Ribuan Pekerja Jateng Tembus Standar Global, Buktikan Daya Saing

- Reporter

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL – Tenaga kerja asal Jawa Tengah mampu menunjukkan daya saing tinggi di kancah internasional. Dengan keterampilan dan adaptasi yang terus berkembang, mereka dinilai mampu menyamai standar perusahaan internasional serta berkontribusi pada peningkatan produktivitas industri berorientasi ekspor.

Kinerja ribuan karyawan PT Borine Technology Indonesia, Kabupaten Kendal, menjadi salah satu bukti produktivitas pekerja asal Jawa Tengah memenuhi standar yang ditetapkan perusahaan global.

“Selama kita punya niat untuk bekerja, khususnya di Jawa Tengah, kita mampu bersaing dengan negara lain,” ujar Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, usai meninjau langsung aktivitas produksi PT Borine Technology Indonesia yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Rabu (6/5/2026).

Dalam kunjungannya, Gubernur yang memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin itu, didampingi Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, berdialog dengan manajemen perusahaan serta meninjau proses produksi di pabrik tersebut.

General Manager PT Borine Technology Indonesia, Jankey Ren, mengatakan, produktivitas sekitar 4.000 karyawan lokal mampu menyamai tenaga kerja di negara asal perusahaan, China. Hal itu setelah para pekerja melalui pelatihan dan pengalaman kerja selama kurang lebih tiga tahun.

Baca Juga :  Modus Kredit dan Investasi Fiktif, Eks Pegawai Bank di Banyumas Jadi Tersangka Penipuan

Produk yang dihasilkan perusahaan ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga diekspor ke pasar global. Hal tersebut menjadi indikator bahwa kualitas SDM Jawa Tengah kian kompetitif di mata investor asing.

“Kompetensi tenaga kerja menjadi faktor kunci dalam menarik investasi. Kepercayaan yang diberikan PT Borine Technology Indonesia turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Kendal dan Jawa Tengah secara umum,” ungkap Luthfi.

Bahkan, lanjutnya, perusahaan tersebut telah mengajak enam perusahaan lain sebagai pemasok bahan baku untuk ikut berinvestasi di Kendal.

Pada fase pertama, nilai investasi PT Borine Technology Indonesia mencapai USD 700 juta atau sekitar Rp 11 triliun. Perusahaan ini juga berkomitmen memperluas investasinya pada fase kedua dengan nilai sekitar USD 1,4 miliar atau setara Rp 22 triliun.

Baca Juga :  Grand Filano Touring: Akhirnya Bisa Main Padel, Bolo!

“Besarnya investasi ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah adalah daerah yang aman, stabil, dan kompetitif bagi investor global,” tegasnya.

Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai 5,89 persen, sementara Kabupaten Kendal mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi, yakni sekitar 9 persen. Pemerintah provinsi akan terus berupaya meningkatkan investasi, baik yang bersifat padat karya maupun padat modal.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya menjaga kepercayaan investor. Seluruh kepala daerah dan organisasi perangkat daerah diminta aktif berperan sebagai “marketing” untuk mempromosikan potensi investasi di wilayah masing-masing.

Selain meninjau pabrik, Gubernur Luthfi juga menyerap berbagai masukan dari pihak investor dan pengelola KEK Kendal, termasuk terkait optimalisasi Pelabuhan Kendal. Ia menilai keberadaan pelabuhan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan industri dan investasi.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memperkuat koordinasi dengan Pelindo dan Kementerian Perhubungan guna mengoptimalkan kembali operasional Pelabuhan Kendal dan Batang, serta melakukan revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.*

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru