Sehari Dibuka, CJIBF 2026 Raup 40 LOI Investasi Senilai Rp 16 Triliun

- Reporter

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Baru sehari dibuka Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, ajang Central Java Investment Forum (CJIBF) 2026 langsung mencatatkan potensi investasi jumbo. Sebanyak 40 letter of intent (LOI) atau nota minat investasi berhasil dikantongi dari calon investor dalam dan luar negeri dengan estimasi nilai mencapai Rp 16 triliun.

Capaian tersebut diperoleh dari rangkaian one on one meeting antara calon investor dengan pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, dan pelaku usaha dalam pembukaan CJIBF 2026 di Kota Semarang, Senin pagi (11/5/2026).

“CJIBF yang kita lakukan, hari ini kita telah menelurkan kepeminatan (LOI) dan Rp 16 triliun potensi investasi telah disepakati,” kata Gubernur Luthfi saat menghadiri Gala Dinner Rapat Kerja Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) di Hotel Tentrem Semarang, Senin (11/5/2026) malam.

Forum investasi tersebut dibuka langsung oleh Ahmad Luthfi bersama Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu serta Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman. Acara juga dihadiri perwakilan 12 pemerintah provinsi anggota Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) dan sejumlah calon investor dari berbagai negara.

Baca Juga :  Talking Hood Jadi Andalan Baru ARTUGO untuk Dapur Rumah Tangga dan UMKM

Ahmad Luthfi yang duet memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin, mengatakan, CJIBF menjadi salah satu instrumen strategis untuk mempercepat masuknya investasi ke Jawa Tengah melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah.

Menurutnya, forum tersebut dirancang untuk mempertemukan investor dengan pemerintah daerah, mitra usaha, hingga pengelola kawasan industri yang memiliki proyek siap ditawarkan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menjelaskan, 40 LOI yang tercatat berasal dari ketertarikan investor terhadap 21 proyek investasi ready to offer yang dipresentasikan dalam forum tersebut.

Proyek itu terdiri atas 17 sektor strategis, mulai dari renewable energy, pertanian dan hilirisasi pangan, pariwisata, hingga pertambangan. Selain itu terdapat empat kawasan industri unggulan yang dipromosikan, yakni Kendal Special Economic Zone, Industropolis Batang Special Economic Zone, Wijayakusuma Industrial Park, dan Jatengland Industrial Park Sayung.

“Ini menjadi tugas DPMPTSP untuk mengawal kepeminatan yang sudah tanda tangan LOI agar benar-benar terealisasi menjadi investasi,” ujar Sakina.

Ia menyebutkan, minat investor terlihat tinggi hampir di seluruh sektor yang ditawarkan. Investor yang hadir berasal dari dalam negeri maupun luar negeri dan menunjukkan komitmen awal untuk menjalin kerja sama bisnis di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Bank Mandiri Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Nasional Terjaga Berkat Sinergi Fiskal dan Moneter

Untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN), sektor yang paling diminati meliputi industri manufaktur, biomassa, geothermal, industri garam, serta mocaf dan hilirisasi produk pertanian.

Sementara untuk penanaman modal asing (PMA), sejumlah investor berasal dari Thailand, China, dan India.

“Ada PMA dan PMDN. PMA yang saya tahu ada dari Thailand, China, dan India. Kepeminatan itu kami kawal terus. Biasanya realisasi membutuhkan waktu satu sampai dua tahun karena masing-masing investor masih melakukan kajian,” jelasnya.

Sakina menambahkan, CJIBF menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menjaga tren pertumbuhan investasi daerah. Pada 2025, realisasi investasi Jawa Tengah tercatat mencapai Rp 88,5 triliun, ditambah investasi usaha mikro dan kecil (UMK) sebesar Rp 21,52 triliun.

Adapun pada triwulan I 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah telah mencapai Rp 23,02 triliun. Pemerintah provinsi menargetkan capaian investasi tahun ini meningkat minimal 10 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Target investasi tahun ini minimal naik 10 persen dari realisasi sebelumnya,” kata Sakina.***

Berita Terkait

KEK Batang Kembali Dilirik Investor Global, Pabrik Baterai Rp 5,7 Triliun Segera Dibangun
Jawa Tengah – Fujian Tiongkok Makin Mesra! Teken Dua Kesepakatan Strategis
Kerja Sama Jateng-Iran Dibuka, Investasi hingga Pariwisata Jadi Fokus
Luthfi: Tegal Business Forum Harus Hasilkan Investasi, Bukan Sekadar Seremoni
Gubernur Luthfi Resmikan Investasi Rp480,6 Miliar asal Tiongkok, Serap 500 Tenaga Kerja di Kendal
Jateng Mulai Bangun Peternakan Sapi Perah Terbesar di Indonesia, Investasi Rp1,2 Triliun
Tak Hanya Bangun Pabrik, Investor Singapura Siapkan Kerja Sama Pendidikan Vokasi di Jateng
Sekda Sumarno Ajak Semua Pihak Bangkitkan Koperasi Lewat Semangat Kolaborasi

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:42 WIB

KEK Batang Kembali Dilirik Investor Global, Pabrik Baterai Rp 5,7 Triliun Segera Dibangun

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:32 WIB

Jawa Tengah – Fujian Tiongkok Makin Mesra! Teken Dua Kesepakatan Strategis

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Kerja Sama Jateng-Iran Dibuka, Investasi hingga Pariwisata Jadi Fokus

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:36 WIB

Luthfi: Tegal Business Forum Harus Hasilkan Investasi, Bukan Sekadar Seremoni

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:40 WIB

Gubernur Luthfi Resmikan Investasi Rp480,6 Miliar asal Tiongkok, Serap 500 Tenaga Kerja di Kendal

Berita Terbaru