaan MTQ Nasional XXXI di kawasan Simpang Lima, Semarang. Pelajar dari sekolah nonmuslim turut ambil bagian dalam menyanyikan Mars MTQ secara serentak yang kemudian mencatatkan rekor MURI.

“MTQ ini tidak hanya menjadi milik umat Islam. Masyarakat nonmuslim pun ikut serta. Kemarin, adik-adik kita dari sekolah Kristen juga ikut dalam kegiatan menyanyikan Mars MTQ yang memecahkan rekor MURI,” kata Luthfi.

Bagi Luthfi, pemandangan tersebut menjadi gambaran bahwa keberagaman justru dapat menjadi kekuatan ketika masyarakat dipertemukan dalam semangat kebersamaan.

“Musabaqah Tilawatil Qur’an menjadi milik seluruh masyarakat. Inilah bentuk rahmatan lil alamin. Toleransi beragama sangat dibutuhkan dan melalui kegiatan ini semuanya dapat bersatu,” tegasnya.

Karena itu, Luthfi berharap pesan yang lahir dari MTQ tidak berhenti ketika rangkaian perlombaan selesai. Perdamaian dan toleransi harus menjadi nilai yang dibawa pulang oleh para peserta, masyarakat, dan seluruh pihak yang terlibat.

Baca Juga :  Sekda Jateng Dukung Upaya Kemenkes Penuhi Dokter Spesialis di RS Kabupaten/Kota

“Semoga dengan adanya MTQ Nasional XXXI, Jawa Tengah dapat menyiarkan perdamaian kepada seluruh Indonesia, bahkan dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Undip Suharnomo mengatakan, pihaknya bangga dipercaya menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI. Undip menyiapkan dua lokasi untuk mendukung pelaksanaan perlombaan, yakni Gedung Prof Soedarto SH dan Auditorium Imam Bardjo.

“Kami sangat bangga dan mendukung sebisa-bisanya, serta menyiapkan fasilitas sebaik-baiknya untuk kesuksesan MTQ Nasional di Jawa Tengah,” kata Suharnomo.

Keterlibatan kampus dalam MTQ sekaligus memperluas ruang interaksi antara tradisi keilmuan, kehidupan sosial, dan nilai-nilai keagamaan. Dari ruang-ruang perguruan tinggi itulah pesan MTQ diharapkan tidak hanya terdengar melalui lantunan ayat suci, tetapi juga menjadi semangat untuk hidup berdampingan secara damai.

Sebagai pesan Gubernur Ahmad Luthfi, MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah tidak sekadar mencari para juara. Lebih jauh, perhelatan ini membawa pesan bahwa Al-Qur’an dapat menjadi jembatan yang mempertemukan perbedaan dan meneguhkan persatuan di tengah keberagaman masyarakat.***

Berita Terkait

Sinergi Kuat Manajemen dan SP PLN: Perjuangkan Kesejahteraan Pegawai Pelosok Negeri dan Tegas Kawal Penolakan Power Wheeling
Rapat Akbar SP PLN Tolak Privatisasi Terselubung dan Dominasi Swasta di Sektor Kelistrikan
Wapres Gibran Dengarkan Keluhan Warga Cilacap, Sekda Jateng Siap Tindak Lanjuti Aspirasi
Ketua INTI Jateng Apresiasi Program Pasti Ada Solusi Kementerian Hukum RI
Buka Kongres Pendeta, Gibran Minta Maaf soal Kasus Intoleransi
BULOG Torehkan Sejarah, Pengadaan Beras 2026 Lampaui Target Capai 4 Juta Ton
Insiden KA Argo Bromo Anggrek: Aliansi Desak Audit Total, Soroti Sistem Persinyalan
Menko Polkam Tegaskan Karhutla Harus Segera Dipadamkan, Kesehatan Warga Diperhatikan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Sinergi Kuat Manajemen dan SP PLN: Perjuangkan Kesejahteraan Pegawai Pelosok Negeri dan Tegas Kawal Penolakan Power Wheeling

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Rapat Akbar SP PLN Tolak Privatisasi Terselubung dan Dominasi Swasta di Sektor Kelistrikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Wapres Gibran Dengarkan Keluhan Warga Cilacap, Sekda Jateng Siap Tindak Lanjuti Aspirasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Ketua INTI Jateng Apresiasi Program Pasti Ada Solusi Kementerian Hukum RI

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Buka Kongres Pendeta, Gibran Minta Maaf soal Kasus Intoleransi

Berita Terbaru