Wagub Jateng: Evakuasi dan Perbaikan Tanggul Jadi Fokus Penanganan Banjir Pekalongan

- Reporter

Senin, 19 Januari 2026 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKALONGAN – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), meninjau langsung banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kota Pekalongan pada Senin, 19 Januari 2025. Tinjauan ini untuk memastikan keselamatan warga terdampak, serta kesiapan penanganan banjir secara berlapis.

Dalam kunjungan itu, Taj Yasin bersama istrinya Nawal Arafah Yasin tiba di Jalan Raya Tirto Raya, Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, saat genangan air masih mengepung kawasan permukiman. Ia berjalan di tengah genangan. Kemudian ia mengunjungi pengungsi yang ada di masjid setempat.

Kehadiran Wakil Gubernur disambut warga yang tengah berbenah dan mengungsi. Taj Yasin tampak berdialog dengan warga maupun dengan pejabat setempat terkait kondisi lapangan dan langkah penanganan lanjutan.

Di lokasi yang sama, Nawal Arafah turut menyapa para ibu pengungsi di area masjid, sekaligus membagikan buku kepada anak-anak sebagai bentuk dukungan moril di tengah situasi banjir.

Mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Taj Yasin menegaskan, penanganan jangka pendek difokuskan pada mitigasi darurat dengan memprioritaskan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Sejumlah warga dengan kondisi kesehatan khusus, termasuk penderita stroke, telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Baca Juga :  Petani Milenial Jadi Andalan, Jateng Pacu Inovasi dan Swasembada Pangan

“Kita pastikan masyarakat aman, terutama lansia, anak, dan warga berkebutuhan khusus. Kemarin sudah ada yang kita angkut dan kita ungsikan,” kata dia.

Selain evakuasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Dapur umum disiagakan untuk menjamin ketersediaan bahan pokok, makanan, serta kebutuhan kesehatan bagi para pengungsi.

Untuk penanganan jangka menengah, Taj Yasin menyoroti kondisi tanggul Sungai Bremi yang belum permanen dan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan perhitungan teknis agar perbaikan dapat dilakukan lebih cepat.

“Ada salah satu tanggul yang belum permanen dan itu kewenangan kami. Hari ini langsung saya minta dihitung supaya penanganannya bisa lebih cepat,” tegasnya.

Sementara itu, penanganan jangka panjang akan difokuskan pada Sungai Bremi. Taj Yasin menyampaikan, proyek penanganan sungai tersebut telah dianggarkan oleh pemerintah pusat senilai sekitar Rp50 miliar dan direncanakan mulai dikerjakan pada 2026. Sehingga diharapkan banjir di wilayah Pekalongan Barat dan sekitarnya tidak terulang.

Baca Juga :  Banjir Berkepanjangan di Pekalongan, Wagub Jateng Fokus Normalisasi dan Penguatan Tanggul

“Sungai Bremi itu sudah dianggarkan dari pusat, informasi BBWS ada Rp50 miliar, tetapi memang ini belum dikerjakan,” ujarnya.

Di lokasi pengungsian, Sujatmiko (60), salah satu warga terdampak, mengatakan, banjir dipicu jebolnya tanggul Sungai Bremi yang diperparah hujan. Akibatnya, air menggenang dan belum surut hingga saat ini.

“Penyebab banjir dari tanggul Sungai Bremi jebol. Air keluar, merambah, ditambahi hujan. Air mandek sampai sekarang. Rumah saya tenggelam, cuma kelihatan atapnya genteng tok,” ujarnya.

Sujatmiko mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya karena air datang dengan cepat. Seluruh perabotan rumah tangga masih terendam di dalam rumah.

“Ada kasur, kasur busa, sepeda motor, kompor, masih di rumah semua. Ya pasrah total,” katanya.

Meski demikian, ia menyebut kondisi konsumsi dan obat-obatan di pengungsian relatif aman.

“Aman di sini, bisa saling bantu. Mudah-mudahan ke depan tidak banjir lagi, soalnya daerah Tirto ini dari dulu sudah langganan banjir. Tapi yang sekarang ini paling besar,” pungkasnya.*

Berita Terkait

Ribuan Warga Tumplek Blek Tonton Alma Esbeye, Bikin Gebyar MTQ di Semarang Makin Meriah
Kabar Baik! Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 28 Desember 2026
Sekda Jateng Usulkan RUU Kabupaten/Kota Disesuaikan dengan Karakteristik Daerah
Kafilah MTQ Nasional hingga Pelajar Ramai-Ramai Cukur Gratis Stan Baznas Jateng
Jokowi dan Sejumlah Tokoh Solo Terima Anugerah BAMAGNAS 2026
Dengarkan Suara Warga, Proyek PLTP Gunung Ungaran Pastikan Tak Akan Sentuh Cagar Budaya dan Perhatikan Lingkungan
Cegah Jerat Judol dan Pinjol Ilegal, Ning Nawal Ajak Kader PKK Jadi Agen Literasi Keuangan
Ahmad Luthfi: JTAB Bikin Petani Jateng Digaji Panen Dibeli

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:11 WIB

Ribuan Warga Tumplek Blek Tonton Alma Esbeye, Bikin Gebyar MTQ di Semarang Makin Meriah

Jumat, 18 September 2026 - 18:14 WIB

Kabar Baik! Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 28 Desember 2026

Jumat, 18 September 2026 - 15:24 WIB

Sekda Jateng Usulkan RUU Kabupaten/Kota Disesuaikan dengan Karakteristik Daerah

Jumat, 18 September 2026 - 15:17 WIB

Kafilah MTQ Nasional hingga Pelajar Ramai-Ramai Cukur Gratis Stan Baznas Jateng

Jumat, 18 September 2026 - 07:44 WIB

Dengarkan Suara Warga, Proyek PLTP Gunung Ungaran Pastikan Tak Akan Sentuh Cagar Budaya dan Perhatikan Lingkungan

Berita Terbaru