Wagub Jateng Targetkan PADI Jadi Event Pariwisata Nasional Mulai 2027

- Reporter

Kamis, 23 April 2026 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEMANGGUNG – Event Pekan Agro Digital dan Inovasi (PADI) Jateng 2026 yang diadakan di Agro Center Soropadan, menunjukkan antusiasme pengunjung yang signifikan. Pada tahun lalu, sebanyak 133.000 pengunjung datang pada event tersebut.

Tak ayal, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen yang hadir mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthgi, pun menargetkan tahun 2027, PADI bisa masuk dalam kalender event pariwisata Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Gus Yasin, sapaan akrabnya, saat membuka PADI Jateng 2026, Kamis, 23 April 2026. Menurutnya, sejak tahun 2023, event pameran agro di Soropadan sudah tidak lagi ditopang oleh anggaraan APBD Jateng. Dia memberikan apresiasi yang luar biasa kepada para petani muda yang membuat pameran hasil inovasi teknologi dalam bidang pertanian tersebut.

“Event ini harusnya sudah layak untuk kita masukkan dalam kalender event pariwisata Jawa Tengah,” kata Gus Yasin.

Jika melihat data pada tahun lalu sebesar 133.000 pengunjung, Gus Yasin menilai apabila event PADI layak untuk menembus tingkat nasional. PADI bukan hanya memasarkan produk pertanian, namun juga menjadi tempat bertemunya masyarakat dengan industri pengolahan hasil.

“Kita akan dorong bukan hanya wisata agro, tetapi wisata ekonomi. Wisatawan yang datang ke Jawa Tengah ini bukan hanya wisata penikmat alam saja tetapi juga menikmati bagaimana hasil dari pertanian kita, perkebunan kita, peternakan kita, juga menyisir ke tempat-tempat usaha,” ujarnya.

Baca Juga :  Tak Hanya Bangun Pabrik, Investor Singapura Siapkan Kerja Sama Pendidikan Vokasi di Jateng

Apresiasi terhadap pelaksanaan PADI tersebut, Gus Yasin mengundang langsung ketua panitia ke atas panggung. Ketuanya tidak lain petani muda, Rosyid, pemuda Demak yang tergabung dalam Forum Komunikasi Purnawirya Bapeltan. Yakni, forum komunikasi alumni binaan Bapeltan.

Kepada Rosyid, Gus Yasin menanyakan berapa persen petani muda yang ada di Demak, saat ini. “Petani muda ada sekitar 40 %,” jawab Rosyid.

Gus Yasin kembali menanyakan komitmen PADI apabila diusulkan menjadi kalender event pariwisata Jawa Tengah di tahun 2027. Rosyid kembali menunjukkan kesiapan dan komitmennya. “Sangat senang dan siap sekali,” ujarnya.

Terpisah, ditemui usai acara Rosyid menyambut gembira rencana untuk menjadikan PADI masuk dalam kalender event pariwisata Jawa Tengah tahun 2027. Menurutnya, petani muda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Purnawirya Bapeltan, akan mendukung hal tersebut.

Dia mengatakan, pada tahun lalu, event serupa berhasil mencatat transaksi sebesar Rp 5 miliar. Dia berharap, event tahun ini bisa meraup lebih dari yang diraih tahun lalu. Saat ini ada seratus petani muda yang tercatat sebagai anggota forum. Namun demikian, jejaring mereka terjalin di 35 kabupaten/kota.

“Kegiatan ini nol anggaran dari pemerintah. Murni dari alumni dari Balai Pelatihan Pertanian dikumpulkan di sini,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah adalah Defrancisco Dasilva Tavares mengatakan, tema PADI tahun ini adalah
Mewujudkan Regenerasi Petani Unggul Dan Akselerasi Swasembada Pangan dengan Melalui Pertanuan Berkelanjutan, yang akan dilaksanakan hingga Senin 27 April 2026. PADI merupakan inisiatif petani muda untuk mempromosikan teknologi inovatif kolaborasi multipihak untuk pertanian yang adaptif dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Investor Dubai Kepincut Jateng, Jepara Dibidik untuk Mini Refinery Rp5 Triliun

“Kegiatan ini merupakan respon atas tantangan pembangunan pertanian saat ini dan ke depan,” urainya.

PADI Tahun 2026, lanjutnya, diikuti 127 stan, yang terdiri dari sponsorship, staheholder, pemprov dan pemda kabupaten/kota, PTN dan SMK serta SMA.
“PADI berkomitmen pertanian modern menjadi hadirnya inovasi agar presisi efisien dan berkelanjutan serta sarana edukasi memahami pertanian,” ujarnya.

Regenerasi petani, lanjutnya, menjadi faktor kunci terutama perubahan demografi dan ekonomi global. Sehingga yang penting bukan sekadar alih peran tetapi mindset bertani.
“Ini adalah bagian investasi jangka panjang mewujudkan inovasi daya saing memantapkan provinsi Jateng sebagai lumbung pangan nasional,” katanya.

PADI 2026 menyajikan pameran teknologi dan inovasi, book fair, job fair, talkshow, pagelaran seni budaya, pangan murah, dan agro bershalawat. “Sudah ada 15 perusahaan yang membuka peluang job fair dan 5 di antaranya adalah perusahaan asing,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, diserahkan bantuan KUR kepada petani, pedagang, dan peternak di Jawa Tengah, melalui Kredit Usaha Rakyat.***

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru