Pariwisata Jawa Tengah Tertinggi Nasional, Aglomerasi dan Desa Wisata Jadi Andalan

- Reporter

Kamis, 8 Januari 2026 - 16:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui strategi pengembangan berbasis aglomerasi dan desa wisata, capaian pariwisata Jawa Tengah tercatat sebagai yang tertinggi secara nasional.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, pariwisata menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Penguatan dilakukan dengan memperbanyak dan memperkuat destinasi yang berbasis potensi lokal.

“Memang salah satu cara menaikkan PAD-APBD kita adalah dengan memperkuat dan memperbanyak sektor wisata,” ujar Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis, 8 Januari 2025.

Menurut Ahmad Luthfi, Jawa Tengah memiliki keunggulan komparatif melalui pengembangan kawasan aglomerasi pariwisata yang terintegrasi. Sejumlah kawasan unggulan seperti Kopeng, Borobudur, dan Rawapening, dikembangkan sebagai simpul destinasi yang saling terhubung.

Selain itu, Pemprov Jateng juga mengandalkan pengembangan desa wisata sebagai tulang punggung pemerataan ekonomi pariwisata. Saat ini, terdapat sekitar seribu desa wisata yang menjadi bagian dari ekosistem pariwisata daerah.

Baca Juga :  Ringankan Warga, Jateng Terapkan Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen

“Kita punya aglomerasi wisata Kopeng, Borobudur, dan Rawapening. Kita juga punya seribu desa wisata,” kata Ahmad Luthfi.

Dijelaskan, pengembangan desa wisata dilakukan secara bertahap dan berjenjang. Desa wisata yang semula berskala lokal didorong naik kelas menjadi destinasi antardaerah hingga internasional. Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota telah menetapkan desa wisata melalui surat keputusan kepala daerah sebagai dasar pembinaan.

“Para bupati dan wali kota sudah membuat SK untuk menunjuk desa wisata. Dari wisata lokal, bisa naik menjadi wisata antardaerah, bahkan internasional,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemprov Jateng juga mendorong diversifikasi produk pariwisata untuk memperluas segmentasi pasar. Selain wisata alam dan sejarah, pengembangan wisata kuliner, wisata budaya, serta wisata ramah muslim menjadi bagian dari strategi peningkatan daya saing.

“Kita dorong wisata kuliner, wisata budaya, dan wisata ramah muslim. Jawa Tengah ini strategis karena berada di tengah Pulau Jawa,” kata Gubernur.

Baca Juga :  Balik Rantau Gratis, Pemudik Jateng Bawa Harapan Baru Menuju Jakarta

Terkait wisata ramah muslim, Ahmad Luthfi menegaskan, pengembangannya telah masuk dalam visi dan misi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. “Ya, ramah muslim juga. Itu sudah visi-misi kita,” ujarnya.

Strategi tersebut sejalan dengan capaian kinerja pariwisata Jawa Tengah yang menunjukkan tren positif. Riset CNBC Indonesia Research mencatat daya tarik sektor pariwisata Jawa Tengah menempati peringkat teratas secara nasional dengan kontribusi pendapatan mencapai Rp 2,77 triliun sepanjang 2024.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Jawa Tengah pada 2024 mencapai 68,88 juta orang, meningkat 22 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara naik 28 persen menjadi 593.168 orang.

Sejumlah destinasi unggulan seperti Masjid Syeikh Zayed Surakarta, Kota Lama Semarang, Candi Prambanan, serta kawasan Borobudur dan Dieng masih menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.*

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru