Gus Yasin Ajak ITHLA Hidupkan Arab Pegon untuk Perkuat Diplomasi Internasional

- Reporter

Jumat, 3 April 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong para mahasiswa penggiat bahasa Arab untuk tidak sekadar menguasai lisan, tetapi juga melestarikan khazanah tulisan Arab Pegon.

Menurutnya, Pegon bukan sekadar warisan pesantren. Tetapi instrumen penting dalam sejarah diplomasi nusantara yang kini bisa menjadi identitas delegasi Indonesia di kancah dunia.

Hal tersebut ditegaskan Gus Yasin, sapaan akrab Wagub, saat menghadiri Pelantikan Serentak dan Rakernas Dewan Pimpinan Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia (ITHLA), di Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Jumat, 3 April 2026.

Dalam arahannya, Gus Yasin memaparkan, Arab Pegon memiliki nilai historis yang luar biasa sebagai alat komunikasi lintas budaya.

Sebagai informasi, Arab Pegon adalah sistem penulisan menggunakan abjad hijaiyah yang dimodifikasi untuk menuliskan bahasa lokal seperti Jawa atau Melayu, yang berfungsi sebagai simbol perpaduan intelektual Islam dan identitas budaya Nusantara sejak masa kerajaan hingga tradisi pesantren modern.

Di masa lalu, katanya, Pegon digunakan sebagai bahasa pengantar delegasi antar-kerajaan di wilayah Nusantara, mulai dari Jawa hingga Semenanjung Melayu.

Baca Juga :  Cegah Perundungan Sejak Dini, Nawal Yasin Perkuat Pendidikan Karakter Anak

“Pegon ini dulu di era kerajaan menjadi forum (instrumen komunikasi) antar-kerajaan di Nusantara,” ujar Gus Yasin.

Yasin berharap ITHLA tidak hanya terpaku pada penerjemahan secara letterleg dengan abjad Latin, tetapi juga menginovasikan penggunaan Pegon dalam platform digital. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat “dzauq” atau rasa bahasa dalam memahami bahasa Arab secara mendalam.

Selain aspek budaya, Wagub menyoroti peran strategis ITHLA sebagai organisasi yang mampu mencetak delegasi internasional. Mengingat posisi Timur Tengah yang krusial dalam geopolitik dan ekonomi global, penguasaan bahasa Arab menjadi modal diplomatik yang kuat.

Gus Yasin mengapresiasi langkah ITHLA yang telah konsisten mendelegasikan pengajar bahasa Arab ke berbagai negara ASEAN seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura. Ia berharap, peran ini meluas hingga ke kancah politik internasional.

“Organisasi ITHLA bisa menjadi delegasi utusan Indonesia untuk melakukan politik internasional. Jika kita memiliki kompetensi bahasa yang kuat di kampus-kampus, mahasiswa kita bisa menjadi penyambung lidah Indonesia untuk mengomunikasikan berbagai permasalahan global, seperti yang dulu dilakukan rombongan ulama Nusantara saat berdiplomasi ke Makkah,” imbuhnya.

Baca Juga :  Wujudkan Ketahanan Pangan, Wagub Taj Yasin Dorong Lahan Tidur Bisa Digarap

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia berbasis pesantren dan bahasa Arab.

Mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Gus Yasin memaparkan saat ini Pemprov Jateng melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergis Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, telah membuka beasiswa untuk santri dan pengasuh pesantren jenjang S1 hingga S3, baik di dalam maupun luar negeri.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 439 pendaftar yang tengah mengikuti tahapan seleksi. Wagub berharap ITHLA dapat bersinergi dengan Pemprov Jateng dalam program-program penguatan pendidikan ke depan.

“Selamat kepada ketua umum dan seluruh pengurus ITHLA yang baru dilantik. Semoga muncul ide-ide segar dalam Rakernas ini yang bermanfaat bagi masyarakat dan semakin memperkokoh kedudukan bahasa Arab sebagai alat pemersatu bangsa,” pungkasnya.*

Berita Terkait

Jateng Jadi Provinsi Pertama Terapkan Pendidikan Koperasi di Sekolah, Jangkau 6,38 Juta Siswa
Guru PAUD Jateng Dilatih Coding dan Robotik, Pembelajaran Lebih Inovatif
Jateng Percepat Pemetaan Anak Putus Sekolah dan Kekurangan SMA di Pegunungan
Gus Yasin: Guru Honorer di Jateng Tidak Akan Diberhentikan
Taj Yasin Dorong Pesantren di Jateng Bangun Lingkungan Aman dan Ramah Anak
15 Tim Finalis Lomba Artikel Mahasiswa Jateng Siap Presentasikan Gagasan Terbaik
Santriwati Asal Lamongan Bahagia Terima Bisarah Penghafal Quran dari Jateng
Jateng Jadi Pelopor, Kurikulum Perkoperasian Segera Diterapkan di Sekolah

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:17 WIB

Jateng Jadi Provinsi Pertama Terapkan Pendidikan Koperasi di Sekolah, Jangkau 6,38 Juta Siswa

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:22 WIB

Guru PAUD Jateng Dilatih Coding dan Robotik, Pembelajaran Lebih Inovatif

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:12 WIB

Jateng Percepat Pemetaan Anak Putus Sekolah dan Kekurangan SMA di Pegunungan

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:28 WIB

Gus Yasin: Guru Honorer di Jateng Tidak Akan Diberhentikan

Senin, 25 Mei 2026 - 18:56 WIB

Taj Yasin Dorong Pesantren di Jateng Bangun Lingkungan Aman dan Ramah Anak

Berita Terbaru