SMK Go Global: Pemerintah Perkuat Kompetensi dan Peluang Kerja Lulusan ke Mancanegara

- Reporter

Kamis, 4 Desember 2025 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – Pemerintah terus memperkuat peningkatan kualitas dan daya saing lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui Program SMK Go Global. Komitmen ini disampaikan dalam Workshop Kepala Sekolah SMK yang digelar di Semarang, Kamis (4/12), dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga pendidikan Jepang, organisasi pemagangan, serta perwakilan pemerintah pusat.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison, menjelaskan bahwa program ini berangkat dari visi besar Menko PMK yang mendapat dukungan penuh dari Presiden. Menurutnya, pemerintah ingin memastikan lebih banyak lulusan SMK dapat produktif serta memiliki peluang kerja baik di dalam maupun luar negeri.

“Pak Menko punya visi dan passion yang sangat tinggi untuk memastikan lulusan SMK bisa produktif dan mendapat kesempatan kerja. Dukungan Presiden luar biasa sehingga SMK Go Global menjadi mandat yang harus kami jalankan,” ujarnya.

Leontinus menekankan pentingnya pemerintah aktif turun ke lapangan untuk menjangkau SMK yang memiliki potensi besar dalam penyediaan talenta. Ia menegaskan bahwa informasi peluang kerja harus benar-benar valid dan diverifikasi. Dalam workshop ini turut hadir pembicara dari universitas besar Jepang dan JIKA Expert yang menyampaikan peluang kerja resmi, proses rekrutmen yang benar, serta berbagai kebutuhan industri di negara tujuan.

Baca Juga :  Irma Suryani Sosialisasikan MBG di Oku Induk, Tekankan Pentingnya Gizi Anak Sejak Dini

“Ini bukan peluang kerja palsu, tetapi peluang yang valid dan sudah diverifikasi,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, para kepala sekolah juga mendapatkan paparan mengenai standar kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja internasional. Pemerintah mendorong SMK untuk menyesuaikan kurikulum, meningkatkan kompetensi guru, serta memperkuat proses pembelajaran agar lulusan lebih memenuhi standar global. Selain itu, workshop memberikan pembekalan mengenai pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Narasumber dari Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Indonesia dan Kementerian Luar Negeri menjelaskan prosedur penempatan kerja luar negeri yang aman dan sesuai ketentuan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi munculnya hoaks, lowongan palsu, dan penipuan yang kerap menyasar calon pekerja.

“Kita harus hati-hati. Jangan sampai mengejar peluang tetapi justru menjadi korban TPPO,” ujar Leontinus.

Pemerintah menargetkan dapat menyiapkan 500.000 pekerja terampil yang siap ditempatkan ke berbagai negara. Kesiapan tersebut mencakup keterampilan teknis, kemampuan bahasa, hingga pemahaman budaya negara tujuan. Negara-negara yang menjadi sasaran program ini meliputi Jepang, Jerman, Turki, Slovakia, Singapura, dan Uni Emirat Arab. Profesi yang paling diminati meliputi caregiver, hospitality, welder, serta berbagai bidang medium to high skill lainnya.

Baca Juga :  Wagub Jateng Tegaskan SMA Negeri di Pati Diprioritaskan Tambakromo dan Jaken

“Presiden sangat antusias. Targetnya besar, sekitar 500.000 pekerja, dan hal ini terus dipantau pada setiap pertemuan,” kata Leontinus.

Ia mengingatkan bahwa proses keberangkatan tenaga kerja tidak bisa dilakukan secara instan. Persiapan bahasa dan pelatihan membutuhkan waktu, sehingga peserta harus mewaspadai tawaran berangkat cepat atau gaji tinggi yang tidak realistis. “Belajar bahasa saja butuh waktu. Untuk Jepang ada level N5, N4, dan seterusnya. Jadi tidak mungkin minggu depan langsung berangkat,” tegasnya.

Workshop ini menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak sekolah dalam menyiapkan lulusan SMK yang berdaya saing global. Pemerintah berharap setiap kepala sekolah dapat menerapkan informasi dan materi yang diperoleh sehingga mampu mempercepat pencapaian target penempatan tenaga kerja Indonesia yang terampil, aman, dan terlindungi.*

Berita Terkait

Pemprov Jateng Revitalisasi Dua SD Roboh, Gubernur Luthfi Minta Sekolah Rawan Dipetakan
Wamenko Polkam: Politik adalah Ibadah Pengabdian, Bukan Jalan Menuju Kekayaan
942 Orang Daftar Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng, 15 Orang Lolos Kuliah Luar Negeri
Sekda Jateng Tekankan Kolaborasi Orang Tua, Guru, dan Pemerintah Kunci Pendidikan Anak Berkualitas
Pimpin Peringatan HANI 2026, Menko Polkam Tegaskan Perang Melawan Narkotika Tanggung Jawab Bersama
Sekolah Rakyat Jateng Siap Dibuka 31 Juli, Pemprov Pastikan Fasilitas Tak Ala Kadarnya
PAUD EMAS Jawa Tengah Segera Diluncurkan, Posyandu Ikut Jadi Ruang Belajar Anak
Gus Yasin Ingin Pendidikan Vokasi Berkesinambungan dari SMP hingga Perguruan Tinggi

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:19 WIB

Pemprov Jateng Revitalisasi Dua SD Roboh, Gubernur Luthfi Minta Sekolah Rawan Dipetakan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:20 WIB

Wamenko Polkam: Politik adalah Ibadah Pengabdian, Bukan Jalan Menuju Kekayaan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:11 WIB

942 Orang Daftar Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng, 15 Orang Lolos Kuliah Luar Negeri

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sekda Jateng Tekankan Kolaborasi Orang Tua, Guru, dan Pemerintah Kunci Pendidikan Anak Berkualitas

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:43 WIB

Pimpin Peringatan HANI 2026, Menko Polkam Tegaskan Perang Melawan Narkotika Tanggung Jawab Bersama

Berita Terbaru