Taj Yasin Dorong Modifikasi Cuaca Hadapi Kekeringan di 14 Daerah Jateng

- Reporter

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan sejumlah langkah menghadapi ancaman kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026.

Salah satu upaya yang didorong Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen adalah modifikasi cuaca.

Dorongan tersebut disampaikan menyusul peringatan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah yang menetapkan 14 daerah dalam status Awas kekeringan meteorologis untuk periode 21-31 Agustus 2026.

Ke-14 daerah tersebut yakni Demak, Kudus, Grobogan, Jepara, Pati, Rembang, Blora, Sragen, Karanganyar, Purworejo, Klaten, Magelang, Cilacap, dan Wonogiri.

“Kami ke depan akan coba memodifikasi awan dengan harapan ini bisa mengurangi kekeringan panjang di tahun ini,” kata Taj Yasin usai memberikan mauidhah hasanah pada acara Dzikro Maulidurrosul Muhammad SAW di Ponpes Ar Roudloh Babadan, Limpung, Batang, Selasa, 25 Agustus 2026.

Menurutnya, peringatan kekeringan juga harus menjadi momentum untuk memperbaiki pengelolaan air dalam jangka panjang. Salah satunya dengan memastikan pembangunan tetap menyediakan ruang bagi air untuk meresap ke dalam tanah.

Baca Juga :  Taj Yasin: Zikir dalam Toriqoh Bangun Spiritualitas dan Cegah Korupsi

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menyoroti pembangunan permukiman maupun kawasan perdesaan yang terlalu banyak menggunakan beton sehingga mengurangi area resapan.

“Ini peringatan buat kita bahwa ke depan kita harus membenahi infrastruktur tanah kita. Pori-porinya harus diperhatikan,” ujarnya.

Gus Yasin mendorong agar pembangunan di desa maupun perumahan tidak seluruhnya menutup permukaan tanah dengan beton. Keberadaan sumur biopori dan sumur resapan di lingkungan rumah, kata dia, perlu diperbanyak.

“Harus ada pori-pori, syukur-syukur ada sumur biopori atau resapan di tiap-tiap rumah,” katanya.

Sementara untuk menghadapi dampak kekeringan yang sudah terjadi, Pemprov Jateng melalui BPBD menyiagakan armada truk tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.

Taj Yasin mengatakan koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota, terutama untuk memastikan ketersediaan air yang layak dikonsumsi bagi warga di wilayah terdampak.

Baca Juga :  Jokowi dan Sejumlah Tokoh Solo Terima Anugerah BAMAGNAS 2026

“Kami juga sudah menyiapkan lewat BPBD terkait kekeringan. Sudah banyak kita dengan kabupaten kota mengalokasikan, menyiagakan truk-truk tangki kita untuk mendistribusikan air bersih, terutama air yang siap untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Ancaman kekeringan juga menjadi perhatian di sektor pertanian. Sejumlah wilayah berpotensi mengalami gangguan tanam maupun panen akibat terbatasnya ketersediaan air.

Untuk mengantisipasi kerugian petani, Pemprov Jateng menyiapkan perlindungan melalui Dinas Pertanian bersama BUMD. Petani yang mengalami gagal tanam maupun gagal panen akan mendapatkan jaminan melalui skema asuransi.

“Untuk gagal tanam panen kami lewat Dinas Pertanian dengan BUMD kita juga memberikan jaminan untuk kawan-kawan atau petani yang gagal panen. Ada asuransi yang kita jaminkan di BUMD kita,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Gus Yasin Ingin Gerakan Ekonomi SGN Menjangkau Seluruh Jateng
Kasus Ponpes Sukorharjo, Ahmad Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Ketenteraman
Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP
Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:25 WIB

Gus Yasin Ingin Gerakan Ekonomi SGN Menjangkau Seluruh Jateng

Selasa, 3 November 2026 - 18:39 WIB

Kasus Ponpes Sukorharjo, Ahmad Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Ketenteraman

Selasa, 3 November 2026 - 17:08 WIB

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi

Berita Terbaru