Rumah Rakyat Jateng Permudah Pengurusan KTP Hilang, Rusak, hingga Pembaruan Foto

- Reporter

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Program Rumah Rakyat yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, terus berkembang menjadi pusat pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat. Tak lagi hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi, Rumah Rakyat kini menghadirkan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) yang memungkinkan warga mengurus berbagai dokumen penting secara cepat, mudah, dan bahkan lintas domisili.

Layanan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten/kota tersebut ditinjau langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi di Lounge Rumah Rakyat, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (8/7/2026). Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menyapa masyarakat yang tengah mengantre mengurus dokumen kependudukan.

“Rumah Rakyat menjadi ruang pelayanan bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan, termasuk kebutuhan administrasi kependudukan,” kata Luthfi.

Menurutnya, konsep Rumah Rakyat akan terus dikembangkan agar mampu menjawab semakin banyak kebutuhan masyarakat terhadap layanan pemerintah.

“Berbagai permasalahan masyarakat kita layani di sini, termasuk membuka akses pelayanan KTP. Masyarakat senang datang ke sini dan ke depan akan terus kita kembangkan,” ujar gubernur yang duet Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) ini.

Baca Juga :  Dekranasda Jateng Bidik Pasar Global, Gandeng Kemenlu Perkuat Promosi Produk Kreatif

Layanan administrasi kependudukan di Rumah Rakyat telah berjalan selama tiga bulan dan dilaksanakan secara rutin setiap Selasa dan Rabu pada pekan pertama setiap bulan.

Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan, mulai dari perekaman KTP elektronik bagi pemula, penggantian KTP yang rusak atau hilang, pembaruan foto KTP, hingga pengurusan Kartu Identitas Anak (KIA). Seluruh layanan tersebut dapat diakses warga dari berbagai daerah yang sedang berada di Kota Semarang tanpa harus kembali ke daerah asal.

Sekretaris Dispermadesdukcapil Jawa Tengah, Nur Kholis, mengatakan layanan tersebut dirancang untuk memangkas kendala administratif yang selama ini dihadapi masyarakat.

“Intinya masyarakat yang merasa belum terlayani Dukcapil silakan ke sini. Seluruh masyarakat Indonesia yang kebetulan berada di Semarang, misalnya KTP-nya hilang atau membutuhkan layanan administrasi sederhana, bisa langsung datang ke sini,” katanya.

Dalam sehari, layanan itu rata-rata dimanfaatkan sekitar 150 warga. Tingginya minat masyarakat membuat pemerintah mempertimbangkan penambahan frekuensi pelayanan sekaligus memperluas konsep Rumah Rakyat ke daerah lain.

Baca Juga :  Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Siagakan Perlindungan PMI

“Rencananya kami akan membuka Rumah Rakyat di tempat lain, seperti Surakarta. Namun kami masih melihat perkembangan dan kemampuan sumber daya manusia yang ada,” ujarnya.

Salah seorang warga Kabupaten Kendal, Vita Marisa, mengaku terbantu dengan adanya layanan tersebut. Ia mengetahui informasi itu dari Dinas Dukcapil Kabupaten Kendal ketika hendak memperbaiki data tempat lahir pada dokumen kependudukannya.

“Lebih cepat mempercepat proses pengurusan administrasi kependudukan juga,” katanya.

Vita berharap layanan tersebut dapat terus digelar secara rutin sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam mengurus dokumen kependudukan.

Hal serupa disampaikan warga Kota Semarang, Siti Istiani. Ia memanfaatkan layanan untuk memperbarui foto KTP setelah mengenakan hijab. Informasi mengenai layanan tersebut diperolehnya melalui grup Muslimat.

“Alhamdulillah, senang. Gratis,” ujarnya.

Siti berharap layanan administrasi kependudukan di Rumah Rakyat terus berlanjut karena dinilai memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses pelayanan pemerintah.***

Berita Terkait

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri
Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari
Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan
Undian Tabungan Bima, Dua Nasabah Bank Jateng Boyong Hadiah Toyota Innova Zenix Hybrid
Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi
Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam
Hadir di Juwana, Samsat Corner dan Samkesdel Permudah Akses Layanan Pajak Kendaraan
Jateng Juara Nasional Realisasi KUR Perumahan, Salurkan Rp 4,96 Triliun untuk 28.275 Debitur

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:31 WIB

73 Penerima Beasiswa Pesantren Obah Jateng Siap Tempuh Studi Dalam dan Luar Negeri

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Investor Amerika Masuk Jateng, Garap Pengolahan 1.000 Ton Sampah Soloraya per Hari

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Ahmad Luthfi: Pemimpin Birokrasi Harus Berani Berinovasi, Bukan Sekadar Lulus Pelatihan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Bangun Ekosistem Tenis Meja, Luthfi Minta PTMSI Perkuat Pembinaan dan Kompetisi

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:45 WIB

Jawa Tengah Rawan Bencana, Luthfi Minta PMI Selalu Siap Bergerak dalam Enam Jam

Berita Terbaru