Panen Inpari 32 Desa Truko, Bulog Semarang Siap Tampung Gabah Petani

- Reporter

Sabtu, 28 Februari 2026 - 06:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Kunjungan Direktur Utama Perum Bulog, Letjend TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani ke Desa Truko, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, dilakukan dalam rangka panen padi varietas Inpari 32 dengan luasan lahan kurang lebih 200 hektare, Jumat (27/2/2026).

Dalam Kunjungan tersebut, Dirut Perum Bulog di dampingi Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jateng, Sri Muniati dan Pimpinan Perum Bulog Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah .

Dalam kesempatan tersebut, Dirut memastikan kesiapan menyerap hasil panen petani.

Di lokasi panen, kondisi tanaman padi terlihat sehat dan telah memasuki usia panen. Tim Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang turut melakukan pengecekan menyatakan bahwa gabah sudah siap dipanen dan tidak ditemukan serangan hama. Kondisi ini menjadi kabar baik sekaligus berkah bagi para petani Desa Truko, kata Ahmad Rizal.

Baca Juga :  Jelang Idulfitri, Bulog Semarang Salurkan Bantuan Beras dan Minyakita untuk Ratusan Ribu Penerima

Selain itu, hamparan sawah di Desa Truko memiliki kontur terasering dengan akses jalan yang naik turun. Kondisi tersebut membuat proses panen tidak memungkinkan menggunakan alat panen modern seperti combine harvester, tuturnya.

“Bukannya kami tidak mau membawa alat panen combine, tetapi alatnya tidak bisa masuk. Jalannya naik turun, dikhawatirkan justru tidak bisa beroperasi karena medan terlalu tinggi,” imbuhnya.

Karena keterbatasan akses tersebut, proses panen dilakukan secara manual menggunakan alat pemotong sederhana. Hal ini ditegaskan bukan karena ketiadaan alat dan mesin pertanian (alsintan), melainkan murni disebabkan kondisi geografis lahan, ujarnya.

Baca Juga :  Pasokan Pangan Aman, Jateng Pertemukan 111 Produsen dan 99 Offtaker

Dalam kesempatan itu, Bulog menyatakan kesiapan menyerap gabah petani dengan berbagai kualitas, selama masih dalam masa usia panen. Namun, panen tetap harus mengikuti rekomendasi Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) terkait lahan mana yang telah memenuhi kriteria usia panen.

Diharapkan, produksi padi di Jawa Tengah tahun ini bisa mendukung Pencapaian target 4 juta ton Setara beras , sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional.***

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru