Dorong Investasi dan UMKM, Ahmad Luthfi Sabet Penghargaan Impactful Regional Leadership

- Reporter

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARANGANYAR – Kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin kembali mendapat pengakuan. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima penghargaan Impactful Regional Leadership dalam ajang Solopos Best Brand & Innovation (SBBI) Award 2026.

Ahmad Luthfi dinilai mampu mengakselerasi pembangunan berkelanjutan, mendorong investasi, memperkuat UMKM, serta menghasilkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Penghargaan tersebut diserahkan pada malam penganugerahan Solopos Best Brand & Innovation (SBBI) Award 2026 di The Alana Solo, Kabupaten Karanganyar, Jumat (17/7/2026) malam.

CEO Solopos Media Group, Arif Budi Susilo, mengatakan, penghargaan diberikan karena Jawa Tengah dinilai memiliki arah pembangunan yang kuat, konsisten, dan mulai menunjukkan hasil yang terukur.

“Penghargaan ini kami berikan kepada Gubernur Jawa Tengah pada kategori Impactful Regional Leadership. Beliau memiliki konsep pembangunan berkelanjutan yang sangat kuat, meskipun tidak banyak diekspos,” ujar Arif.

Menurutnya, salah satu bukti nyata dapat dilihat dari pesatnya pengembangan kawasan industri di sepanjang jalur Pantura, termasuk Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), yang diproyeksikan menjadi magnet investasi baru sekaligus membuka lapangan kerja dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Gubernur Luthfi Gandeng KKP, Pengembangan Nila Salin Skala Besar Dipacu di Pantura

“Kalau investasi terus masuk seperti yang disampaikan Gubernur, saya kira langkah itu sangat tepat. Dampaknya akan terasa bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan,” katanya.

Arif menilai konsistensi kebijakan tersebut menjadi modal penting agar pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah terus melampaui rata-rata nasional. Saat ini ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,89 persen, lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen.

Tema SBBI Award 2026, Winning Value, Driving Impact, dinilai sejalan dengan pendekatan pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yakni menghadirkan inovasi yang tidak berhenti pada konsep, tetapi menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Dalam sambutannya Ahmad Luthfi menegaskan, pembangunan tidak mungkin dilakukan secara sendiri-sendiri. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusung semangat collaborative government dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, media, hingga masyarakat luas.

“Saya ingin setiap daerah memiliki banyak pemenang, banyak petarung. Karena itu kita membangun dengan semangat collaborative government. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri,” ujar Luthfi.

Di sektor ekonomi, Luthfi mengatakan, pemerintah terus mempercepat masuknya investasi dengan mendorong setiap kabupaten dan kota menyiapkan kawasan industri maupun kawasan ekonomi khusus baru. Hingga saat ini, sudah 12 daerah mengusulkan pengembangan kawasan tersebut.

Baca Juga :  Nawal Yasin Dorong Peran Muslimat dan Fatayat NU Dukung Program KB Pemprov Jateng

Hasilnya mulai terlihat. Sepanjang 2025, realisasi investasi Jawa Tengah mencapai Rp 110,64 triliun dengan penyerapan 418 ribu tenaga kerja. Sementara pada Triwulan I 2026, investasi telah mencapai Rp 23,02 triliun dan menyerap sekitar 94 ribu tenaga kerja. Pada periode yang sama, angka kemiskinan juga turun menjadi 9,39 persen.

Selain investasi, Pemprov Jawa Tengah terus memperkuat UMKM sebagai fondasi ekonomi daerah melalui pendampingan usaha, kemudahan akses pembiayaan, sertifikasi produk, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan akses pasar.

Hingga Triwulan I 2026, sebanyak 199.781 UMKM telah dibina Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau bertambah 1.001 UMKM dibandingkan tahun sebelumnya. Program tersebut turut menopang penyerapan sekitar 1,38 juta tenaga kerja.

“Jawa Tengah memiliki sekitar 4,8 juta UMKM, mayoritas merupakan usaha mikro dan kecil. Tugas kami adalah mendorong mereka naik kelas agar semakin kuat, produktif, dan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Luthfi.***

Berita Terkait

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos
Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan
Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi
Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak
Tiga Insiden di Porprov Jateng, KONI Evaluasi SOP Keselamatan Atlet
Tak Perlu Jauh ke Rumah Sakit, Warga Lereng Lawu Terbantu Layanan Speling

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama

Senin, 2 November 2026 - 19:22 WIB

Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata

Senin, 2 November 2026 - 17:27 WIB

Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos

Minggu, 1 November 2026 - 17:31 WIB

Dari Menanam Pohon hingga Sumur Resapan, Taj Yasin Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Cegah Trauma Berkepanjangan, Taj Yasin Pastikan Anak-anak Korban Penggerebekan Didampingi

Berita Terbaru