Modal Etos Kerja, Diaspora Jawa Tengah Berkiprah dan Memimpin di Lampung

- Reporter

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG – Etos kerja, ketekunan, dan daya tahan hidup menjadi bekal utama yang dibawa para perantau asal Jawa Tengah ketika meninggalkan kampung halaman puluhan tahun silam. Nilai-nilai itu pula yang kini menjelma menjadi fondasi kesuksesan, melahirkan tokoh-tokoh penting di Provinsi Lampung, dari pelaku usaha hingga pemimpin daerah.

Diaspora Jawa, khususnya dari Jawa Tengah, telah lama menyebar ke berbagai penjuru Nusantara. Lampung menjadi salah satu tujuan utama, terutama sejak program transmigrasi digulirkan pemerintah pada pertengahan abad ke-20. Dari ladang-ladang yang dulu masih perawan, para perantau itu membangun kehidupan baru, bertahan dalam keterbatasan, dan perlahan menata masa depan.

Salah satu kisah yang mencerminkan perjalanan panjang tersebut adalah Riyanto Pamungkas, Bupati Pringsewu periode 2025–2030. Ia merupakan anak bungsu dari sebelas bersaudara, lahir dari pasangan transmigran mandiri asal Jawa yang datang ke Lampung pada 1956.

“Orang tua saya transmigrasi mandiri tahun 1956. Banyak masyarakat Jawa, baik dari Jawa Tengah, Jawa Timur, maupun Jawa Barat, yang hijrah ke Lampung. Alhamdulillah, mereka berkontribusi besar bagi pembangunan daerah ini,” ujar Riyanto saat menerima kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang berpasangan dengan Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Rabu, 7 Januari 2026.

Ayah Riyanto bekerja sebagai buruh, sementara ibunya meracik kopi secara rumahan. Dari lingkungan sederhana itulah ia belajar tentang kerja keras dan keteguhan. Pada usia 21 tahun, Riyanto mulai merintis usaha kopi sangrai. Perjalanan panjang itu berbuah pada berdirinya pabrik Kopi Klangenan pada 2010, yang kini mampu menyerap ratusan tenaga kerja lokal.

Baca Juga :  Irma Suryani Tekankan Transparasi dalam Pelaksanaan Program MBG

Kesuksesan di dunia usaha mengantarkan Riyanto ke panggung kepemimpinan publik. Di Kabupaten Pringsewu, wilayah dengan mayoritas penduduk Jawa, sekitar 70 persen, ia dipercaya memimpin hingga 2030.

“Saya ditakdirkan menjadi bupati yang notabene Pujakesuma, Putra Jawa Kelahiran Sumatera. Amanah ini bukan sekadar jabatan, tapi tanggung jawab untuk melayani masyarakat Pringsewu,” tuturnya.

Bagi Riyanto, kunci keberhasilan diaspora terletak pada ketekunan, etos kerja tinggi, dan kemampuan bertahan. Ia menyebut, perantau terbiasa berjuang lebih keras karena memulai segalanya dari nol, tanpa kemewahan dan tanpa jaring pengaman.

“Pendatang biasanya lebih ‘fight’. Bisa menahan lapar, menahan segalanya, karena tidak punya apa-apa. Tapi justru itu yang membentuk daya tahan,” katanya.

Namun, ia menegaskan satu hal yang tak boleh ditinggalkan: jati diri. “Tetap rendah hati. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Identitas harus dijaga, sekaligus menghormati budaya tempat kita hidup.”

Jejak serupa juga terlihat pada sosok Jihan Nurlela, Wakil Gubernur Lampung periode 2025–2030. Ia lahir dan besar di Lampung dari keluarga transmigran yang datang pada 1982. Ayahnya berasal dari Jawa Timur, sementara ibunya dari Rembang, Jawa Tengah.

“Saya lahir di Lampung. Orangtua saya transmigran. Nilai-nilai kerja keras dan kesederhanaan itu yang kami pegang sampai sekarang,” kata Jihan.

Tak hanya dirinya, dua saudara kandung Jihan juga dikenal sebagai tokoh di bidang masing-masing. Ia menilai keberhasilan diaspora tak lepas dari kemampuan menjaga budaya baik sekaligus beradaptasi dengan lingkungan baru.

Baca Juga :  Sosialisasi Program MBG, Zainul Tekankan Penguatan Ekosistem dan Peran Masyarakat

Jihan berpesan agar masyarakat Jawa, khususnya dari Jawa Tengah, yang tersebar di berbagai daerah tetap menurunkan nilai-nilai positif kepada generasi berikutnya. Diaspora, menurutnya, harus hadir sebagai kekuatan sosial yang memberi manfaat bagi daerah tempat tinggal maupun daerah asal.

Ia juga berharap kerja sama antara Provinsi Lampung dan Jawa Tengah terus diperkuat. Sejumlah kolaborasi lintas sektor telah terjalin dan diharapkan menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi yang memiliki ikatan sejarah kuat melalui transmigrasi.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang berkunjung ke Lampung menyaksikan langsung hasil kerja keras diaspora tersebut. Selain bertemu tokoh-tokoh sukses, ia juga menyambangi desa transmigran dan berdialog dengan warga.

“Masyarakat asal Jawa Tengah di Lampung sudah banyak yang sukses dan makmur. Mereka mampu membangun desa, beradaptasi, dan hidup berdampingan dengan masyarakat setempat,” ujarnya.

Menurut Ahmad Luthfi, falsafah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” bukan sekadar pepatah, melainkan prinsip hidup yang menjelaskan mengapa diaspora Jawa mampu diterima dan berkembang.

“Orang Jawa di sini sangat kompetitif, tetapi juga sangat kekeluargaan. Itu modal sosial yang luar biasa,” katanya.

Kisah diaspora Jawa Tengah di Lampung menjadi potret kecil tentang Indonesia: tentang keberanian merantau, ketabahan bertahan, dan kemampuan menjadikan tanah asing sebagai rumah. Dari ladang kopi hingga kursi kepemimpinan, dari desa transmigran hingga pusat pemerintahan. Etos kerja dan pantang menyerah tetap menjadi benang merah kesuksesan.*

Berita Terkait

Sinergi Kuat Manajemen dan SP PLN: Perjuangkan Kesejahteraan Pegawai Pelosok Negeri dan Tegas Kawal Penolakan Power Wheeling
Rapat Akbar SP PLN Tolak Privatisasi Terselubung dan Dominasi Swasta di Sektor Kelistrikan
Wapres Gibran Dengarkan Keluhan Warga Cilacap, Sekda Jateng Siap Tindak Lanjuti Aspirasi
Ketua INTI Jateng Apresiasi Program Pasti Ada Solusi Kementerian Hukum RI
Buka Kongres Pendeta, Gibran Minta Maaf soal Kasus Intoleransi
BULOG Torehkan Sejarah, Pengadaan Beras 2026 Lampaui Target Capai 4 Juta Ton
Insiden KA Argo Bromo Anggrek: Aliansi Desak Audit Total, Soroti Sistem Persinyalan
Menko Polkam Tegaskan Karhutla Harus Segera Dipadamkan, Kesehatan Warga Diperhatikan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Sinergi Kuat Manajemen dan SP PLN: Perjuangkan Kesejahteraan Pegawai Pelosok Negeri dan Tegas Kawal Penolakan Power Wheeling

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Rapat Akbar SP PLN Tolak Privatisasi Terselubung dan Dominasi Swasta di Sektor Kelistrikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Wapres Gibran Dengarkan Keluhan Warga Cilacap, Sekda Jateng Siap Tindak Lanjuti Aspirasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Ketua INTI Jateng Apresiasi Program Pasti Ada Solusi Kementerian Hukum RI

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Buka Kongres Pendeta, Gibran Minta Maaf soal Kasus Intoleransi

Berita Terbaru