Santriwati Asal Lamongan Bahagia Terima Bisarah Penghafal Quran dari Jateng

- Reporter

Senin, 25 Mei 2026 - 05:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demak – Raut bahagia mewarnai wajah Vincha Fitria, salah satu penerima bisarah Pemprov Jateng kepada penghafal kitab suci. Meski warga Lamongan Jawa Timur, dia tetap berhak mendapat bisarah, setelah berhasil menghafal 30 Juz Al Quran, di pondok pesantren Al Furqon, Mranggen Demak, Dusun Tlogo, Desa Batusari, Mranggen , Kabupaten Demak.

Wajahnya berseri usai menerima bisarah yang disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Ditemui di sela acara Pengajian Akbar dalam Rangka Khotmil Qur’an ke 17 Ponpes Al Furqon, Mranggen Demak, Minggu, 24 Mei 2026, Fitria mengaku sangat senang dengan penghargaan tersebut. “Alhamdulillah terima kasih banyak wakil gubernur Jawa Tengah,” ujar santriwati yang berencana meneruskan pendidikannya di sekolah keperawatan ini.

Selama lima tahun enam bulan, Fitria menghafalkan Al Quran hingga tamat 30 juz. Dia pun berhak menerima bisaroh dari Pemprov Jateng senilai Rp 1.000.000. Dia menjadi satu dari tujuh penghafal 30 juz Al Quran yang menerima bisaroh tali asih penghafal kitab suci dari Pemprov Jateng.

Dalam mauidhah hasanah yang disampaikan pada acara itu, Taj Yasin mengucapkan syukur bisa menyampaikan bisaroh kepada tujuh penghafal Quran bil ghaib. Para penghafal tersebut menyelesaikan hafalannya dengan bervariasi. Ada yang tiga tahun, ada juga yang lima tahun.
“Asalnya pun dari berbagai daerah berbeda, ada yang dari Kendal, Mranggen, Demak, dan ada juga yang dari Lamongan, Jawa Timur,” jelasnya.

Baca Juga :  Jateng Borong Anugerah Data Pendidikan 2025, Diapresiasi atas Pemanfaatan Data yang Konsisten

Dia menambahkan, syarat penerima bisaroh untuk penghafal Al Quran yang diberikan oleh Pemprov Jateng tidak lah sulit. Bahkan, tidak menggunakan proposal. Yang penting sudah wisuda hafal 30 juz. Pun tidak harus warga Jawa Tengah. Namun, cukup menjadi santri atau santriwati yang menghafalkan Al Quran di Jawa Tengah.

“Ini merupakan kebijaksanaan di Provinsi Jawa Tengah, yang memiliki program memberikan tali asih kepada siapa pun yang menghafal kitab suci untuk agamanya, ” jelas Gu Yasin, sapaan akrabnya.

Kitab suci yang dihafalkan sebagai syarat untuk mendapatkan bisaroh, juga tidak melulu Al Quran. Bisa Injil, Taurat, atau kitab suci bagi penganut agama yang ada di Indonesia.

Baca Juga :  Kuliah Dalam dan Luar Negeri Ditanggung, Ini Manfaat Beasiswa Santri Pemprov Jateng

Lebih lanjut, Gus Yasin juga berpesan apabila Al-Qur’an merupakan simbol keilmuan. Identik dengan kepandaian dan kecerdasan.
Istimewanya, Al Quran diturunkan kepada manusia yang tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis. Sehingga menunjukkan apabila Al Quran adalah pembelajaran yang diturunkan Allah melalui malaikat Jibril.

Pada akhir sambutannya, Gus Yasin mengajak kepada santri yang hadir untuk terus meningkatkan keilmuan tentang Al Quran. “Al-Qur’an menjadi tuntunan bagi kita bersama. Walaupun se-ayat, walaupun satu surat, kita harus belajar Al-Qur’an. Al-Qur’an identik dengan salat. Ibadah yang di dalamnya ada Al-Qur’an, hanya shalat,” ujarnya.

Dia juga mengajak masyarakat untuk bersyukur, karena Al-Qur’an di Indonesia khususnya di Jawa Tengah dianjurkan untuk dihafalkan. Terlebih lagi, ada apresiasi dari pemerintah bagi penghafalnya.

“Karenanya, saya yakin bahwa orang Jawa Tengah di tanah Jawa Tengah akan memperoleh barokah dari Al Quran. Untuk adik-adik, kejar terus ilmu-ilmu yang ada di dalam Al-Qur’an. Semoga adik-adik benar-benar nanti bisa meneruskan menjadi estafet dalam penjagaan Al-Qur’an secara kaffah,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Taj Yasin Dorong Pesantren di Jateng Bangun Lingkungan Aman dan Ramah Anak
15 Tim Finalis Lomba Artikel Mahasiswa Jateng Siap Presentasikan Gagasan Terbaik
Jateng Jadi Pelopor, Kurikulum Perkoperasian Segera Diterapkan di Sekolah
Dosen USM Edukasi Karang Taruna soal Etika Konten Digital dan Jurnalisme Warga
SPMB Jateng 2026 Dimulai, Luthfi Siapkan Seleksi Transparan dan Antititipan
Suasana Gubernuran Riuh, Anak TK Diajak Kenal Pekerjaan di Pemerintahan
Program Beasiswa Santri Jateng Masih Dibuka untuk Studi Dalam dan Luar Negeri
Gus Yasin Apresiasi Perjuangan Santri Penghafal Al-Qur’an dengan Tali Asih

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 18:56 WIB

Taj Yasin Dorong Pesantren di Jateng Bangun Lingkungan Aman dan Ramah Anak

Senin, 25 Mei 2026 - 16:53 WIB

15 Tim Finalis Lomba Artikel Mahasiswa Jateng Siap Presentasikan Gagasan Terbaik

Senin, 25 Mei 2026 - 05:37 WIB

Santriwati Asal Lamongan Bahagia Terima Bisarah Penghafal Quran dari Jateng

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:56 WIB

Jateng Jadi Pelopor, Kurikulum Perkoperasian Segera Diterapkan di Sekolah

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:25 WIB

Dosen USM Edukasi Karang Taruna soal Etika Konten Digital dan Jurnalisme Warga

Berita Terbaru