PGN Pastikan Jargas Aman, Warga Jombang Dapat Edukasi Langsung

- Reporter

Kamis, 30 April 2026 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOMBANG – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menggelar sosialisasi dan edukasi keselamatan penggunaan gas bumi di Balai Kelurahan Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. Kegiatan rutin ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mitigasi risiko sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas rumah tangga (jargas) sebagai program strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor LPG.

Area Head PGN Area Sidoarjo, Heri Frastiono, mengatakan agenda tersebut penting karena jumlah pelanggan PGN di wilayah Jombang terus meningkat, dengan layanan gas bumi yang mengalir 24 jam nonstop.

“Hari ini di Jombang kami mengadakan sosialisasi keselamatan penggunaan gas bumi. Selama ini layanan berjalan 24 jam, sehingga gas bumi yang praktis, murah, efisien, dan ramah lingkungan ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.

Heri menegaskan, aspek keamanan menjadi prioritas utama PGN. Pelanggan diedukasi agar dapat melakukan langkah awal jika terjadi indikasi kebocoran, seperti menutup kran utama dan membuka ventilasi udara selebar mungkin.

“Masyarakat tidak perlu panik. Jika terjadi sesuatu, cukup hubungi Pertamina Contact Center 135. Petugas lapangan kami sigap dan dilengkapi alat Laser Mini Methane (LMM) untuk mendeteksi kandungan gas secara cepat dan akurat,” katanya.

Baca Juga :  Pelanggan Jargas Merasa Dimudahkan, BPH Migas Pastikan Layanan Stabil

Ia menambahkan, jumlah pelanggan PGN di Jombang saat ini mencapai sekitar 4.859 pelanggan, didominasi sektor rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Menurutnya, gas bumi sangat menguntungkan bagi pelaku usaha seperti restoran dan kafe karena sistem pembayaran berbasis volume meteran yang transparan.

“Pelanggan rumah tangga memang banyak, tetapi volumenya kecil. Sementara industri jumlahnya sedikit, namun volumenya besar. Keunggulannya adalah efisiensi, karena pemakaian terukur dan yang dibayar sesuai penggunaan,” jelasnya.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Pesantren, Achmad Wahyudi, menilai edukasi langsung kepada masyarakat efektif menghilangkan kekhawatiran warga terhadap keamanan jargas.

“Kami menyambut baik sosialisasi ini agar warga merasa aman dan paham bahwa gas bumi merupakan solusi terbaik yang lebih aman dan nyaman bagi kebutuhan rumah tangga maupun usaha,” ungkapnya.

Manfaat kegiatan ini juga dirasakan warga setempat, salah satunya Nunuk Ainur Rohmah. Ia mengaku kini lebih memahami cara penggunaan gas bumi yang aman.

Baca Juga :  Sehari Dibuka, CJIBF 2026 Raup 40 LOI Investasi Senilai Rp 16 Triliun

“Mengikuti acara ini sangat bermanfaat. Saya jadi tahu cara menangani jika ada bau gas atau kebocoran di dapur. Sekarang lebih tenang karena paham langkah-langkahnya, cukup buka jendela dan lapor petugas jika ada kendala,” tuturnya.

Selain edukasi keselamatan, PGN juga memperkenalkan aplikasi PGN Mobile yang memungkinkan pelanggan melakukan pencatatan meter mandiri secara digital. Inovasi ini diharapkan memberi kemudahan dan kontrol penggunaan energi secara praktis.

Lebih lanjut, Heri menjelaskan pemanfaatan gas bumi kini tidak hanya untuk memasak, tetapi juga dapat digunakan untuk pemanas air (water heater) hingga kebutuhan pendingin (refrigerant). Fleksibilitas ini diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup pelanggan rumah tangga sekaligus memberi nilai tambah bagi pelaku UMKM di Jombang.

PGN berharap kegiatan sosialisasi akan terus dilakukan secara bertahap di berbagai daerah. Strategi penyampaian informasi dari mulut ke mulut dinilai efektif memperluas minat masyarakat beralih dari LPG ke gas bumi. Dengan dukungan edukasi lapangan dan media sosial, PGN optimistis kemandirian energi lokal dapat segera terwujud melalui pemanfaatan energi domestik yang lebih ramah lingkungan.***

Berita Terkait

Jateng Jadi Magnet Investor, Komitmen Investasi Baru Capai Rp9,7 Triliun
Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor
Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton
BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP
Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD
Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja
Investasi Jateng Melaju, Ahmad Luthfi Dianugerahi Figur Akselerator Kemajuan
Ahmad Luthfi Optimistis Investasi Jateng Tembus Rp 110 Triliun pada 2026

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:33 WIB

Libatkan ASN dan BUMD, Pengumpulan Minyak Jelantah Pemprov Jateng Raih Rekor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Produksi Padi Jateng Sudah 8,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Kejar Target hingga 11 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13 WIB

BULOG Bentuk Satgas Khusus, Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Integritas Jadi Kunci, Sumarno Ingatkan Sekda se-Jateng dalam Penyusunan APBD

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Pekerja

Berita Terbaru