Taj Yasin Ajak Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta Perkuat Ekosistem Medical Tourism

- Reporter

Selasa, 15 September 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan, pemerintah daerah akan terus mendorong kolaborasi antar rumah sakit pemerintah maupun swasta. Terutama, dalam rangka meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan, yang dikolaborasi medical tourism.

Salah satunya melalui upaya program Dokter Spesialis Keliling (Speling), yang saat ini sudah menjangkau 18 juta warga Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Taj Yasin usai menghadiri peresmian Queen Latifa Hospital Semarang, Selasa, 15 September 2026.

Melalui Speling, Pemprov Jateng juga terus memperluas akses masyarakat terhadap tenaga medis. Yaitu, pelayanan dengan mendekatkan dokter spesialis kepada masyarakat.

Ia menyebut program tersebut mendapat penilaian positif dari pemerintah pusat. Sebab tidak hanya berorientasi pada jumlah masyarakat yang dilayani, tetapi juga menghadirkan dokter spesialis secara langsung di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah perkembangannya baik. Kemarin terakhir ketika ada penilaian dari pemerintah pusat, dari kementerian, kami dinobatkan yang terbaik dalam memberikan pelayanan,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin nyaman dan percaya terhadap pelayanan kesehatan serta tenaga kesehatan di Jawa Tengah.

“Dokter-dokter spesialis kami turunkan langsung untuk bertemu dengan masyarakat sehingga masyarakat lebih nyaman dan lebih percaya terhadap kesehatan atau tenaga kesehatan yang ada di Jawa Tengah,” ujarnya.

Baca Juga :  Luthfi Respons Keluhan Petani Sukoharjo, Empat Sumur Disiapkan Tahun Ini

Ia menyebut jumlah masyarakat yang telah terjangkau program spelling hingga Selasa mencapai sekitar 18 juta orang.

Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat layanan kesehatan sekaligus mendorong Jawa Tengah sebagai tujuan medical tourism.

Gus Yasin mengatakan pengembangan medical tourism perlu dibarengi dengan upaya meyakinkan masyarakat. Bahwa kualitas pelayanan kesehatan di Jawa Tengah tidak kalah dibandingkan daerah lain, bahkan dengan layanan kesehatan di luar negeri.

“Tantangan kita adalah meyakinkan masyarakat bahwa penanganan rumah sakit kita sebenarnya tidak kalah dengan pelayanan rumah sakit di provinsi lain maupun di luar negeri,” katanya.

Menurut dia, perkembangan teknologi dan kompetensi tenaga kesehatan membuat sejumlah penyakit kronis yang sebelumnya dianggap sulit ditangani, kini telah memiliki peluang kesembuhan yang lebih baik.

Ia mencontohkan penanganan penyakit kanker dan berbagai penyakit kronis lainnya yang saat ini didukung pelayanan serta fasilitas kesehatan yang semakin berkembang.

“Sudah banyak yang sembuh. Ini yang perlu kita kampanyekan supaya masyarakat melek, tidak perlu lagi berobat ke luar negeri, cukup di Jawa Tengah,” ujarnya.

Baca Juga :  Gus Yasin: Infrastruktur Jateng Sudah 99 Persen, Tantangan ke Depan Butuh Terobosan

Dia juga mendorong masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala penyakit dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Menurutnya, semakin dini masyarakat memeriksakan kondisi kesehatannya, semakin besar peluang penyakit dapat ditangani dengan baik.

Di sisi lain, ia melihat semakin banyak rumah sakit di Jawa Tengah yang mengembangkan penelitian dan inovasi di bidang kesehatan. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi modal penting dalam membangun ekosistem medical tourism di Jateng.

“Rumah sakit-rumah sakit di Jawa Tengah banyak yang melanjutkan penelitian dan inovasinya. Ini yang kami sebut sebagai wisata kesehatan di Jawa Tengah,” katanya.

Direktur Queen Latifa Hospital Semarang, dr Alviena Bestari Savitri, menyambut baik harapan medical tourism yang dicetuskan Wagub Jateng tersebut. Pihaknya mengaku siap dengan program tersebut.

“Untuk Jawa Tengah Queen Latifah Hospital Semarang terutama siap untuk melayani,” katanya.

Menurutnya, medical tourism merupakan program kesehatan yang berbarengan dengan wisata. Jawa Tengah memiliki potensi yang menarik untuk dikunjungi.

‘Misalnya Kota Lama, terus nyari gunung bisa ke Ungaran. Untuk dipaketkan dengan medical tourism, nanti arahnya ke mana pelayanannya kami siap untuk mendukung programnya Pak Wagub,” tandasnya.***

Berita Terkait

Gus Yasin Ingin Gerakan Ekonomi SGN Menjangkau Seluruh Jateng
Kasus Ponpes Sukorharjo, Ahmad Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Ketenteraman
Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP
Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan
Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi
Lima Catatan Penting dari Kasus Sukoharjo, Saatnya Berbenah Bersama
Tak Sekadar Tambah Layanan, Posyandu Jateng Didorong Beri Dampak Nyata
Nawal Yasin Libatkan Kader Posyandu untuk Dampingi Warga Benahi Data Bansos

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:25 WIB

Gus Yasin Ingin Gerakan Ekonomi SGN Menjangkau Seluruh Jateng

Selasa, 3 November 2026 - 18:39 WIB

Kasus Ponpes Sukorharjo, Ahmad Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Ketenteraman

Selasa, 3 November 2026 - 17:08 WIB

Cegah Kebocoran Uang Negara, Jateng Gandeng KPK, BPK, dan BPKP

Selasa, 3 November 2026 - 15:16 WIB

Dukung Petani Lebih Efisien, Ahmad Luthfi Berikan Bantuan 1.507 Alsintan

Selasa, 3 November 2026 - 15:08 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Gubernur Luthfi Kucurkan Rp 65,5 Miliar untuk Irigasi

Berita Terbaru