Wagub Jateng Luncurkan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat dan Kesejahteraan Rakyat

- Reporter

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong penguatan gerakan wakaf sosial sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri peluncuran program wakaf sosial yang diinisiasi Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, dan Dompet Dhuafa, dalam rangka Peringatan Nuzulul Quran 1447 H di Kantor Perwakilan BI Jateng, Kota Semarang, Rabu, 11 Maret 2026.

Wagub yang akrab disapa Gus Yasin mengatakan, wakaf sosial merupakan terobosan untuk mendukung kegiatan sosial keagamaan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Wakaf sosial ini diperuntukkan untuk kegiatan yang sifatnya keagamaan dan sosial, mulai dari pengadaan air bersih, ambulans, hingga renovasi masjid,” kata Gus Yasin.

Mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dia mengatakan, gerakan wakaf perlu terus diperluas agar menjadi sarana amal berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan umat.

“Saya berharap kesejahteraan warga Jawa Tengah bisa lebih baik lagi, dan wakaf ini menjadi sarana amal berkelanjutan atau sedekah jariah bagi masyarakat,” ujar putra mendiang Kyai Kharismatik Mbah Maimoen Zubaer itu.

Pada hari yang sama, Pemprov Jawa Tengah juga mendorong penguatan wakaf uang melalui Badan Wakaf Indonesia (BWI) Jawa Tengah. Program tersebut mendapat sambutan positif, termasuk dari kalangan aparatur sipil negara (ASN).

Baca Juga :  BRI Prioritas Gandeng Bahana TCW, Sajikan Insight Investasi Terkini bagi Nasabah Semarang

Gus Yasin menilai, Jawa Tengah memiliki modal kuat untuk mengembangkan gerakan filantropi Islam. Salah satunya melalui kinerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah yang dinilai menjadi rujukan di tingkat nasional.

Ia menyebut, selama sekitar satu dekade terakhir ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara konsisten menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas.

“Setiap bulan alhamdulillah terkumpul paling tidak sekitar Rp8 miliar dari ASN di lingkungan Pemprov Jawa Tengah,” jelasnya.

Dana tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima zakat atau mustahik di berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Keberhasilan pengelolaan zakat tersebut, lanjutnya, menjadi inspirasi untuk memperkuat pengelolaan wakaf agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Gus Yasin juga menekankan pentingnya memberi teladan dalam menggerakkan wakaf. Ia bahkan mengaku pada hari yang sama telah dua kali melakukan peluncuran QR wakaf sebagai bentuk ajakan nyata kepada masyarakat.

“Untuk mengajak itu jangan hanya mengajak saja, tetapi juga harus melakukan dulu,” tegasnya.

Ia juga mengajak pimpinan dan pegawai lembaga keuangan, termasuk Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk turut berpartisipasi dalam gerakan wakaf.

Baca Juga :  Kedubes Inggris dan Jateng Bahas Akselerasi Infrastruktur Penopang KEK Batang

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua BMPD Jateng-Semarang, Mohamad Noor Nugroho, mengatakan peluncuran program wakaf sosial merupakan sinergi BI bersama Dompet Dhuafa untuk memperluas manfaat wakaf bagi masyarakat.

Program Wakaf Sosial Bank Indonesia menghadirkan tiga program utama. Yakni wakaf air melalui pembangunan sumur bor sebagai sumber air bersih bagi masyarakat, wakaf renovasi masjid untuk meningkatkan kelayakan tempat ibadah, serta wakaf ambulans untuk mendukung layanan kesehatan gratis bagi masyarakat dhuafa di Jawa Tengah.

Melalui inisiatif tersebut diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh akses air bersih, fasilitas ibadah yang lebih layak, serta layanan kesehatan yang memadai.

Acara tersebut diawali dengan salat tarawih berjamaah. Pada kesempatan itu, BMPD Jateng-Semarang bersama OJK dan BI juga menyerahkan bantuan kepada sejumlah lembaga sosial. Antara lain Panti Asuhan Sunan Gresik Al Bukhori, Panti Asuhan Dar Attaqwa Wadda’wah, Panti Sosial Anak Asuh Sunan Drajat, Panti Asuhan Anak Asuh Sunan Kalijaga, Panti Asuhan Al-Amanah, serta Special Olympics Indonesia Jawa Tengah. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp70 juta.***

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:39 WIB

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Berita Terbaru