Nawal Yasin: Pesantren dan Literasi Tak Terpisahkan, Santri Harus Berkarya

- Reporter

Selasa, 7 April 2026 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Rembang, Nawal Arafah Yasin, mengajak para santri untuk mengambil peran sebagai penggerak literasi. Upaya tersebut dinilai penting guna memperkuat kembali tradisi keilmuan di lingkungan pesantren

Nawal menjelaskan, tradisi menulis di pesantren sejatinya telah mengakar kuat. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya ulama yang melahirkan berbagai karya kitab kuning. Di antaranya Syekh Abdur Rouf As-Singkili yang menulis 21 kitab, serta KH Maimoen Zubair dengan 12 kitab.

Namun, istri Wakil Gubernur Jateng itu menilai, tradisi literasi dan menulis di lingkungan pesantren mulai mengalami penurunan. Karena itu, dia mengajak para santri untuk menghidupkan kembali perjuangan para ulama terdahulu.

“Maka mudah-mudahan adik-adik di sini insyaallah nanti akan menjadi mualif-mualif, akan menjadi penulis-penulis,” kata Nawal, saat menjadi narasumber Orientasi Santri Ma’had Al-Jami’ah UIN Walisongo, di Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Selasa (7/4/2026).

Dia membeberkan, pesantren dan literasi adalah dua hal yang saling melekat. Proses pembelajaran di pesantren pada esensinya adalah praktik literasi yang utuh. Mulai dari membaca, memahami, mengajarkan, mendiskusikan, hingga menulis, menerjemahkan, mensyarah, serta mempublikasikan kitab kuning

Baca Juga :  200 Dosen Seluruh Indonesia Ikuti Diklat Penguatan Ideologi Pancasila di Semarang

Meski demikian, budaya literasi di pesantren masih menghadapi berbagai tantangan. Antara lain tingginya harga kitab, keterbatasan fasilitas perpustakaan, belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital oleh santri, serta menurunnya tradisi menulis dan penerjemahan kitab.

Sebagai upaya penguatan, Nawal mendorong sejumlah langkah strategis, seperti pengembangan perpustakaan pesantren dan digitalisasi kitab kuning, pembudayaan tradisi menulis, serta penguatan forum diskusi kitab. Selain itu, pemerintah juga diharapkan dapat memperluas akses melalui hibah kitab kuning maupun fasilitasi pameran kitab.

Kepada mahasiswa UIN Walisongo, dia menegaskan, tradisi kepenulisan yang berkembang di pondok pesantren, juga relevan untuk diterapkan di lingkungan perguruan tinggi.

“Syukur-syukur nanti adik-adik di sini bisa membuat satu tulisan lewat jurnal, ataupun nanti bisa menulis buku,” pesan Nawal, yang juga pengajar di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar Sarang, Rembang.

Baca Juga :  Pelayanan SPMB Raih Bintang Lima, Ahmad Luthfi Tegaskan No Titip-Titip

Pada kesempatan itu, dia mengapresiasi program-program Ma’had Al-Jami’ah UIN Walisongo, seperti pembelajaran bahasa Arab dan Inggris, kajian kitab kuning, serta pendidikan karakter. Harapannya, program itu dapat membentuk sarjana intelektual sekaligus ulama.

“Kemudian upaya menguatkan nilai-nilai kema’hadan di sini bagus, ada keteladanan, ada pendisiplinan, pembiasaan ibadah, kajian kitab kuning, aturan, pengawasan dan pembinaan, serta kegiatan sosial dan minat,” beber Nawal.

Lebih lanjut, dia menegaskan, Pemprov Jateng di bawah arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin terus berupaya meningkatkan pengembangan pendidikan pesantren, melalui program Pesantren Obah.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah tersebut juga membagikan bukunya berjudul “Pesantren Anti Bullying dan Kekerasan Seksual” kepada sejumlah mahasiswa. Dia berharap, pesantren dapat menjadi lingkungan belajar yang aman dari perundungan dan segala bentuk kekerasan.***

Berita Terkait

Pemprov Jateng Revitalisasi Dua SD Roboh, Gubernur Luthfi Minta Sekolah Rawan Dipetakan
942 Orang Daftar Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng, 15 Orang Lolos Kuliah Luar Negeri
Sekda Jateng Tekankan Kolaborasi Orang Tua, Guru, dan Pemerintah Kunci Pendidikan Anak Berkualitas
Sekolah Rakyat Jateng Siap Dibuka 31 Juli, Pemprov Pastikan Fasilitas Tak Ala Kadarnya
PAUD EMAS Jawa Tengah Segera Diluncurkan, Posyandu Ikut Jadi Ruang Belajar Anak
Gus Yasin Ingin Pendidikan Vokasi Berkesinambungan dari SMP hingga Perguruan Tinggi
Dialog Bareng Siswa, Wagub Taj Yasin Beri Hadiah Sepeda dan Soroti Kekurangan Guru
Taj Yasin Perluas Kerja Sama Internasional, Pesantren Jateng dan Malaka Siap Berkolaborasi

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:19 WIB

Pemprov Jateng Revitalisasi Dua SD Roboh, Gubernur Luthfi Minta Sekolah Rawan Dipetakan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:11 WIB

942 Orang Daftar Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng, 15 Orang Lolos Kuliah Luar Negeri

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sekda Jateng Tekankan Kolaborasi Orang Tua, Guru, dan Pemerintah Kunci Pendidikan Anak Berkualitas

Senin, 20 Juli 2026 - 15:20 WIB

Sekolah Rakyat Jateng Siap Dibuka 31 Juli, Pemprov Pastikan Fasilitas Tak Ala Kadarnya

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:58 WIB

PAUD EMAS Jawa Tengah Segera Diluncurkan, Posyandu Ikut Jadi Ruang Belajar Anak

Berita Terbaru