Pemprov Jateng dan Undip Edukasi Mahasiswa tentang Relasi Sehat

- Reporter

Kamis, 10 September 2026 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Meningkatnya kasus kekerasan seksual kalangan remaja memerlukan kolaborasi berbagai pihak untuk menanganinya.

Terlebih kekerasan atas dasar relasi, baik relasi kuasa maupun yang berawal dari konsen (suka sama suka).

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dimotori Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), kolaborasi dengan FISIP Undip dan Ikatan Alumni Ilmu Pemerintahan, menyelenggarakan Talk Show membahas masalah ini.

Mengangkat tema edukasi kesadaran relasi dan pencegahan kekerasan seksual, diadakan di ruang teater Kampus FISIP Undip Tembalang, 9 September 2026.

Acara dihadiri ratusan mahasiswa secara offline dan orang tua mahasiswa secara online.

Prof. Teguh Yuwono, Dekan FISIP Undip, dalam sambutannya menyampaikan, FISIP Undip memiliki komitmen untuk membangun kampus bebas kekerasan baik yang bersifat verbal, psikis, dan seksual.

Baca Juga :  Nawal Yasin Dukung Guru PAUD Jateng Perjuangkan Kesetaraan Profesi

Komitmen tersebut dibuktikan dengan penegakan etika, aturan akademik yang tidak menoleransi kekerasan, hingga pendirian lembaga untuk pencegahan maupun penanganannya, yakni FISIP Wellness Unit (FWU).

Lusia Astrika, narasumber dari FISIP Wellness Unit menyampaikan, fenomena mahasiswa yang menjadi pendiam dan murung terkadang menjadi salah satu indikasi korban kekerasan yang berawal dari konsen seperti dalam kasus pacaran. Terlebih ketika yang bersangkutan tidak mendapatkan tempat untuk sharing atas persoalan yang dihadapi.

Disinilah peran penting kehadiran orang tua untuk ikut memantau pergaulan anaknya meskipun sudah menjadi mahasiswa.

Baca Juga :  Midea Luncurkan Celest Inverter, AC Pintar Buatan Indonesia dengan Teknologi AI

Faisa Mukti Septiyani, Plt. Kepala DP3AKB Pemprov Jawa Tengah, memaparkan, masyarakat Jawa Tengah kini semakin berani melapor terhadap kasus kekerasan perempuan. Sebagai upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan, DP3AKB ikut mengadvokasi terbentuknya Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT), di sejumlah Kampus di Jawa Tengah.

Demikian halnya dengan pendirian UPTD PPPA di 35 kab/kota dan provinsi untuk memberikan 11 pelayanan. Mulai dari hak hukum, pendampingan, Kesehatan, hingga psikologis.

Acara ini juga dibarengi dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama tentang pencegahan dan penanganan kekerasan dan pemberdayaan perempuan.***

Berita Terkait

Setahun, Lebih dari 2.000 Penghafal Quran Terima Tali Asih Pemprov Jateng
Jadi Inspirasi Kader Muda Nasional, Wagub Taj Yasin Bagikan Bekal Kepemimpinan di Jakarta
Guru Madin Bisa Dapat Beasiswa S1 dan S2 dari Pemprov Jateng, Cek Syaratnya
Zharev Education Center Raih Penghargaan atas Inovasi Pembinaan Calon Abdi Negara
Buka Festival CILUKBA, Nawal Yasin Minta Bapak Perkuat Bonding dengan Anaknya
Ahmad Luthfi dan Mendikdasmen di Hadapan 10 Ribu Guru TK: Mendidik dengan Hati Meski Gaji Pas-pasan
Enam Program Pemprov Jateng untuk Santri, dari Bisyaroh Hafiz hingga Renovasi Pesantren
Berkat Program Santri Obah Pemprov Jateng, Para Santri Ini Rasakan Kuliah di Luar Negeri

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 18:36 WIB

Setahun, Lebih dari 2.000 Penghafal Quran Terima Tali Asih Pemprov Jateng

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:41 WIB

Jadi Inspirasi Kader Muda Nasional, Wagub Taj Yasin Bagikan Bekal Kepemimpinan di Jakarta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Guru Madin Bisa Dapat Beasiswa S1 dan S2 dari Pemprov Jateng, Cek Syaratnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Zharev Education Center Raih Penghargaan atas Inovasi Pembinaan Calon Abdi Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Buka Festival CILUKBA, Nawal Yasin Minta Bapak Perkuat Bonding dengan Anaknya

Berita Terbaru