Wagub Jateng Nilai AI Efektif Perkenalkan Keteladanan Wali kepada Anak Muda

- Reporter

Kamis, 8 Januari 2026 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin, menggagas pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), untuk mengolah dan mendokumentasikan khazanah para wali sebagai bagian dari penguatan budaya, sejarah, dan dakwah Islam.

Gagasan tersebut disampaikan Gus Yasin, yang mewakili Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, pada Dialog Interaktif dalam kegiatan Tembayatan Punden dan Belik Kasunanan Kudus, dengan mengusung tema besar ”Menyebarkan Energi Peradaban Aulia”, di Kompleks Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Rabu malam, 7 Januari 2026.

“Para wali ini juga luar biasa untuk kita modernisasikan tidak hanya menjadi sebuah cerita. Kalau bisa itu ya gambar-gambar wali ini dengan dawuh-dawuhnya itu di-AI-kan begitu,” katanya.

Baca Juga :  Wagub Taj Yasin: Jatma Aswaja Mitra Strategis Jaga Agama dan Ketahanan Sosial

Menurutnya, penggunaan AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran ulama atau sejarawan. Melainkan sebagai alat bantu untuk memperluas jangkauan edukasi dan literasi sejarah kepada generasi muda.

“Jadi, anak-anak ketika buka short di YouTube, yang muncul adalah Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, muncul wajah para wali dengan dawuh-dawuhnya, dengan cerita-ceritanya, itu akan menarik,” kata suami Ning Nawal itu.

Ia mengatakan, saat ini anak-anak dan generasi muda tidak lagi terlalu tertarik membaca sejarah atau menelusuri peradaban masa lalu. Mereka, lanjut Gus Yasin, lebih fokus menatap masa depan.

“Sekarang kondisinya berbeda. Sejak usia dini, anak-anak sudah diarahkan untuk mengembangkan kemampuan teknologi. Akibatnya, ruang dan waktu untuk mempelajari sejarah menjadi makin terbatas,” ujarnya.

Baca Juga :  Keluhan Penghuni Warhol Residence Mengemuka, DPRD Semarang Siapkan Langkah Lanjutan

Putra ulama kharismatik, (Alm) KH. Maimoen Zubair, pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang Rembang itu, menyebut, banyak kisah para wali yang kini tidak lagi populer di kalangan anak muda. Padahal bisa dijadikan suri tauladan. Ia mencontohkan kisah Abu Yusuf, seorang murid Imam Abu Hanifah paling miskin yang kemudian karena khidmahnya dengan guru bisa menjadi ulama besar kepercayaan raja.

Cerita lain yang disampaikan ialah kisah Fudhail bin ‘Iyadh, seorang begal ternama yang menjadi wali besar karena jatuh cinta dengan perempuan salihah.

“Ketika kita mengetahui karamah-karamah aulia, kita punya optimis bahwa latar belakang apa pun kita, itu bisa dekat dengan Allah,”pungkasnya.*

Berita Terkait

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri
Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari
Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan
Undian Tabungan Bima, Dua Nasabah Bank Jateng Boyong Hadiah Toyota Innova Zenix Hybrid
Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi
Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam
Hadir di Juwana, Samsat Corner dan Samkesdel Permudah Akses Layanan Pajak Kendaraan
Jateng Juara Nasional Realisasi KUR Perumahan, Salurkan Rp 4,96 Triliun untuk 28.275 Debitur

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:31 WIB

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:45 WIB

Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam

Berita Terbaru