Luthfi Tegaskan Bawang Merah Brebes Tetap Unggul di Tengah Serbuan Impor

- Reporter

Jumat, 8 Mei 2026 - 06:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta petani bawang merah di Kabupaten Brebes tidak khawatir terhadap maraknya peredaran bawang bombai mini di pasar tradisional. Menurutnya, bawang merah Brebes tetap menjadi komoditas unggulan yang memiliki daya saing tinggi dan diburu hingga pasar luar negeri.

“Nggak usah khawatir, Brebes itu bawang merahnya justru yang dicari-cari sampai negara lain,” kata Ahmad Luthfi usai menghadiri acara Selapanan Bareng Gubernur untuk Percepatan Penanganan Kemiskinan Ekstrem dan Swasembada Pangan di Pendopo Kabupaten Brebes, Kamis (7/5/2026).

Gubernur yang memimpin Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin itu, menegaskan, bawang merah asal Brebes hingga kini masih menjadi acuan pengembangan komoditas serupa di berbagai daerah. Bahkan, kualitas bawang merah Brebes dinilai belum tergeser meskipun pasar mulai dibanjiri bawang bombai mini impor.

“Meskipun ada bawang merah yang lain tetapi Brebes masih menjadi prioritas utama. Ini masih menjadi potensi daerah yang harus kita kembangkan. Artinya bawang merah di tempat kita masih ditakuti daerah lain,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi fokus utama pembangunan Jawa Tengah pada 2026, khususnya untuk mendukung program swasembada pangan nasional. Kabupaten dan kota di Jawa Tengah diminta memetakan potensi wilayahnya agar mampu menopang ketahanan pangan nasional.

Baca Juga :  Pemprov Pastikan Stok Beras hingga Telur di Jateng Surplus Jelang Lebaran

Kabupaten Brebes sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan terbesar di Jawa Tengah, terutama untuk komoditas padi dan bawang merah.

“Tahun lalu Jawa Tengah dapat memproduksi padi sampai 9,4 juta ton dengan luas lahan 1,5 juta hektare. Tahun ini harus bisa minimal terpenuhi 10,5 juta ton gabah kering giling,” katanya.

Menurut Ahmad Luthfi, tantangan sektor pertanian tahun ini adalah ancaman musim kemarau panjang. Karena itu, pemerintah daerah diminta segera memetakan wilayah rawan kekeringan dan menyiapkan intervensi seperti pompanisasi maupun pembangunan sumur dan embung.

Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi juga meresmikan dua embung sebagai upaya menjaga produktivitas pertanian di Brebes.

“Itu agar produktivitas pangan tetap terjaga dan Jawa Tengah bisa mempertahankan kontribusi 15 persen padi nasional, kalau perlu jadi nomor satu di Republik Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga :  Awal Tahun Harus Bergerak: Wagub Jateng Minta Pengadaan 2026 Langsung Jalan

Sementara itu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyebut kontribusi Brebes terhadap produksi bawang merah Jawa Tengah mencapai sekitar 60 persen. Sedangkan untuk tingkat nasional, kontribusinya mencapai sekitar 20 persen sehingga Brebes disebut sebagai barometer bawang merah Indonesia.

“Bawang merah kami tidak hanya memenuhi kebutuhan nasional tapi juga sudah menembus pasar ekspor ke Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Singapura,” katanya.

Produksi padi Brebes pada 2025 juga tercatat menembus lebih dari 600 ribu ton. Pemerintah Kabupaten Brebes pun menyatakan siap mempertahankan posisi sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Tengah.

Di sisi lain, Pemkab Brebes telah menerbitkan surat edaran larangan peredaran bawang bombai mini untuk melindungi bawang merah lokal dari gempuran produk impor.

Kebijakan tersebut merujuk pada Keputusan Menteri Pertanian Nomor 015/Kpts/S.130/D/12/R2017 yang mengatur standar bawang bombai impor. Dalam aturan itu ditegaskan bahwa bawang bombai dengan diameter kurang dari lima sentimeter dilarang diperjualbelikan di wilayah Kabupaten Brebes, mulai pasar induk hingga pasar kecamatan di 17 wilayah setempat.*

Berita Terkait

Jateng Beri Relaksasi Pajak Kendaraan, Denda dan Pajak Progresif Dibebaskan
Sekda Jateng Buka Borobudur Indonesia Expo 2026 di Magelang, Sumarno: Daya Ungkit Ekonomi
Industri Jateng Tumbuh Pesat, Ahmad Luthfi Kejar KBT Semarang-Batang
Revitalisasi PRPP Jadi Prioritas, Luthfi Bidik Kawasan Rekreasi dan Ekonomi Baru
Investor Dubai Puji Gerak Cepat Ahmad Luthfi, Investasi Rp 5 Triliun Masuk Jepara
Jateng Dapat Penghargaan Layanan Investasi, Jemput Bola Jadi Jurus Jitu Ahmad Luthfi
Investor Dubai Kepincut Jateng, Jepara Dibidik untuk Mini Refinery Rp5 Triliun
PDSI Didorong Jadi Induk Drilling, SP Persada IV Tekankan Kepentingan Negara

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:01 WIB

Jateng Beri Relaksasi Pajak Kendaraan, Denda dan Pajak Progresif Dibebaskan

Jumat, 18 September 2026 - 08:06 WIB

Sekda Jateng Buka Borobudur Indonesia Expo 2026 di Magelang, Sumarno: Daya Ungkit Ekonomi

Kamis, 17 September 2026 - 18:56 WIB

Industri Jateng Tumbuh Pesat, Ahmad Luthfi Kejar KBT Semarang-Batang

Kamis, 17 September 2026 - 18:32 WIB

Revitalisasi PRPP Jadi Prioritas, Luthfi Bidik Kawasan Rekreasi dan Ekonomi Baru

Kamis, 17 September 2026 - 18:24 WIB

Investor Dubai Puji Gerak Cepat Ahmad Luthfi, Investasi Rp 5 Triliun Masuk Jepara

Berita Terbaru