Karhutla di Jateng Capai 232 Kejadian, Warga Diimbau Tetap Waspada

- Reporter

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu ancaman yang patut diwaspadai oleh masyarakat Jawa Tengah.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, tercatat dari 1 Januari-23 Agustus 2026 sudah ada 232 kejadian karhutla di Jawa Tengah.

“Kebakaran hutan dan lahan memang ada di beberapa tempat. Kemarin saya dapat laporan dari Wonogiri dan Kudus,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen usai mendampingi Gubernur Ahmad Luthfi di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang pada, Senin, 24 Agustus 2026.

Oleh karena itu, Taj Yasin mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama melakukan langkah antisipasi agar karhutla tidak terjadi lagi di daerah lain. Apalagi musim kemarau saat ini panasnya sudah semakin ekstrem.

Baca Juga :  Tak Sekadar Lari, Rupiah Borobudur Playon Donasikan Rp600 Juta bagi Program Sampah Desa

“Kita harus antisipasi, kita harus menjaga betul. Kalau merokok jangan buang puntung rokok asal lempar, karena bisa menyebabkan kebakaran,” ujarnya.

Kepala BPBD Jateng Bergas Catursasi Penanggungan mencatat, hingga 23 Agustus 2026 terdapat 547 kejadian kebakaran. Terdiri atas 232 kejadian karhutla serta 315 kejadian kebakaran gedung dan pemukiman.

Jumlah Karhutla pada periode Januari-23 Agustus 2026 itu juga jauh lebih tinggi daripada periode yang sama pada tahun 2025. Persentase kenaikannya mencapai sekitar 700%. Tren karhutla pada 2026 meningkat bertepatan dengan masuknya musim kemarau, yakni bulan Juni, Juli, dan Agustus.

Secara rinci, 232 kejadian karhutla tersebut tersebar di 35 kabupaten/kota. Dampak karhutla meliputi 194 hektar luas lahan terbakar, 213 hektare luas hutan terbakar, dan 2,17 hektare luas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terbakar. Taksiran kerusakan mencapai Rp23 miliar.

Baca Juga :  Gubernur Luthfi Perkuat Perlindungan Buruh Jateng dari PHK hingga Kesejahteraan

Sementara sepuluh daerah dengan total kejadian karhutla tertinggi meliputi Kabupaten Klaten 31 kejadian, Sragen 30 kejadian, dan Sukoharjo 18 kejadian, Wonogiri 17 kejadian, Boyolali 16 kejadian, Blora 14 kejadian, Kabupaten Semarang 13 kejadian, Banyumas 10 kejadian, Kudus 10 kejadian, dan Kota Tegal 8 kejadian.

“Kebakaran lahan didominasi kebakaran lahan pertanian khususnya tebu dan semak belukar. Penyebabnya diduga karena human error, untuk lahan tebu biasanya untuk membersihkan selasar tebu saat panen,” ujarnya saat dihubungi terpisah.***

Berita Terkait

Gus Yasin Ingin Gerakan Ekonomi SGN Menjangkau Seluruh Jateng
Kasus Ponpes Sukorharjo, Ahmad Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Ketenteraman
Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP
Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:25 WIB

Gus Yasin Ingin Gerakan Ekonomi SGN Menjangkau Seluruh Jateng

Selasa, 3 November 2026 - 18:39 WIB

Kasus Ponpes Sukorharjo, Ahmad Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Ketenteraman

Selasa, 3 November 2026 - 17:08 WIB

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi

Berita Terbaru