Kerja Sama Jateng–Jepang, Rawa Pening Disiapkan Jadi Percontohan Ekonomi Baru

- Reporter

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pembenahan Danau Rawa Pening kini naik kelas menjadi isu strategis kerja sama internasional. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin Guberbur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menggandeng Prefektur Shiga, Jepang, menyiapkan studi awal hingga pilot project pengelolaan danau berbasis green economy dan ekonomi terbarukan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dengan Delegasi Prefektur Shiga di Kantor Gubernur, Rabu, 11 Februari 2026. Kolaborasi ini menjadi tindak lanjut Central Java Investment Business Forum yang digelar pada 8 Oktober 2025 dalam rangka Osaka Expo.

Sebelum bertemu Gubernur, delegasi Shiga telah melakukan peninjauan lapangan dari hulu hingga hilir kawasan Rawa Pening serta menerima paparan komprehensif terkait kondisi dan tantangan danau tersebut.

Rawa Pening memiliki fungsi vital sebagai penyangga ekosistem, sumber air baku, pengendali banjir, hingga penopang ekonomi masyarakat. Namun, danau ini menghadapi persoalan serius seperti sedimentasi, pertumbuhan eceng gondok yang masif, serta beban pencemaran dari aktivitas domestik, pertanian, dan perikanan.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, pembenahan Rawa Pening bukan sekadar proyek lingkungan, melainkan agenda strategis yang berkaitan dengan ketahanan air, energi, dan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Gubernur Luthfi Sebut Investasi Industri di Brebes Efektif Tekan Pengangguran dan Kemiskinan Daerah

“Kami ingin hubungan ini saling menguntungkan. Apa yang menjadi kebutuhan Jepang bisa kami dukung di Jawa Tengah, dan potensi Jawa Tengah juga bisa memberikan manfaat bagi Jepang,” ujar Ahmad Luthfi.

Menurut dia, kerja sama tersebut telah ditegaskan melalui nota kesepahaman (MoU), termasuk pengembangan ekonomi terbarukan dan potensi investasi dari Jepang ke Jawa Tengah.

“Prinsipnya green economy dan ekonomi baru menjadi prioritas utama. Jepang lebih maju di bidang itu dan akan kita manfaatkan,” katanya.

Pemprov Jateng mendorong Rawa Pening menjadi lokasi pilot project dengan dukungan hibah dan transfer teknologi dari Prefektur Shiga, yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan Danau Biwa, danau terbesar di Jepang.

Ketua Tim Delegasi Perdagangan, Perindustrian, Pariwisata, dan Tenaga Kerja Prefektur Shiga, Takeshi Tominaga, mengatakan, kesamaan karakteristik kedua wilayah menjadi fondasi kuat kolaborasi jangka panjang.

“Dalam kerja sama internasional, salah satu kata kunci penting adalah lingkungan. Jawa Tengah dan Shiga memiliki kesamaan karena sama-sama memiliki danau,” ujarnya.

Baca Juga :  Wagub Jateng Lepas 1.142 Pemudik dari Bandung, Antusiasme Perantau Membludak

Takeshi Tominaga menegaskan, kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan langkah awal menuju kerja sama konkret.

“Ini bukan sekadar cerita, tetapi sebuah proses. Kami telah melihat langsung kondisi di lapangan dan mendapatkan sejumlah ide untuk ditindaklanjuti bersama,” katanya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menjelaskan, pembahasan kerja sama mencakup lima klaster utama, yakni pengelolaan sampah dan limbah, konservasi daerah aliran sungai (DAS) dan danau, pengembangan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan, infrastruktur dan pariwisata air, serta potensi investasi sektor lingkungan dan energi.

“Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan tahap investigasi pendahuluan, pembentukan joint task force, serta forum lanjutan sebagai tindak lanjut konkret,” kata Sakina.

Selain fokus pada Rawa Pening, delegasi Shiga juga dijadwalkan meninjau sejumlah kawasan ekonomi di Jawa Tengah guna menjajaki peluang investasi di sektor lain.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat pengelolaan lingkungan, tetapi juga menghadirkan model pembangunan berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia.***

Berita Terkait

KEK Batang Kembali Dilirik Investor Global, Pabrik Baterai Rp 5,7 Triliun Segera Dibangun
Jawa Tengah – Fujian Tiongkok Makin Mesra! Teken Dua Kesepakatan Strategis
Kerja Sama Jateng-Iran Dibuka, Investasi hingga Pariwisata Jadi Fokus
Luthfi: Tegal Business Forum Harus Hasilkan Investasi, Bukan Sekadar Seremoni
Gubernur Luthfi Resmikan Investasi Rp480,6 Miliar asal Tiongkok, Serap 500 Tenaga Kerja di Kendal
Jateng Mulai Bangun Peternakan Sapi Perah Terbesar di Indonesia, Investasi Rp1,2 Triliun
Tak Hanya Bangun Pabrik, Investor Singapura Siapkan Kerja Sama Pendidikan Vokasi di Jateng
Sekda Sumarno Ajak Semua Pihak Bangkitkan Koperasi Lewat Semangat Kolaborasi

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:42 WIB

KEK Batang Kembali Dilirik Investor Global, Pabrik Baterai Rp 5,7 Triliun Segera Dibangun

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:32 WIB

Jawa Tengah – Fujian Tiongkok Makin Mesra! Teken Dua Kesepakatan Strategis

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Kerja Sama Jateng-Iran Dibuka, Investasi hingga Pariwisata Jadi Fokus

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:36 WIB

Luthfi: Tegal Business Forum Harus Hasilkan Investasi, Bukan Sekadar Seremoni

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:40 WIB

Gubernur Luthfi Resmikan Investasi Rp480,6 Miliar asal Tiongkok, Serap 500 Tenaga Kerja di Kendal

Berita Terbaru