Kapulaga di Lereng Sumbing, Batik Kalikajar Jadi Penggerak Ekonomi Perempuan

- Reporter

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WONOSOBO – Komunitas Batik Kalikajar, Wonosobo, terus mendorong pemberdayaan perempuan melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis keluarga.

Salah satu upaya yang sudah dilakukan dengan mendukung program PKK bernama Kapulaga (Kelompok Usaha Berbasis Keluarga), yang diluncurkan Ketua TP PKK Provinsi Jateng Hi.Nawal Arafah Yasin, M.S.I, di kawasan Wisata Jalisu (Jalan Lingkar Sumbing), du Desa Butuh Kidul, Kecamatan Kalikajar, Selasa, 8 September 2026.

Luar biasa. Produk batik Kalikajar sudah mendunia. Diorder hingga Jepang, Hongkong, dan Amerika Serikat.

Di sela peluncuran, Ketua Komunitas Batik Kalikajar, Aksana Rizky Amalia, mengatakan, program tersebut telah membuka kesempatan bagi perempuan dari berbagai kelompok usia untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi kreatif.

Menurutnya, tidak ada batasan usia bagi perempuan yang ingin bergabung. Yang terpenting memiliki minat dan tekad untuk mengembangkan ekonomi kreatif di wilayah Kalikajar.

“Jadi kita tidak membandingkan usia, baik yang baru lulus SMA maupun ibu-ibu, asalkan memiliki minat dan tekad untuk memajukan ekonomi kreatif di Kalikajar,” kata Rizky, sapaan akrabnya, ditemui di stan pameran pada acara peluncuran Kapulaga.

Pemberdayaan, ujarnya, dilakukan dengan memberikan keterampilan membatik. Mulai dari menggambar pola hingga proses pewarnaan. Sebagian pekerjaan tersebut dapat dibawa pulang sehingga perempuan tetap dapat menjalankan aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga.

Baca Juga :  Emak-emak Berburu Sembako Murah di Tuntang, Ahmad Luthfi Didorong Perbanyak GPM

“Jadi mereka bisa mencari uang, tetapi tetap bisa menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga dan melayani keluarga dengan penuh kasih sayang,” ujarnya.

Meski dikerjakan dari rumah, proses produksi tetap mengikuti standar yang telah ditentukan komunitas. Para anggota terlebih dahulu mendapatkan pelatihan sebelum membawa pekerjaan untuk diselesaikan di rumah.

Komunitas juga menerapkan target dan sistem penyetoran hasil pekerjaan secara berkala. Dengan pola tersebut, kegiatan ekonomi kreatif diharapkan dapat berjalan secara teratur sekaligus memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.

Rizky menambahkan, produk Batik Kalikajar saat ini telah menjangkau pasar di berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Beberapa produk bahkan telah dibawa hingga Jepang, Amerika Serikat, dan Hong Kong.

“Kalau di Indonesia kita pernah sampai Sumatera, Sulawesi, dan Bali,” katanya.

Menurutnya, salah satu cara Batik Kalikajar dikenal konsumen dari luar daerah adalah melalui promosi dan kegiatan Festival Balon yang rutin digelar di kawasan Kembaran, Kalikajar Wonosobo.

Pengunjung yang datang ke festival kemudian mengunjungi stan Batik Kalikajar. Dari sana, sebagian tertarik dengan motif batik yang ditawarkan dan kemudian melakukan pemesanan, termasuk turis mancanegara yang datang.

Baca Juga :  Luthfi Fokuskan Jateng Jadi Pusat Pembibitan Ikan dan Udang, Dukung Swasembada Pangan

Keunikan Batik Kalikajar, lanjut dia, terletak pada karakter motif yang dapat dibuat secara khusus sesuai permintaan pelanggan.

“Kalau seseorang sudah memesan motif tertentu, misalnya motif kopi atau motif lainnya, kita tidak akan membuatkan motif yang sama untuk orang lain,” jelasnya.

Konsep tersebut membuat setiap pelanggan dapat memiliki motif batik yang khas dan berbeda. Batik yang dipesan menjadi identitas tersendiri bagi pemiliknya.

Dengan pengembangan usaha berbasis keluarga, Komunitas Batik Kalikajar berharap semakin banyak perempuan yang memiliki kesempatan memperoleh penghasilan tanpa harus meninggalkan peran dan aktivitasnya di lingkungan keluarga.

Di kawasan Wisata Jalisu, banyak bermunculan usaha kafe dan kuliner warga setempat. Mereka menjajakan makanan dan minuman bagi pengunjung wisata pemandangan alam gunung Sindoro dan Sumbing. Puluhan lapak inilah yang dibranding Kapulaga oleh PKK Jawa Tengah sebagai sentra usaha kelompok berbasis keluarga.

Jalisu adalah jalan lingkar lereng Sumbing yang dibangun setahun lalu. Melewati lereng perbukitan berkelak- kelok sehingga menarik pengunjung. Yang menarik, pembebasan lahan Jalisu gratis. Warga merelakan tanah kebunya untuk dibangun jalan yang tembus Kaliangkrik dan Nepal Van Java Magelang itu.***

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja

Berita Terbaru