Bulog Jateng Salurkan 1.038 KL Minyakita, Fokus Stabilkan Harga Jelang Ramadan

- Reporter

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah bersama Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Perdagangan Kota Semarang melakukan monitoring stabilisasi pasokan dan keterjangkauan harga Minyak Goreng Rakyat (MGR) merek dagang Minyakita di Pasar Karangayu, Kota Semarang, Rabu 28 Januari 2026.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari terbitnya Permendag Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat, serta Keputusan Menteri Perdagangan RI Nomor 2396 Tahun 2025 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Goreng Rakyat.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jateng, Sri Muniati, mengatakan dalam regulasi tersebut Bulog dan BUMN pangan mendapat penugasan menyalurkan sekitar 35 persen kebutuhan Minyakita nasional melalui skema distribusi dari produsen ke Bulog, kemudian ke pengecer, dan dari pengecer ke konsumen.

“Bulog tidak menyalurkan ke distributor. Sesuai aturan, kami hanya menyalurkan langsung ke pengecer,” tegas Sri Muniati.

Secara nasional, Bulog memperoleh kuota distribusi Minyakita sebesar 720 ribu kiloliter. Khusus Januari 2026, alokasi nasional sekitar 30 ribu kiloliter, dan Kanwil Jawa Tengah mendapat kuota 1.170 kiloliter.

Baca Juga :  Investor Dubai Siap Bangun Pabrik Urea di Jateng, Gubernur Beri Dukungan Penuh

Hingga 27 Januari 2026, realisasi pasokan di Jawa Tengah telah mencapai 88 persen atau sekitar 1.038 kiloliter. Pasokan tersebut berasal dari empat produsen, yakni Sinarmas, Wilmar, Megasurya, dan Apical.

Minyakita kemudian didistribusikan ke pengecer sembako di pasar-pasar pencatatan SP2KP dan BPS, serta pengecer di luar pasar yang menjadi mitra binaan Bulog seperti Rumah Pangan Kita (RPK), KDMP, dan jaringan lainnya.

Sri Muniati menambahkan, hingga 27 Januari 2026 peredaran Minyakita oleh Kanwil Bulog Jateng telah menjangkau 25 kabupaten/kota melalui 34 pasar pencatatan SP2KP dan BPS. Dari sebaran tersebut, tercatat sekitar 1.600 pengecer telah bermitra dengan Bulog, baik yang berada di dalam pasar rakyat maupun di luar pasar.

Di Pasar Karangayu sendiri, Bulog menyalurkan 160 karton atau 1.920 liter Minyakita kepada 28 kios pedagang.

Sri Muniati menegaskan, harga jual dari Bulog kepada pengecer adalah Rp14.500 per liter. Pengecer wajib menjual kepada konsumen sesuai HET Rp15.700 per liter, dengan pembelian maksimal 12 liter atau satu karton per konsumen per hari.

Baca Juga :  Kerja Sama Jateng–Jepang, Rawa Pening Disiapkan Jadi Percontohan Ekonomi Baru

“Kami minta pengecer mematuhi ketentuan. Tidak boleh menjual di atas HET, tidak boleh menimbun, dan tidak boleh menjual kembali ke pengecer lain. Mereka sudah menandatangani fakta integritas,” ujarnya.

Setiap pengecer Minyakita juga diberikan identitas resmi dan spanduk informasi harga agar masyarakat mengetahui harga yang semestinya.

Ia menambahkan, pemerintah telah membentuk Tim Sapu Bersih (Saber) pelanggaran harga, keamanan, dan mutu pangan yang dikawal Dirreskrimsus Polda di masing-masing wilayah untuk melakukan pengawasan dan penertiban, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan Ramadan.

Sementara itu, pedagang Pasar Karangayu Semarang, Ramiah, mengaku keberadaan Minyakita sangat membantu pedagang dan masyarakat yang membutuhkan.

“Selama dipasok terus dari Bulog, masyarakat senang karena bisa beli minyak murah. Paling dua hari sudah habis. Harapannya bisa dipasok terus supaya ekonomi masyarakat juga lebih baik,” pungkasnya.*

Berita Terkait

Jateng Bidik Investasi IKN, Ahmad Luthfi Jajaki Kolaborasi Strategis Industri
Festival Jawa Tengah Syariah 2026 Perkuat Rantai Industri Halal, Omzet UMKM Naik Berlipat
Jateng-Kaltim Kolaborasi, Teken 19 Kerja Sama Ekonomi Senilai Rp 20,2 Triliun
BPS: Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh 5,71 Persen, Angka Kemiskinan Terus Menurun
Rasio Belanja Pegawai Masih di Bawah Ambang Batas, Pemprov Jateng Pastikan Pembayaran Gaji ASN Tetap Lancar
Luthfi Tegaskan BUMD dan BLUD Tak Boleh Tekor, Evaluasi Menyeluruh Disiapkan
KEK Batang Kembali Dilirik Investor Global, Pabrik Baterai Rp 5,7 Triliun Segera Dibangun
Jawa Tengah – Fujian Tiongkok Makin Mesra! Teken Dua Kesepakatan Strategis

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Jateng Bidik Investasi IKN, Ahmad Luthfi Jajaki Kolaborasi Strategis Industri

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Festival Jawa Tengah Syariah 2026 Perkuat Rantai Industri Halal, Omzet UMKM Naik Berlipat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Jateng-Kaltim Kolaborasi, Teken 19 Kerja Sama Ekonomi Senilai Rp 20,2 Triliun

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:16 WIB

BPS: Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh 5,71 Persen, Angka Kemiskinan Terus Menurun

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:14 WIB

Rasio Belanja Pegawai Masih di Bawah Ambang Batas, Pemprov Jateng Pastikan Pembayaran Gaji ASN Tetap Lancar

Berita Terbaru